Minat Baca Rendah, Mayoritas Warga Indonesia Hobi Nonton Televisi

Kompas.com - 28/04/2016, 21:02 WIB
safari Gerakan Nasional Gemar Membaca di Pendopo Rumah Dinas   Bupati Semarang di Ungaran, Kamis (28/4/2016) siang. Kompas.com/ Syahrul Munirsafari Gerakan Nasional Gemar Membaca di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang di Ungaran, Kamis (28/4/2016) siang.
|
EditorErlangga Djumena

UNGARAN, KOMPAS.com - Kepala Pusat Jasa Perpustakaan dan Informasi Perpustakaan Nasional RI, Titik Kismiati mengungkapkan, minat baca penduduk Indonesia sangat rendah. Merujuk data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik tahun 2012, sebanyak 91,58 persen penduduk Indonesia yang berusia 10 tahun ke atas lebih suka menonton televisi.

Hanya sekitar 17,58 persen saja penduduk yang gemar membaca buku, surat kabar, atau majalah.

"Tahun 2015, Perpustakaan Nasional juga melakukan kajian. Hasilnya, minat baca masyarakat juga menunjukkan angka 25,1 atau kategori rendah," ungkap Titik, saat menjadi pembicara pada acara Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang di Ungaran, Kamis (28/4/2016).

Menurut Titik, kajian tersebut dilaksanakan di 12 provinsi dan 28 kabupaten/kota yang mencakup 75 persen wilayah Indonesia. Guna meningkatkan minat baca masyarakat, saat ini Perpustakaan Nasional telah mengintensifkan gerakan nasional gemar membaca dan kunjungan perpustakaan.

Selain itu, juga melanjutkan program prioritas terutama stimulant sarana mobil perpustakaan keliling dan perpustakaan terapung.

"Tujuannya untuk memperluas jangkauan pelayanan untuk masyarakat di wilayah terpencil," jelasnya.

Senada, mantan petenis nasional Yayuk Basuki yang saat ini menjadi anggota Komisi X DPR RI mengatakan, saat ini kegemaran generasi muda untuk membaca buku ditengarai semakin memudar.

Apalagi di era digital saat ini, orang akan lebih suka memanfaatkan gawai untuk memperoleh informasi dan pengetahuan. Melihat kondisi ini, Yayuk meminta segenap kalangan untuk mendukung gerakan nasional Gemar Membaca.

"Jika kegemaran membaca semakin membudaya, pemerintah pasti akan memberikan perhatian lebih pada pengembangan perpustakaan di tanah air," kata Yayuk.

Terlepas dari rendahnya minat baca generasi muda pada buku, dihadapan puluhan peserta yang sebagian besar siswa SMA/SMK itu Yayuk juga mengakui bahwa anggaran yang disediakan Pemerintah untuk mengembangkan perpustakaan masih sangat minim. Karenanya kondisi dan mutu pelayanan perpustakaan secara nasional cukup memprihatinkan.

"Bayangkan, pernah ada pengadaan mobil keliling untuk satu provinsi masing-masing satu unit. Ini sangat minim dan seharusnya mobil perpustakaan keliling ada disetiap Kabupaten/Kota. Kita berupaya untuk meningkatkan anggaran itu," ucap Yayuk.

baca juga: Perahu Pustaka Pattingalloang Tularkan Virus Membaca ke Anak-anak Pulau Terpencil



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

21 SMP di Surabaya Akan Kembali Dibuka, Protokol Kesehatan Diperketat

21 SMP di Surabaya Akan Kembali Dibuka, Protokol Kesehatan Diperketat

Regional
Geger Pelecehan Seksual Berkedok Riset 'Swinger' di Yogya, Pelaku Mengaku Dosen Catut Nama UGM dan NU

Geger Pelecehan Seksual Berkedok Riset "Swinger" di Yogya, Pelaku Mengaku Dosen Catut Nama UGM dan NU

Regional
86 Penghuni Sembuh dari Covid-19, Pondok Gontor 2 Nyatakan Bebas Corona

86 Penghuni Sembuh dari Covid-19, Pondok Gontor 2 Nyatakan Bebas Corona

Regional
Positif Corona, Wabup Kobar Sempat Kehilangan Fungsi Indra Penciuman dan Perasa

Positif Corona, Wabup Kobar Sempat Kehilangan Fungsi Indra Penciuman dan Perasa

Regional
Gagal Bertemu Risma, Pekerja di Tempat Hiburan Malam Janji Kembali Demo

Gagal Bertemu Risma, Pekerja di Tempat Hiburan Malam Janji Kembali Demo

Regional
Tenaga Medis Positif Corona, Puskesmas Depok I Sleman Ditutup

Tenaga Medis Positif Corona, Puskesmas Depok I Sleman Ditutup

Regional
Jumlah Pasien Covid-19 di Padang Meningkat, Didominasi Kasus Impor

Jumlah Pasien Covid-19 di Padang Meningkat, Didominasi Kasus Impor

Regional
Ganjar Bakal Potong Gaji ASN yang Langgar Protokol Kesehatan di Kantor

Ganjar Bakal Potong Gaji ASN yang Langgar Protokol Kesehatan di Kantor

Regional
Gubernur dan Staf Positif Covid-19, ASN di Kepri Kerja dari Rumah

Gubernur dan Staf Positif Covid-19, ASN di Kepri Kerja dari Rumah

Regional
Pasien Sembuh Covid-19 Bertambah, Purbalingga Masuk Zona Kuning

Pasien Sembuh Covid-19 Bertambah, Purbalingga Masuk Zona Kuning

Regional
Istri Hamil 9 Bulan dan Suami Dibunuh Rekan Bisnis, Motifnya Sakit Hati Disebut Maling

Istri Hamil 9 Bulan dan Suami Dibunuh Rekan Bisnis, Motifnya Sakit Hati Disebut Maling

Regional
Positif Covid-19, 6 Tahanan Kejaksaan Negeri Jombang Diisolasi di RSUD

Positif Covid-19, 6 Tahanan Kejaksaan Negeri Jombang Diisolasi di RSUD

Regional
12 Tahun Jadi TNI Gadungan, Pria Ini Diduga Sempat Jadi 'Beking' Proyek PLN dan Kredit Motor

12 Tahun Jadi TNI Gadungan, Pria Ini Diduga Sempat Jadi "Beking" Proyek PLN dan Kredit Motor

Regional
6 Rumah Warga Amblas ke Sungai

6 Rumah Warga Amblas ke Sungai

Regional
Kronologi Penangkapan Pria yang Sembunyikan 4 Plastik Sabu Dalam Dubur

Kronologi Penangkapan Pria yang Sembunyikan 4 Plastik Sabu Dalam Dubur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X