Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 27/04/2016, 19:48 WIB
|
EditorFarid Assifa

Ironisnya, Dinas Kehutanan malah menyerahkan kendaraan milik Amir berserta muatannya ke Polda NTB tanpa ada surat perintah penyitaan sebagaimana yang diatur dalam UU.

“Kalau memang kayu itu ilegal, kenapa saya diloloskan saat memasuki Pelabuhan Lombok Timur. Padahal di pelabuhan itu ada Pos Polisi, inikan ada yang tidak beres,” pintanya.

Sebelumnya, kendaraan yang menjadi objek gugatan tersebut telah dijadikan barang bukti oleh pihak kepolisian dan Dinas Kehutaan dalam dakwaan secara pidana terhadap Abdul Azis sebagai terdakwa tunggal atas kepemilikan kayu di Pengadilan Negeri Sumbawa dalam perkara nomor 282/PID.Sus/PN Sumbawa.

Dalam kasus itu, pihak Polda NTB menetapkan Abdul Azis sebagai tersangka karena terbukti secara sah melakukan tindak pidana kehutanan.

Abdul Azis dituntut atas kepemilikan kayu hasil illegal logging. Pengadilan Negeri Sumbawa pun menjatuhkan hukuman pidana terhadap terdakwa Abdul Azis 1,2 tahun penjara dan denda Rp 500 juta. Putusan tersebut dijatuhkan sejak tanggal 24 Februari 2015 lalu.

Amir pun tidak mempersoalkan atas putusan pengadilan tersebut. Namun ia sangat menyayangkan, mobil truk yang sebelumnya disewakan oleh terdakwa untuk mengangkut barang dan jasa hingga saat ini masih disita di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara di Mataram NTB.

Ia mengaku sudah meminta pinjam pakai kepada pihak kepolisian agar mobilnya bisa digunakan untuk mengangkut barang dan jasa guna menopang kehidupan rumah tangganya.

Namun permintaan Amir tidak diindahkan oleh Polda NTB. Sementara ia harus menafkahi anak dan istrinya.

“Mobil saya akan dilelang oleh negara tanpa memperhatikan hak saya sebagai pemilik. Padahal saya bukan tersangka, bahkan tidak pernah dipanggil sebagai saksi dalam kasus itu. Saya juga bukan pemilik kayu, tapi kenapa mobil saya dirampas. Saya minta keadilan hukum,” tandasnya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pendaftaran SMKN Jateng dan 15 SMK Semi Boarding Dibuka, Catat Tanggalnya!

Pendaftaran SMKN Jateng dan 15 SMK Semi Boarding Dibuka, Catat Tanggalnya!

Regional
Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

Regional
Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Regional
Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Regional
Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Regional
Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Regional
Rahasia Satu Abad NU

Rahasia Satu Abad NU

Regional
Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Regional
Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Regional
Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Regional
Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Regional
Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Regional
Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Regional
Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Regional
Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.