Kompas.com - 26/04/2016, 06:06 WIB
Pemerintah Malaysia kembali mendeportasi 73 buruh migran illegal melalaui Pelabuhan Tunon Taka Nunukan Senin (25/04/2016).Hampir separuh dari buruh migran yang didepotasi merupakan buruh migran yang tersandung kasus narkoba.  Namun hingga kini mereka belum mendapat penangnan oleh pemerintah Indonesia. KOMPAS.com/SUKOCOPemerintah Malaysia kembali mendeportasi 73 buruh migran illegal melalaui Pelabuhan Tunon Taka Nunukan Senin (25/04/2016).Hampir separuh dari buruh migran yang didepotasi merupakan buruh migran yang tersandung kasus narkoba. Namun hingga kini mereka belum mendapat penangnan oleh pemerintah Indonesia.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

NUNUKAN, KOMPAS.com - Pemerintah Malaysia kembali mendeportasi 73 buruh migran dari Indonesia melalui Pelabuhan Tunon Taka, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Senin (25/4/2016) malam.

Dari jumlah tersebut, 25 orang deportan merupakan buruh migran yang tersandung kasus narkoba. Sebanyak 44 buruh migran tidak memiliki dokumen, sementara 4 orang buruh dipulangkan karena terjerat kasus kriminal.

Salah satu buruh migran deportan yang tersandung narkoba, Sah (23), mengaku menerima hukuman 6 bulan penjara dan cambuk setelah kedapatan membawa sabu-sabu.

Selain itu, pria asal Pinrang, Sulawesi Selatan, itu masuk ke Malaysia tanpa dilengkapi dokumen resmi pada 6 tahun lalu.

"Saya bukan pemakai, saya disuruh bawa saja. Tetangkap saat pergi masuk kerja. Kerja saya pembalak (kayu)," ujarnya, Senin.

Selain mendapat hukuman cambuk, para buruh migran tersebut telah menjalani hukuman penjara selama 3 hingga 6 bulan sebelum dipulangkan ke Indonesia melalaui Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan.

Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Nunukan Edy Sujarwo mengatakan, tidak ada perlakuan khusus terhadap buruh migran deportan yang tersandung kasus narkoba meskipun mereka seharusnya mendapatkan upaya rehabilitasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia telah membicarakan tentang upaya rehabilitasi dengan Badan Nasional Narkotika Kabupaten Nunukan maupun aparat kepolisian. Namun, hingga kini belum ada penanganan khusus terhadap buruh migran yang tersandung kasus narkoba.

Hingga akhir April, BP3TKI mencatat lebih dari 100 buruh migran merupakan deportan yang tersandung kasus narkoba.

"Sata terakhir lebih dari 1.000 TKI yang dideportasi. Jumlah TKI yang kena kes urine atau kasus narkoba lebih dari 10 persen," ujar Edy.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.