Kopi Gunung Puntang dari Jawa Barat Juarai Kontes SCAA di Atlanta, AS

Kompas.com - 22/04/2016, 07:10 WIB
Ilustrasi KOMPAS.com/MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIAIlustrasi
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

BANDUNG, KOMPAS.com – Kopi Gunung Puntang Jawa Barat menjadi juara dalam Specialty Coffee Association of America Expo di Atlanta, Amerika Serikat, 14-17 April 2016. Secara keseluruhan, kopi asal Jabar mengantongi enam predikat juara di pameran ini.

"Petani kopi di Jawa Barat baru saja dinobatkan enam juara dalam kompetisi speciality coffee di Atlanta, Amerika Serikat. Juara kesatu dari Gunung Puntang, Jawa Barat," ujar Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Bandung, Kamis (21/4/2016).

Heryawan mengatakan, dari 74 sampel dalam kontes tersebut, terpilih 20 besar sampel dengan skor paling tinggi. Enam di antaranya berasal dari Jabar, yakni Gunung Puntang (yang dikembangkan Ayi Sutedja, juara), Mekar Wangi (Wildan, peringkat kedua), Malabar Honey (Slamet P, posisi keempat), Java Cibeber (Asep, urutan ke-9); West Java Pasundan Honey (Dedi Gunung Tilu, ke-11); Andungsari (Wildan, ke-17).

Heryawan mengapresiasi prestasi itu karena akan menciptakan efek positif terhadap bibit kopi Jabar. Kopi Jabar yang dinamai Java Preanger menonjol karena menjadi kopi yang bibitnya langsung dibawa dari induk terbaik di Kenya tanpa tersebar dulu di lokasi lain. Adapun kopi jenis lain dari luar Jawa Barat sempat tersebar dulu sebelum dibudidayakan di daerahnya.

"Itu membuat cita rasanya sudah tidak otentik lagi khas Kenya karena sempat ditanam dulu. Java Preanger diburu karena otentik sehingga harganya sekarang bisa Rp 200.000 per kilogram di Indonesia dan Rp 600.000 per kilogram kalau harga ekspor," kata Heryawan.

Ia meminta petani kopi yang meraih juara dunia agar kian mandiri dan meneguhkan skema bisnisnya. Dengan begitu, petani kopi menjadi pihak pertama menikmati keuntungannya, bukan pihak ketiga, apalagi tengkulak, yang ditenggarai masih dominan menikmati ledakan harga komoditas tersebut.

"Bersatu terus, saling meneguhkan sesama petani agar harga tak mudah dipermainkan. Dengan bersatu, petani bisa saling bantu, jangan malah mudah diijon para tengkulak ketika ada kendala finansial," ujar Heryawan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Terima Diberitakan Negatif, Seorang Kontraktor Aniaya Wartawan hingga Babak Belur

Tak Terima Diberitakan Negatif, Seorang Kontraktor Aniaya Wartawan hingga Babak Belur

Regional
Saat Kepala Puskesmas Bone Fobia Jarum Suntik, Berteriak Histeris Saat Divaksin Covid-19, Sampai Harus Dipegangi

Saat Kepala Puskesmas Bone Fobia Jarum Suntik, Berteriak Histeris Saat Divaksin Covid-19, Sampai Harus Dipegangi

Regional
Setelah Wabup Pangandaran, Kini Giliran Bupati Positif Covid-19

Setelah Wabup Pangandaran, Kini Giliran Bupati Positif Covid-19

Regional
Kepala Puskesmas Bone Berteriak Histeris Saat Divaksin Covid-19, Ternyata Fobia Jarum Suntik

Kepala Puskesmas Bone Berteriak Histeris Saat Divaksin Covid-19, Ternyata Fobia Jarum Suntik

Regional
Menantu Dilaporkan Mertua ke Polisi, Tak Nafkahi dan Tinggalkan Istri yang Hamil Tua hingga Melahirkan

Menantu Dilaporkan Mertua ke Polisi, Tak Nafkahi dan Tinggalkan Istri yang Hamil Tua hingga Melahirkan

Regional
Tak Boleh Jemput Ibunya, Seorang Anak Dianiaya Ayah dengan Sapu, Ini Ceritanya

Tak Boleh Jemput Ibunya, Seorang Anak Dianiaya Ayah dengan Sapu, Ini Ceritanya

Regional
Aniaya Wartawan karena Menulis tentang Gedung Puskesmas, Kontraktor Ditahan Polisi

Aniaya Wartawan karena Menulis tentang Gedung Puskesmas, Kontraktor Ditahan Polisi

Regional
Cerita 2 ABG Kembalikan Minuman Hasil Jarahan dari Truk yang Terguling di Tawangmangu: Bukan Hak Saya

Cerita 2 ABG Kembalikan Minuman Hasil Jarahan dari Truk yang Terguling di Tawangmangu: Bukan Hak Saya

Regional
Seorang Dokter Tewas Setelah Sehari Disuntik Vaksin Covid-19, Ini Dugaan Penyebabnya

Seorang Dokter Tewas Setelah Sehari Disuntik Vaksin Covid-19, Ini Dugaan Penyebabnya

Regional
Ini Kata Ahli Forensik soal Dokter Palembang Ditemukan Tewas Sehari Usai Divaksin Covid-19

Ini Kata Ahli Forensik soal Dokter Palembang Ditemukan Tewas Sehari Usai Divaksin Covid-19

Regional
Video Viral Wanita Berambut Pirang Marahi Anggota TNI Saat Razia Masker

Video Viral Wanita Berambut Pirang Marahi Anggota TNI Saat Razia Masker

Regional
Dikira Berkenalan dengan Artis Korea, 8 Perempuan Kena Peras Pria Ini

Dikira Berkenalan dengan Artis Korea, 8 Perempuan Kena Peras Pria Ini

Regional
Fakta Unila Batal Terjunkan 4.317 Mahasiswa KKN, Didesak Warganet hingga Konsultasi ke Kemdikbud

Fakta Unila Batal Terjunkan 4.317 Mahasiswa KKN, Didesak Warganet hingga Konsultasi ke Kemdikbud

Regional
Cerita di Balik Bayi 4 Bulan Dicekoki Miras, Paman Mengaku Iseng agar Ponakannya Tak Menangis

Cerita di Balik Bayi 4 Bulan Dicekoki Miras, Paman Mengaku Iseng agar Ponakannya Tak Menangis

Regional
Bertengkar dengan Pelaku di Depan Ibunya, Terbongkar Siswi Ini Diperkosa Saat Cari Sinyal

Bertengkar dengan Pelaku di Depan Ibunya, Terbongkar Siswi Ini Diperkosa Saat Cari Sinyal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X