Ganjar: Daffa Sedang Menunjukkan Revolusi Mental

Kompas.com - 22/04/2016, 06:39 WIB
Aksi Heroik Daffa - Daffa Farros Oktoviarto (tengah, naik sepeda) mendapatkan hadiah sepeda dari Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di SD Kalibanteng 01, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (20/4/2016). Aksi Daffa yang menghentikan kendaraan bermotor roda dua saat melintas di atas trotor sempat menyita perhatian publik melalui berbagai media sosial serta mendapatkan dukungan dari masyarakat. KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASAAksi Heroik Daffa - Daffa Farros Oktoviarto (tengah, naik sepeda) mendapatkan hadiah sepeda dari Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di SD Kalibanteng 01, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (20/4/2016). Aksi Daffa yang menghentikan kendaraan bermotor roda dua saat melintas di atas trotor sempat menyita perhatian publik melalui berbagai media sosial serta mendapatkan dukungan dari masyarakat.
|
EditorErlangga Djumena

SEMARANG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan, masyarakat perlu belajar dari keberanian Daffa, bocah sembilan tahun yang menghalangi motor berjalan di trotoar.

"Daffa adalah generasi muda yang waras dan sadar betul, bahwa itu (apa yang dilakukan) melanggar aturan," kata Ganjar, di Semarang, Kamis (21/4/2016).

Aksi bocah yang bernama lengkap Daffa Farros Oktoviatro itu pun bisa menjadi menjadi obat kerinduan pada perilaku tertib aturan, terutama berlalu lintas.

"Daffa sedang menunjukkan revolusi mental. Daffa harus diapresiasi," kata dia.

(baca: Sudah Sebulan Bocah SD Ini Hadang Pengendara Motor yang Melaju di Trotoar )

Melalui Daffa, kata Ganjar, masyarakat sebetulnya diingatkan soal pentingnya aturan. Mereka yang terbiasa melanggar sepatutunya menjadi malu akan hal tersebut.

Ganjar juga mempersilakan Daffa untuk menemuinya kapan saja.

Sebelumnya di sela talk show di Kompas TV, Daffa menginginkan kehendaknya untuk bertemu dengan Ganjar. Ia mengagumi lantaran ia bapaknya warga Jawa Tengah.

"Daffa bisa bertemu saya setiap saat, boleh ke kantor atau ke rumah," kata dia.

Daffa pun mulai hari Kamis (21/4/2016) berhenti melakukan aksinya. Hal tersebut dilakukan setelah polisi mendatanginya meminta untuk berhenti.(baca: Didatangi Polisi, Daffa Berhenti Cegat Sepeda Motor di Trotoar)

Pihak keluarga juga mengharapkan hal serupa. Mereka tak ingin aksi Daffa berujung celaka lantaran mengandung resiko yang tinggi.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Beruang Berkeliaran di Permukiman Selama 3 Hari, Warga Ketakutan

2 Beruang Berkeliaran di Permukiman Selama 3 Hari, Warga Ketakutan

Regional
Pandemi Covid-19, Kerawanan Pilkada di Kabupaten Semarang Meningkat

Pandemi Covid-19, Kerawanan Pilkada di Kabupaten Semarang Meningkat

Regional
Partai Nasdem dan Gerindra Dukung Danny Pomanto di Pilkada Makassar 2020

Partai Nasdem dan Gerindra Dukung Danny Pomanto di Pilkada Makassar 2020

Regional
Belajar dari Kasus Balita Rafadan, Orang Miskin Dilarang Sakit?

Belajar dari Kasus Balita Rafadan, Orang Miskin Dilarang Sakit?

Regional
8 Destinasi Wisata Non Pendakian di Gunung Rinjani Dibuka 7 Juli 2020

8 Destinasi Wisata Non Pendakian di Gunung Rinjani Dibuka 7 Juli 2020

Regional
Tak Lagi Kantongi Izin, 14 Tempat Karaoke di Kota Tegal Nekat Beroperasi

Tak Lagi Kantongi Izin, 14 Tempat Karaoke di Kota Tegal Nekat Beroperasi

Regional
Tekan Covid-19, Jam Malam Diberlakukan di Sidoarjo, Sejumlah Jalan Ditutup

Tekan Covid-19, Jam Malam Diberlakukan di Sidoarjo, Sejumlah Jalan Ditutup

Regional
Bawa Senjata Tajam, Ratusan Warga Bongkar Paksa Peti Jenazah Covid-19 di Jeneponto, Polisi Buru Provokotor

Bawa Senjata Tajam, Ratusan Warga Bongkar Paksa Peti Jenazah Covid-19 di Jeneponto, Polisi Buru Provokotor

Regional
Pekan Depan, Polisi Periksa Legislator Penjamin Jenazah Covid-19 di Makassar

Pekan Depan, Polisi Periksa Legislator Penjamin Jenazah Covid-19 di Makassar

Regional
8 Pasien Positif di Grobogan Sembuh, 6 di Antaranya Warga Gubug

8 Pasien Positif di Grobogan Sembuh, 6 di Antaranya Warga Gubug

Regional
Suami Bunuh Pemuda yang Baru Dikenalnya Ternyata Residivis Kasus yang Sama

Suami Bunuh Pemuda yang Baru Dikenalnya Ternyata Residivis Kasus yang Sama

Regional
Puluhan Warga Datangi RS Minta Pasien Positif Corona Dipulangkan

Puluhan Warga Datangi RS Minta Pasien Positif Corona Dipulangkan

Regional
Satgas Covid-19 Diusir Saat Jemput Pasien Positif yang Kabur di Sumenep

Satgas Covid-19 Diusir Saat Jemput Pasien Positif yang Kabur di Sumenep

Regional
Mobil dengan Kaca Pecah Ditinggal Kabur Hebohkan Warga Jember

Mobil dengan Kaca Pecah Ditinggal Kabur Hebohkan Warga Jember

Regional
Kang Emil Optimis Kegiatan Keagamaan dan Pendidikan di Jabar Pulih dengan Cepat

Kang Emil Optimis Kegiatan Keagamaan dan Pendidikan di Jabar Pulih dengan Cepat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X