Aksi Daffa, Momentum Menata Lalu Lintas Kota Semarang

Kompas.com - 21/04/2016, 16:09 WIB
Bocah Daffa saat menegur Benny yang menuntut sepeda motornya di atas trotoar, Selasa (19/4/2016). KOMPAS.com/ NAZAR NURDINBocah Daffa saat menegur Benny yang menuntut sepeda motornya di atas trotoar, Selasa (19/4/2016).
EditorCaroline Damanik

KOMPAS.com - Wali Kota Semarang, Jawa Tengah, Hendrar Prihadi, Rabu (20/4), ketika menjumpai Daffa Farros Oktoviarto (10) di ruangan kelas IV A Sekolah Dasar Negeri Kalibanteng Kidul 1 Semarang Barat, menyebutkan, aksi Daffa menghadang pengendara sepeda motor yang melintas di trotoar adalah langkah berani.

"Saya bangga, anak masih kecil sudah berani. Berani menyampaikan hal yang benar. Apakah anak-anak di kelas ini berani?" tanya Wali Kota Hendrar Prihadi cukup keras yang langsung disambut teriakan, "Berani!" dari sekitar 43 siswa teman Daffa.

Meskipun begitu, Hendy, sapaan akrab Hendrar Prihadi, langsung menerangkan, untuk menjadi berani dan benar anak-anak tidak harus melakukan seperti aksi Daffa. Sikap berani itu harus dibarengi dengan berprestasi.

Anak-anak harus menang kalau ikut lomba apa saja, berani karena prestasi sekolahnya bagus, dan berani menyampaikan hal yang benar.

Hendy menemui Daffa didampingi wali kelas IV A, Dyah Anggraini; Kepala SDN Kalibanteng Kidul 1 Eny Anggorowati; serta nenek Daffa yang merawat sejak kecil, Murti (72).

Pada kesempatan itu, Daffa yang dinilai banyak kalangan, termasuk Hendy, memberi inspirasi bagi warga Kota Semarang untuk tertib berlalu lintas juga memperoleh hadiah sepeda baru. Sepeda hadiah itu diberi label "Sepeda Penegak Aturan".

Sebagaimana ramai diberitakan di media massa dan media sosial, Minggu (17/4), Daffa menghadang pengendara sepeda motor yang melintas di trotoar di Jalan Jenderal Sudirman, Kalibanteng, Kota Semarang. Daffa seorang diri meminta laki-laki pengendara motor untuk turun dari trotoar.

Laki-laki itu mengalah dengan turun dari trotoar. Aksi Daffa tertangkap kamera dan fotonya menyebar di media sosial sehingga langsung mendapatkan tanggapan pujian puluhan ribu netizen.

Otomania/Setyo Adi Otomania serahkan apresiasi pada Sang Penjaga Trotoar, Daffa di Semarang

Daffa, putra pasangan Dinar dan Yuri, merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Dia bersama kakaknya, Enrico Giofano Derryarto, tinggal bersama kakek dan neneknya di kawasan Kalibanteng, Semarang.

Di depan Wali Kota Semarang, Daffa kembali mempraktikan dialog ketika menghadapi laki-laki pengendara sepeda motor yang melaju di trotoar. Ketika menghadang, Daffa mengatakan, "Pak jangan lewat trotoar. Trotoar untuk pejalan kaki. Lalu si pengendara motor bilang, kamu minggir, saya tak mau berkelahi."

Daffa bersikeras meminta si pengendara motor turun. Permintaan Daffa dituruti si pengendara yang memilih mundur turun ke jalan aspal.

Daffa "menjaga" trotoar dari pemakai sepeda motor sejak sebulan lalu. Hal itu didorong pengalamannya yang pernah ditabrak sepeda motor di lokasi yang sama saat berjalan dengan kakeknya.

Cara Daffa menghalangi pengendara sepeda motor di trotoar kadang-kadang menggunakan batu-batu yang ditata di tengah trotoar. Jika masih dilindas, dia terjun langsung menghadang seperti aksinya pada akhir pekan lalu.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pandemi Covid-19, Kerawanan Pilkada di Kabupaten Semarang Meningkat

Pandemi Covid-19, Kerawanan Pilkada di Kabupaten Semarang Meningkat

Regional
Partai Nasdem dan Gerindra Dukung Danny Pomanto di Pilkada Makassar 2020

Partai Nasdem dan Gerindra Dukung Danny Pomanto di Pilkada Makassar 2020

Regional
Belajar dari Kasus Balita Rafadan, Orang Miskin Dilarang Sakit?

Belajar dari Kasus Balita Rafadan, Orang Miskin Dilarang Sakit?

Regional
8 Destinasi Wisata Non Pendakian di Gunung Rinjani Dibuka 7 Juli 2020

8 Destinasi Wisata Non Pendakian di Gunung Rinjani Dibuka 7 Juli 2020

Regional
Tak Lagi Kantongi Izin, 14 Tempat Karaoke di Kota Tegal Nekat Beroperasi

Tak Lagi Kantongi Izin, 14 Tempat Karaoke di Kota Tegal Nekat Beroperasi

Regional
Tekan Covid-19, Jam Malam Diberlakukan di Sidoarjo, Sejumlah Jalan Ditutup

Tekan Covid-19, Jam Malam Diberlakukan di Sidoarjo, Sejumlah Jalan Ditutup

Regional
Bawa Senjata Tajam, Ratusan Warga Bongkar Paksa Peti Jenazah Covid-19 di Jeneponto, Polisi Buru Provokotor

Bawa Senjata Tajam, Ratusan Warga Bongkar Paksa Peti Jenazah Covid-19 di Jeneponto, Polisi Buru Provokotor

Regional
Pekan Depan, Polisi Periksa Legislator Penjamin Jenazah Covid-19 di Makassar

Pekan Depan, Polisi Periksa Legislator Penjamin Jenazah Covid-19 di Makassar

Regional
8 Pasien Positif di Grobogan Sembuh, 6 di Antaranya Warga Gubug

8 Pasien Positif di Grobogan Sembuh, 6 di Antaranya Warga Gubug

Regional
Suami Bunuh Pemuda yang Baru Dikenalnya Ternyata Residivis Kasus yang Sama

Suami Bunuh Pemuda yang Baru Dikenalnya Ternyata Residivis Kasus yang Sama

Regional
Puluhan Warga Datangi RS Minta Pasien Positif Corona Dipulangkan

Puluhan Warga Datangi RS Minta Pasien Positif Corona Dipulangkan

Regional
Satgas Covid-19 Diusir Saat Jemput Pasien Positif yang Kabur di Sumenep

Satgas Covid-19 Diusir Saat Jemput Pasien Positif yang Kabur di Sumenep

Regional
Mobil dengan Kaca Pecah Ditinggal Kabur Hebohkan Warga Jember

Mobil dengan Kaca Pecah Ditinggal Kabur Hebohkan Warga Jember

Regional
Kang Emil Optimis Kegiatan Keagamaan dan Pendidikan di Jabar Pulih dengan Cepat

Kang Emil Optimis Kegiatan Keagamaan dan Pendidikan di Jabar Pulih dengan Cepat

Regional
Usut Kasus Pengambilan Jenazah Covid-19 di Makassar, Polisi Telah Periksa 11 Saksi

Usut Kasus Pengambilan Jenazah Covid-19 di Makassar, Polisi Telah Periksa 11 Saksi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X