Dipukul Guru karena Tak Ikut Ibadah, Siswi SMP Lapor Polisi

Kompas.com - 21/04/2016, 13:45 WIB
Ilustrasi: Penganiayaan JITETIlustrasi: Penganiayaan
|
EditorFarid Assifa

POSO, KOMPAS.com - Seorang oknum guru agama yang mengajar di sebuah SMP negeri di Kecamatan Lage, Kabupaten Poso, terpaksa berurusan dengan polisi akibat menganiaya sejumlah siswinya.

SNP (35) merupakan guru tetap untuk mata pelajaran agama Kristen. Dia memukul 10 orang siswinya di ruang kelas dengan mistar kayu. Hal itu dilakukan karena para siswi tidak mengikuti kegiatan ibadah di salah satu gereja.

Berdasarkan data yang dihimpun Kompas.com dari berbagai sumber di kepolisian Sektor Lage, penganiayaan tersebut terjadi di sebuah ruang kelas dan disaksikan oleh sejumlah siswa lainnya pada Senin (18/4/2016).

Akibat penganiayaan tersebut, seorang siswi kelas VII berinizial JL (13) mengalami luka lebam.

Tidak terima dengan penganiayaan tersebut, korban selanjutnya melaporkan kasus itu ke Mapolsek Lage didampingi keluarganya.

Kapolsek Lage, Iptu Marthen Tibe membenarkan pihaknya mendapat laporan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum guru. Kini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan.

Lanjut Marthen, pihaknya sudah memintai keterangan tiga orang saksi mata, termasuk oknum guru. Namun yang bersangkutan belum ditetapkan menjadi tersangka karena masih menunggu hasil visum dari rumah sakit.

"Sementara dalam proses penyelidikan. Yang jelas kalau sudah cukup bukti serta sudah ada hasil visum, kami pasti akan melakukan tindakan, termasuk pelaku akan kami jadikan tersangka," jelas Kapolsek Lage, Kamis (21/4/2016).

Kapolsek menambahkan, saat diperiksa penyidik, oknum guru tersebut mengakui ia melakukan pemukulan dengan menggunakan mistar kayu. Hal itu dia lakukan sebagai bentuk teguran atau sanksi kepada siswa yang malas mengikuti kegiatan keagamaan.

Sehari sebelum kejadian, Minggu (17/4/2016) terdapat 10 orang siswi yang semuanya perempuan tidak ikut serta dalam ibadah gereja yang dihadiri oleh sang guru. Mereka pun dipukul guru sebagai bentuk sanksi.

"Kalau dari pengakuan gurunya, persoalannya cukup sepele. Tapi namanya sudah melakukan kekerasan, apalagi terhadap anak bawah umur, maka kami harus melakukan proses hukum, meskipun dari kedua belah pihak mengupayakan langkah perdamaian secara kekeluargaan," tegas Marthen.

Akibat penganiayaan tersebut, kini korban mengalami trauma dan masih terus menjalani pemeriksaan secara rutin di rumah sakit umum pembantu Kecamatan Lage.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Positif Covid-19, Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man Jalani Karantina Mandiri

Positif Covid-19, Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man Jalani Karantina Mandiri

Regional
Ada Gugatan di MK, Pemenang Pilkada Rembang dan Purworejo Belum Ditetapkan

Ada Gugatan di MK, Pemenang Pilkada Rembang dan Purworejo Belum Ditetapkan

Regional
Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan, Seorang Pria di Gorontalo Ditangkap

Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan, Seorang Pria di Gorontalo Ditangkap

Regional
Polisi Ungkap Kasus Jual Beli Ribuan Benih Lobster Ilegal, 2 Pelaku Ditangkap

Polisi Ungkap Kasus Jual Beli Ribuan Benih Lobster Ilegal, 2 Pelaku Ditangkap

Regional
Tangan Sudah Diborgol, Bandar Narkoba Ini Nekat Lompat ke Danau

Tangan Sudah Diborgol, Bandar Narkoba Ini Nekat Lompat ke Danau

Regional
Truk Pembawa Minuman Kemasan Terguling di Tawangmangu, Muatannya Dijarah Warga

Truk Pembawa Minuman Kemasan Terguling di Tawangmangu, Muatannya Dijarah Warga

Regional
Kisah Tragis Bocah 14 Tahun Dipukul Ayahnya dengan Sapu hingga Gagangnya Patah, Berawal dari Pinjam Motor

Kisah Tragis Bocah 14 Tahun Dipukul Ayahnya dengan Sapu hingga Gagangnya Patah, Berawal dari Pinjam Motor

Regional
Siswi Non-Muslim di Padang Wajib Pakai Jilbab, Kadisdik: Itu Kebijakan Lama, Akan Dievaluasi

Siswi Non-Muslim di Padang Wajib Pakai Jilbab, Kadisdik: Itu Kebijakan Lama, Akan Dievaluasi

Regional
Jadi Penyintas Covid-19, Bupati Lumajang Thoriqul Haq Sumbangkan Plasma Darah

Jadi Penyintas Covid-19, Bupati Lumajang Thoriqul Haq Sumbangkan Plasma Darah

Regional
Petani di Jambi Resah, Terancam Gagal Panen gara-gara Pupuk Oplosan

Petani di Jambi Resah, Terancam Gagal Panen gara-gara Pupuk Oplosan

Regional
Seberangi Sungai Cimanuk dengan Jeriken, Warga Sumedang Hilang Terseret Arus

Seberangi Sungai Cimanuk dengan Jeriken, Warga Sumedang Hilang Terseret Arus

Regional
Balas Dendam Pernah Dianiaya, Pria Asal Cianjur Tebas Tangan Korban hingga Putus

Balas Dendam Pernah Dianiaya, Pria Asal Cianjur Tebas Tangan Korban hingga Putus

Regional
Kapolda Babel Akhirnya Disuntik Vaksin Covid-19, Sempat Batal gara-gara Gula Darah Naik

Kapolda Babel Akhirnya Disuntik Vaksin Covid-19, Sempat Batal gara-gara Gula Darah Naik

Regional
Cerita Nakes Disuntik Vaksin Covid-19, Awalnya Sempat Ragu karena Punya Sakit Jantung

Cerita Nakes Disuntik Vaksin Covid-19, Awalnya Sempat Ragu karena Punya Sakit Jantung

Regional
Untuk Topang Perekonomian, Produksi Migas di Sekitar Jabar Ditingkatkan

Untuk Topang Perekonomian, Produksi Migas di Sekitar Jabar Ditingkatkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X