"Kami Tidak Perlu Dikasihani, Beri Kami Kesempatan.."

Kompas.com - 21/04/2016, 07:33 WIB
Kompas.com/Sigiranus Marutho Bere Handicap International Federation wilayah NTT, bersama LSM bengkel Apek, para penyandang difabel dan sejumlah wartawan saat menggelar diskusi tentang disabilitas

KUPANG, KOMPAS.com - Tidak pernah dilibatkan dalam setiap proses pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), membuat para penyandang difabel di wilayah itu menginginkan ada perhatian serius dari pemerintah setempat guna memberikan kesempatan bagi mereka untuk berpartisipasi.

AFC Deputy Project Manager Handicap International Federation (HIF) wilayah NTT, Yohanes MZ Bela dalam diskusi bersama sejumlah wartawan, LSM dan penyandang Difabel di Kota Kupang, Rabu (20/4/2016) mengatakan, pihaknya mendorong partisipasi penyandang disabilitas, dan juga kelompok-kelompok marginal lainnya untuk mengambil bagian dalam proses pembangunan.

”Kita ingin agar masyarakat publik untuk mendorong dan mengkampanyekan tentang hak-hak dasar penyandang disabilitas, yang mereka juga bagian dari manusia sehingga mempunyai hak yang sama atau ada kesetaraan,”kata Yohanes.

Selama ini para penyandang disabilitas sering terlupakan, misalnya saat digelar musyawarah rencana pembangunan (musrenbang), yang diundang hanya jajaran pemerintah dari tingkat RT sampai kabupaten/kota, dan LSM. Sedangkan kelompok-kelompok penyandang disabilitas ini tidak dilibatkan.

Padahal, sebut dia,  mereka punya prioritas kebutuhan yang perlu disampaikan melalui sarana musrenbang.

Senada dengan itu, pengurus (HIF) lainnya, Robby berharap para penyandang disabilitas di desa-desa, bisa terlibat dalam proses perencanaan pembangunan, pengambil kebijakan, pengambilan keputusan, mengontrol, dan lain sebagainya, terkait dengan proses-proses pembangunan yang ada.

"Kalau mereka tidak pernah terlibat, bagaimana kebutuhan mereka bisa terpenuhi," kata Robby.

Sementara itu Ketua Umum Perhimpunan Mandiri Kusta (Permata) Indonesia, Paulus Manek mengaku selama ini penderita kusta tidak pernah tersentuh oleh bantuan apapun dari pemerintah khusus untuk pihaknya yang terhimpun di organisasi Permata.

“Obat kusta sampai saat ini sangat kurang, khususnya kusta buat anak-anak. Di Puskesmas kota saja obatnya kurang, apalagi Puskesmas yang berada di desa,” ucapnya.

Menurut Paulus, Peraturan daerah kusta prambusia Nomor 4 Tahun 2005 sudah disahkan oleh pemerintah Provinsi NTT, tetapi pelaksanaannya kosong. Artinya bahwa di situ lebih memuat pada aspek medisnya, sedangkan aspek rehabilitasinya tidak ada.

“Harapan kami bahwa Perda ini lebih memuat pada aspek medis, rehabilitasi, pekerjaannya atau pemberdayaan. Kami penyandang disabilitas secara keseluruhan tidak butuh dikasihani, tapi berikan kami kesempatan,” kata dia.



EditorErlangga Djumena
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pleidoi Bahar Bin Smith Ditolak, Jaksa Menilai Penasihat Hukum Kurang Cermat Urai Tuntutan

Pleidoi Bahar Bin Smith Ditolak, Jaksa Menilai Penasihat Hukum Kurang Cermat Urai Tuntutan

Regional
PAN Siapkan 3 Nama untuk Bertarung di Pilgub Sumbar 2020

PAN Siapkan 3 Nama untuk Bertarung di Pilgub Sumbar 2020

Regional
Kecewa Anak dan Cucunya Ditelantarkan, Pria Ini Bunuh Menantunya

Kecewa Anak dan Cucunya Ditelantarkan, Pria Ini Bunuh Menantunya

Regional
Fakta Pabrik Korek Api yang Terbakar, Pekerja Digaji Rp 500 Ribu per Bulan hingga Pekerjakan Anak

Fakta Pabrik Korek Api yang Terbakar, Pekerja Digaji Rp 500 Ribu per Bulan hingga Pekerjakan Anak

Regional
Beredar Kabar Jenazah Mantan Striker Persis Ditemukan, SRI Susuri Semua Pantai Kulon Progo

Beredar Kabar Jenazah Mantan Striker Persis Ditemukan, SRI Susuri Semua Pantai Kulon Progo

Regional
Selingkuh, Tiga ASN Papua Barat Akan Disidang Kode Etik

Selingkuh, Tiga ASN Papua Barat Akan Disidang Kode Etik

Regional
Abang Angkat Pelaku Pembunuhan Balita 1,8 Tahun Dijerat Pasal Berlapis

Abang Angkat Pelaku Pembunuhan Balita 1,8 Tahun Dijerat Pasal Berlapis

Regional
Pria Ini Tawarkan Istri untuk Layanan Seks Menyimpang Bertarif Rp 3 Juta

Pria Ini Tawarkan Istri untuk Layanan Seks Menyimpang Bertarif Rp 3 Juta

Regional
Anak Korban Tragedi Truk Terjun ke Jurang Terpukul, Mengaku sedang Mendaftar SMK...

Anak Korban Tragedi Truk Terjun ke Jurang Terpukul, Mengaku sedang Mendaftar SMK...

Regional
2 Hari Terombang-ambing di Laut, 3 Nelayan Ditemukan Selamat

2 Hari Terombang-ambing di Laut, 3 Nelayan Ditemukan Selamat

Regional
Sinar Api Kembali Muncul dari Kawah Gunung Karangetang

Sinar Api Kembali Muncul dari Kawah Gunung Karangetang

Regional
Kronologi Bocah 6 Tahun Digigit 2 Anjing Milik Villa di Sleman, Ayah Khawatir Anaknya Kena Rabies

Kronologi Bocah 6 Tahun Digigit 2 Anjing Milik Villa di Sleman, Ayah Khawatir Anaknya Kena Rabies

Regional
Terpeleset di Sungai Ciliwung, Seorang Bocah Ditemukan Meninggal Dunia

Terpeleset di Sungai Ciliwung, Seorang Bocah Ditemukan Meninggal Dunia

Regional
Prada DP Pembunuh Fera Oktaria Kabur ke Padepokan Setelah Jual Sepeda Motor Korban

Prada DP Pembunuh Fera Oktaria Kabur ke Padepokan Setelah Jual Sepeda Motor Korban

Regional
Pembakar Surat Suara di Gunungkidul Divonis Hukuman Percobaan 6 Bulan

Pembakar Surat Suara di Gunungkidul Divonis Hukuman Percobaan 6 Bulan

Regional

Close Ads X