Kompas.com - 20/04/2016, 07:38 WIB
Pegawai Bank Sampah Bintang Mangrove memilah sampah, Selasa (19/4/2016). KOMPAS.com/Achmad FaizalPegawai Bank Sampah Bintang Mangrove memilah sampah, Selasa (19/4/2016).
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

SURABAYA, KOMPAS.com - Bank Sampah Bintang Mangrove yang dibangun warga RT 3 RW 1, Kelurahan Gunung Anyar Tambak, Kecamatan Gunung Anyar, Kota Surabaya, Jawa Timur, tidak melulu menganut prinsip bisnis dalam operasionalnya. Bank ini tidak memberikan sanksi, denda, ataupun jatuh tempo pengembalian atas pinjaman nasabah.

"Nasabah bebas mau membayarnya kapan saja, tidak ada denda dan batas waktu pengembalian. Kita semata-mata ingin mengubah perilaku warga agar lebih bersih dan cinta lingkungan," kata Sekretaris Bank Sampah Bintang Mangrove, Chusniati, Selasa (19/4/2016).

Dia tidak mempermasalahkan jika ada nasabah yang memiliki tanggungan utang ke Bank Sampah, tetapi menjual sampahnya ke pemulung, bukan ke bank sampah.

"Mungkin mereka lagi butuh uang, kita tidak mempermasalahkan," ujarnya.

Karena prinsip pengelolaan yang sangat longgar itulah, jumlah nasabah Bank Sampah Bintang Mangrove bertambah signifikan lima tahun terakhir.

Pada 2011, jumlah nasabah hanya sembilan warga setempat. Hingga April 2016, jumlah bertambah hingga menjadi 184 nasabah.

Informasi keberadaan Bank Sampah menyebar dari mulut ke mulut. Karena itu, nasabah baru tidak hanya dari Kelurahan Gunung Anyar Tambak, tetapi menyebar ke sejumlah kelurahan di sekitar kawasan Pantai Timur Surabaya, seperti Kelurahan Gunung Anyar, dan Kelurahan Rungkut Menanggal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Warga dua kelurahan di wilayah Kabupaten Sidoarjo juga mendaftar menjadi nasabah bank sampah, seperti Kelurahan Tambak Oso, dan Kelurahan Segoro Tambak Kecamatan Waru.

Chusniati mengatakan, selain karena manajemen kekeluargaan, daya tarik Bank Sampah terletak pada pemberian dana sosial kepada warga dan nasabah.

Dana sosial yang dimaksud adalah bantuan seadanya jika ada yang sakit atau tertimpa musibah.

Bank Sampah Bintang Mangrove menerima berbagai jenis sampah kering dari kertas, plastik, dan kaleng berbagai bentuk.

Harga beli sampah mulai dari Rp 7.000 hingga Rp 15.000 per kilogram. Harga tersebut fluktuatif, mengikuti harga jual dan beli di tingkat pengepul besar dan pabrik.

Bank sampah tersebut didirikan pada 2011 dengan modal hanya Rp 2,4 juta. Chusniati menuturkan, dana tersebut diperoleh dari Lurah Gunung Anyar Tambak sebesar Rp 400.000, dan Rp 2 juta dari dana sosial perusahaan pelat merah.

Hingga saat ini, dana tersebut dikelola tanpa ada lagi bantuan dari pihak mana pun.

Perbaikan lingkungan

Keberadaan bank sampah di Kelurahan Gunung Anyar Tambak, Kecamatan Gunung Anyar, Kota Surabaya, membawa dampak positif bagi lingkungan, khususnya di sekitar hutan Mangrove Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya).

Ketua Komunitas Nol Sampah Surabaya Wawan Some mengatakan, sebelumnya banyak sampah di sekitar hutan mangrove Pamurbaya dan itu mengganggu kelangsungan ekosistem biota laut.

"Selain itu, sampah plastik di hutan mangrove membunuh anak mangrove sehingga tidak bisa tumbuh," kata Wawan.

Ia mengatakan bahwa kondisi Pamurbaya berangsur bersih selama beberapa tahun terakhir, di antaranya karena peran bank sampah.

"Indikasi paling gampang dilihat, saat ini mulai banyak kepiting yang ditemukan di kawasan hutan mangrove Pamurbaya. Itu pertanda, ekosistem biotanya membaik," kata dia.

Wawan sangat berterima kasih kepada Pemkot Surabaya karena kawasan tersebut ditetapkan menjadi kawasan konservasi atau kawasan lindung sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 12 Tahun 2014 tentang RTRW Kota Surabaya tahun 2014-2034.

Kawasan hutan mangrove atau sempadan sungai dan tambak di Pamurbaya, kata Wawan, merupakan habitat, baik sebagai tempat tinggal, asuhan, mencari pakan maupun istirahat bagi satwa liar, seperti monyet ekor panjang, berang-berang, reptil, burung dan serangga.

Berdasarkan data Yayasan Pendidikan Konservasi Alam pada 2012, ada 53 spesies serangga di Pamurbaya dan 7 spesies mamalia, diantaranya monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) dan musang (Paradoxurus sp), 18 spesies ikan, dan 7 spesies crustaceae, serta beragam jenis reptil.

Data Kutilang dan Data Pengamat Burung di Surabaya hingga 2014 menyebutkan, di Pamurbaya pernah ditemukan 148 jenis burung. Sebanyak 84 spesies burung merupakan penghuni tetap, dan 12 spesies di antaranya termasuk jenis yang dilindungi. Ada juga 44 jenis burung migran yang hanya singgah di Pamurbaya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Regional
Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Regional
Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Regional
Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.