Kompas.com - 20/04/2016, 07:38 WIB
Pegawai Bank Sampah Bintang Mangrove memilah sampah, Selasa (19/4/2016). KOMPAS.com/Achmad FaizalPegawai Bank Sampah Bintang Mangrove memilah sampah, Selasa (19/4/2016).
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

Perbaikan lingkungan

Keberadaan bank sampah di Kelurahan Gunung Anyar Tambak, Kecamatan Gunung Anyar, Kota Surabaya, membawa dampak positif bagi lingkungan, khususnya di sekitar hutan Mangrove Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya).

Ketua Komunitas Nol Sampah Surabaya Wawan Some mengatakan, sebelumnya banyak sampah di sekitar hutan mangrove Pamurbaya dan itu mengganggu kelangsungan ekosistem biota laut.

"Selain itu, sampah plastik di hutan mangrove membunuh anak mangrove sehingga tidak bisa tumbuh," kata Wawan.

Ia mengatakan bahwa kondisi Pamurbaya berangsur bersih selama beberapa tahun terakhir, di antaranya karena peran bank sampah.

"Indikasi paling gampang dilihat, saat ini mulai banyak kepiting yang ditemukan di kawasan hutan mangrove Pamurbaya. Itu pertanda, ekosistem biotanya membaik," kata dia.

Wawan sangat berterima kasih kepada Pemkot Surabaya karena kawasan tersebut ditetapkan menjadi kawasan konservasi atau kawasan lindung sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 12 Tahun 2014 tentang RTRW Kota Surabaya tahun 2014-2034.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kawasan hutan mangrove atau sempadan sungai dan tambak di Pamurbaya, kata Wawan, merupakan habitat, baik sebagai tempat tinggal, asuhan, mencari pakan maupun istirahat bagi satwa liar, seperti monyet ekor panjang, berang-berang, reptil, burung dan serangga.

Berdasarkan data Yayasan Pendidikan Konservasi Alam pada 2012, ada 53 spesies serangga di Pamurbaya dan 7 spesies mamalia, diantaranya monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) dan musang (Paradoxurus sp), 18 spesies ikan, dan 7 spesies crustaceae, serta beragam jenis reptil.

Data Kutilang dan Data Pengamat Burung di Surabaya hingga 2014 menyebutkan, di Pamurbaya pernah ditemukan 148 jenis burung. Sebanyak 84 spesies burung merupakan penghuni tetap, dan 12 spesies di antaranya termasuk jenis yang dilindungi. Ada juga 44 jenis burung migran yang hanya singgah di Pamurbaya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.