Jahit Seragam Sendiri, Seorang Waria Jadi Polwan Gadungan

Kompas.com - 19/04/2016, 16:12 WIB
Fandy Farmadi (23) diamankan Satreskrim Polres Ternate, Maluku Utara setelah penyamarannya sebagai anggota polwan gadungan terbongkar, Selasa (19/4/2016) KOMPAS.com/YAMIN ABD HASANFandy Farmadi (23) diamankan Satreskrim Polres Ternate, Maluku Utara setelah penyamarannya sebagai anggota polwan gadungan terbongkar, Selasa (19/4/2016)
|
EditorFarid Assifa

TERNATE, KOMPAS,com - Seorang waria yang menyamar sebagai polisi wanita (Polwan) diamankan Unit PPA Satreskrim Polres Ternate, Maluku Utara, Selasa (19/4/2016).

Waria yang diketahui bernama Fandy Farmadi (23) itu diamankan saat bersama pacarnya. Polwan gadungan itu berseragam lengkap layaknya anggota Polri sungguhan.

Di papan namanya tertulis F Nurhani Alwy dengan pangkat Bripda. Padahal, nama sebenarnya adalah Fandy Farmadi, warga Kelurahan Ubo-ubo, Kecamatan Kota Ternate Selatan, Maluku Utara. Adapun seragam lengkapnya ia dapatkan dari hasil menjahit sendiri.

“Tadi pagi kami dapat laporan adanya polwan gadungan, terus kami ke TKP ternyata benar, langsung diamankan,” kata Kasat Reskrim AKP Moch Arianta Fauzi melalui salah satu anggotanya.

Menurut dia, mereka sudah mendapatan informasi adanya polwan gadungan itu sejak November 2015 lalu. Namun pelaku baru bisa diamankan pagi tadi.

Dari hasil interogasi, Fandy mengaku sebagai anggota Polri dari daerah yang dipindahtugaskan ke Maluku Utara. Hanya saja, dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya kartu tanda anggota (KTA) yang menunjukkan dia seorang anggota Polri.

“Untuk motif dan ada tidaknya korbanya masih kita dalami,” katanya lagi.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Corona, Akses Keluar Masuk Kota Kendari Bakal Diperketat

Cegah Corona, Akses Keluar Masuk Kota Kendari Bakal Diperketat

Regional
Diduga Depresi, Turis Asing Berjalan Telanjang Bulat di Bali

Diduga Depresi, Turis Asing Berjalan Telanjang Bulat di Bali

Regional
Seorang Polisi di Medan Diduga Tewas Tertembak Rekannya, Ada Luka di Kepala

Seorang Polisi di Medan Diduga Tewas Tertembak Rekannya, Ada Luka di Kepala

Regional
Kala Warga Berikan Semangat untuk Pasien Positif Virus Corona yang Dijemput dari Rumahnya

Kala Warga Berikan Semangat untuk Pasien Positif Virus Corona yang Dijemput dari Rumahnya

Regional
Cegah Corona, Warga Sikka yang Keluar Malam Didenda Rp 1 Juta

Cegah Corona, Warga Sikka yang Keluar Malam Didenda Rp 1 Juta

Regional
Menantu Cabuli Ibu Mertua, Simpan Banyak Foto Perempuan Lansia di Ponsel

Menantu Cabuli Ibu Mertua, Simpan Banyak Foto Perempuan Lansia di Ponsel

Regional
Cegah Covid-19, Objek Wisata Malino Ditutup untuk Umum

Cegah Covid-19, Objek Wisata Malino Ditutup untuk Umum

Regional
Pemkot Bandung Akan Bagikan 22.000 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Corona

Pemkot Bandung Akan Bagikan 22.000 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Corona

Regional
Dua Pemudik dari Jakarta Demam Tinggi Setiba di Salatiga, Diminta Karantina Diri

Dua Pemudik dari Jakarta Demam Tinggi Setiba di Salatiga, Diminta Karantina Diri

Regional
Kisah Pilu Jenazah Positif Corona di Tasikmalaya: Ditolak Warga, 24 Jam Tertahan di Ambulans

Kisah Pilu Jenazah Positif Corona di Tasikmalaya: Ditolak Warga, 24 Jam Tertahan di Ambulans

Regional
UPDATE: Pasien Positif 02 di Lampung Meninggal

UPDATE: Pasien Positif 02 di Lampung Meninggal

Regional
Satu Pasien PDP Corona Asal Bangladesh Meninggal di Babel

Satu Pasien PDP Corona Asal Bangladesh Meninggal di Babel

Regional
Wali Kota Bandung Tak Lakukan 'Local Lockdown', tapi Pertimbangkan Karantina Lokal

Wali Kota Bandung Tak Lakukan "Local Lockdown", tapi Pertimbangkan Karantina Lokal

Regional
'Kami Siap Bertempur di Garda Depan, tetapi kalau Tidak Ada APD, Kami Mati'

"Kami Siap Bertempur di Garda Depan, tetapi kalau Tidak Ada APD, Kami Mati"

Regional
Gubernur Sumsel Putuskan Tidak 'Lockdown', Pemudik Diminta Jangan Pulang Kampung

Gubernur Sumsel Putuskan Tidak "Lockdown", Pemudik Diminta Jangan Pulang Kampung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X