Polisi dan BKSDA Aceh Selidiki Penyebab Kematian Gajah

Kompas.com - 18/04/2016, 20:52 WIB
Tim Polres Aceh Timur dan BKSDA Aceh sedang meneliti penyebab kematian gajah di Aceh Timur, Selasa (18/4/2016) Kompas.com/MasriadiTim Polres Aceh Timur dan BKSDA Aceh sedang meneliti penyebab kematian gajah di Aceh Timur, Selasa (18/4/2016)
|
EditorFarid Assifa

LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com - Tim Identifikasi Polres Aceh Timur bersama Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Senin (18/4/3016), menyelidiki penyebab kematian seekor gajah jantan di kompleks perkebunan PT Dwi Kencana Semesta di Desa Jambo Reuhat, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur.

Tim mengambil sampel darah, kotoran dan pembedahan gajah untuk diteliti.

Kasat Reskrim Polres Aceh Timur, AKP Budi Nasuha mengatakan, hasil pemeriksaan sementara gajah, jantan itu diperkirakan mati 2 hari lalu.

"Usia gajah diperkirakan empat tahun," jelas AKP Budi.

Dia menambahkan, tahap pertama penyelidikian adalah menyisir lokasi radius 100 meter dari tempat gajah mati. Hal ini untuk mengetahui apakah ada benda-benda yang mencurigakan.

"Tahap kedua mengambil contoh darah dan kotoran gajah, dan terakhir membedah gajah. Pembedahan dilakukan oleh dokter Ridwan dan Rika Mawarti dari BKSDA," ujarnya.

Tim BKSDA mengambil hati, jantung, usus, limpa, lidah dan cairan usus dari gajah untuk diteliti di laboratorium.

"Sekitar satu minggu ke depan baru bisa diketahui secara pasti apa penyebab kematian satwa yang dilindungi itu," ujarnya.

Setelah proses pembedahan berakhir, kemudian diambil gading yang panjangnya sekitar 3 sentimeter dan dibawa ke kantor BKSDA Aceh.

"Setelah itu, tadi bangkai gajahnya sudah dikuburkan," pungkasnya.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jembatan Senilai Rp 1,2 Miliar yang Dibangun 2019 Ambrol, Ini Penjelasan DPU-PR Boyolali

Jembatan Senilai Rp 1,2 Miliar yang Dibangun 2019 Ambrol, Ini Penjelasan DPU-PR Boyolali

Regional
Pesawat Trigana Air Tergelincir di Bandara Sentani Jayapura, Papua

Pesawat Trigana Air Tergelincir di Bandara Sentani Jayapura, Papua

Regional
Warga Rusia Hilang di Perairan Nusa Penida Bali Saat Spearfishing

Warga Rusia Hilang di Perairan Nusa Penida Bali Saat Spearfishing

Regional
Bobok Bumbung, Cara Warga Desa di Cilacap Menabung untuk Bayar PBB

Bobok Bumbung, Cara Warga Desa di Cilacap Menabung untuk Bayar PBB

Regional
Demam Berdarah di NTT Sebabkan 21 Orang Meninggal

Demam Berdarah di NTT Sebabkan 21 Orang Meninggal

Regional
Terendam Banjir, PLN UID Jabar Putus Sementara Aliran Listrik di 712 Gardu

Terendam Banjir, PLN UID Jabar Putus Sementara Aliran Listrik di 712 Gardu

Regional
Penderita DBD di Sikka Bertambah Jadi 868 Orang, 7 Meninggal Dunia

Penderita DBD di Sikka Bertambah Jadi 868 Orang, 7 Meninggal Dunia

Regional
Fakta Baru Tragedi Susur Sungai Sempor di Sleman, 3 Tersangka Ditahan hingga Tanggapan Sri Sultan

Fakta Baru Tragedi Susur Sungai Sempor di Sleman, 3 Tersangka Ditahan hingga Tanggapan Sri Sultan

Regional
Limbah Minyak Hitam Kembali Cemari Pesisir Pantai Bintan

Limbah Minyak Hitam Kembali Cemari Pesisir Pantai Bintan

Regional
Baru Dibuka 2 Bulan, Jembatan Senilai Rp 1,2 Miliar Ambruk

Baru Dibuka 2 Bulan, Jembatan Senilai Rp 1,2 Miliar Ambruk

Regional
Gempa Bermagnitudo 5,1 Guncang Mentawai, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Gempa Bermagnitudo 5,1 Guncang Mentawai, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Regional
Video Viral Detik-detik Plafon Maliboro Mall di Yogyakarta Ambrol

Video Viral Detik-detik Plafon Maliboro Mall di Yogyakarta Ambrol

Regional
2 Tersangka Baru Susur Sungai yang Tewaskan 10 Siswa SMPN 1 Turi Langsung Ditahan

2 Tersangka Baru Susur Sungai yang Tewaskan 10 Siswa SMPN 1 Turi Langsung Ditahan

Regional
Balas Dendam, Alasan 4 Pria Ngaku Polisi Pukuli dan Masukkan Pelajar SMK Gowa ke Bagasi Mobil

Balas Dendam, Alasan 4 Pria Ngaku Polisi Pukuli dan Masukkan Pelajar SMK Gowa ke Bagasi Mobil

Regional
Pukuli dan Masukkan Pelajar SMK ke Bagasi Mobil, 4 Pria Ngaku Polisi Ternyata Salah Sasaran

Pukuli dan Masukkan Pelajar SMK ke Bagasi Mobil, 4 Pria Ngaku Polisi Ternyata Salah Sasaran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X