Keluarga Segera Tengok Ba'asyir di Gunung Sindur

Kompas.com - 17/04/2016, 21:52 WIB
Terdakwa kasus terorisme Abu Bakar Baasyir menjalani persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (24/3/2011). Ba'asyir didakwa terlibat dalam pelatihan terosis di Aceh dan beberapa aksi terorisme di tanah air. TRIBUNNEWS/DANY PERMANATerdakwa kasus terorisme Abu Bakar Baasyir menjalani persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (24/3/2011). Ba'asyir didakwa terlibat dalam pelatihan terosis di Aceh dan beberapa aksi terorisme di tanah air.
|
EditorGlori K. Wadrianto

SUKOHARJO, KOMPAS.com - Keluarga Abu Bakar Ba'asyir mengaku hilang kontak pasca pemindahan pendiri Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah tersebut.

Putera Ba'asyir juga mengaku tidak mendapat informasi resmi apapun dari pihak keamanan, khususnya Kementerian Hukum dan HAM.

Saat menggelar jumpa pers di Kompleks Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, di Cemani, Sukoharjo, Abdulrochim menjelaskan ketidaktahuan mereka terkait kondisi kesehatan terakhir Ba'asyir.

"Kami tidak tahu kondisi beliau saat ini, di lapas yang baru. Kami hilang kontak," kata Abdurrochim, putera bungsu Ba'asyir, Minggu (17/4/2016).

Abdurrochim atau sering dipanggil Ustaz Iim akan terus mencari informasi terkait kondisi ayahandanya.

Baca: Abu Bakar Baasyir Resmi Tempati Lapas Gunung Sindur

Kepada sejumlah wartawan, Iim mengaku terakhir berjumpa dengan Ba'asyir pada hari Rabu 13 April 2016 lalu.

Pihak keluarga Ba'asyir akan berkoordinasi dengan Tim Pengacara Muslim yang berada di Jakarta untuk menjenguk ke Lapas Gunung Sindur.

Rencananya Senin esok, keluarga Ba'asyir akan menjenguk ke Lapas Sindur di Bogor.

"Keluarga akan menjenguk ke Bogor, dan seharusnya keluarga diberitahu tentang pemindahan tersebut," kata Iim.

Sementara itu, Iim juga berharap, di Lapas Sindur, ayahnya mendapat perlakuan yang lebih manusiawi, tidak seperti di Lapas Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap.

"Beliau kondisinya tertekan, karena benar benar diisolasi, interaksi dengan tahanan lain dibatasi, dan selalu dipantau dengan kamera CCTV. Untuk berjemur sinar matahari pun tidak bisa. Saya harap di Sindur tidak demikian," kata dia.

Abu Bakar Ba'asyir ditahan di Lapas Pasir putih sejak tahun 2012, atas dakwaan kasus terorisme.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X