PT Semen Sayangkan Aksi 9 "Kartini Kendeng" Mengecor Kaki Sendiri

Kompas.com - 15/04/2016, 11:49 WIB
Sembilan petani perempuan yang kerap disebut Kartini pegunungan Kendeng, kembali menggelar aksi protes dengan mengecor kaki mereka dengan semen, di seberang Istana Negara, Rabu (13/4/2016). Mereka menolak keberadaan pabrik semen di wilayah Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah, karena berdampak buruk pada kondisi lingkungan. Kristian ErdiantoSembilan petani perempuan yang kerap disebut Kartini pegunungan Kendeng, kembali menggelar aksi protes dengan mengecor kaki mereka dengan semen, di seberang Istana Negara, Rabu (13/4/2016). Mereka menolak keberadaan pabrik semen di wilayah Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah, karena berdampak buruk pada kondisi lingkungan.
|
EditorFarid Assifa

SEMARANG, KOMPAS.com – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk mengaku prihatin dengan aksi protes para petani dari Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, yang mengecor kedua kaki menggunakan semen di Istana Negara, Jakarta pada Selasa (12/4/2016) lalu.

“Itu menyakiti diri sendiri, sayang. Padahal sebagai perusahan negara, kami terbuka, dan kami berkomitmen untuk menjaga air,” kata Sekretaris Perusahaan Agung Wiharto kepada Kompas.com, Jumat (15/4/2016).

Menurut dia, pihaknya selalu terbuka untuk menampung semua penolakan dari warga yang muncul dalam proses pembangunan pabrik semen. Pihaknya juga telah berkomitmen menjaga alam, serta minta pengawasan dari warga maupun media ketika proses produksi telah berjalan.

Agung menilai, keterbukaan perusahaannya masih diragukan, sehingga aksi protes masih terus dilakukan.

“Kami hormati ekspresi mereka. Masalah Amdal ini sebenarnya sudah selesai, tapi kami menghormati ekspresi mereka. Kami tidak arogan, dan akan rangkul mereka kembali,” kata Agung. [Baca juga: Senandung Pilu "Kartini Kendeng" Menolak Pabrik Semen]

Pihaknya pun mengaku bersedia ketika dipertemukan dengan pihak yang menolak. Terlebih ada tawaran dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang bersedia menjadi mediator untuk menyelesaikan persoalan.

“Kami tegaskan, tanah yang akan kami gunakan untuk tambang semen tidak diambil dari tanah mereka. Kalaupun dibeli itu nanti boleh diperuntukkan bagi mereka,” tambahnya lagi.

PT Semen Indonesia saat ini tengah membangun pabrik di Desa Tegaldowo, Gunem, Rembang dengan kapasitas produksi dengan kapasitas 3 juta ton per tahun.

Sebelumnya, Gubernur Ganjar menawarkan diri untuk menjadi mediator atau pihak penengah terkait pembangunan pabrik semen. Hal itu dilakukan karena hingga saat ini masih terjadi penolakan dari warga terkait pendirian pabrik, meski gugatan hukum warga dimentahkan pengadilan.

Ganjar juga ingin duduk bersama mengatasi kekhawatiran dari warga yang tetap menolak pendirian semen.

"Apa yang dibutuhkan, lahan, air, semua bisa dijamin. Saya nanti yang minta jaminan dari Semen Indonesia," kata mantan anggota DPR RI ini.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diperkosa Kenalan Facebook, Seorang Siswi SMP Ditinggalkan Dalam Kebun

Diperkosa Kenalan Facebook, Seorang Siswi SMP Ditinggalkan Dalam Kebun

Regional
Melanggar Jam Malam, Kafe dan Rumah Makan di Kota Malang Dikenai Sanksi

Melanggar Jam Malam, Kafe dan Rumah Makan di Kota Malang Dikenai Sanksi

Regional
Viral di Medsos, Fenomena Awan Arcus Terlihat di Langit Bandara YIA Kulon Progo

Viral di Medsos, Fenomena Awan Arcus Terlihat di Langit Bandara YIA Kulon Progo

Regional
Hari Ke-7 Pencarian Sriwijaya Air SJ 182, Keluarga Pilot Afwan: Kami Ikhlas

Hari Ke-7 Pencarian Sriwijaya Air SJ 182, Keluarga Pilot Afwan: Kami Ikhlas

Regional
Gubernur Sulsel Siapkan Rumah Sakit untuk Rawat Korban Gempa Sulbar

Gubernur Sulsel Siapkan Rumah Sakit untuk Rawat Korban Gempa Sulbar

Regional
Tenaga Kesehatan di Daerah 3T di Maluku Dibolehkan Gunakan Dana Kesehatan untuk Urusan Vaksinasi

Tenaga Kesehatan di Daerah 3T di Maluku Dibolehkan Gunakan Dana Kesehatan untuk Urusan Vaksinasi

Regional
Seorang Mahasiswi Diperkosa lalu Ditinggal di Arena MTQ Tengah Malam

Seorang Mahasiswi Diperkosa lalu Ditinggal di Arena MTQ Tengah Malam

Regional
Gerebek 2 Pabrik Miras di Banyumas, Polisi Amankan 365 Liter Tuak

Gerebek 2 Pabrik Miras di Banyumas, Polisi Amankan 365 Liter Tuak

Regional
Wali Kota Palembang usai Disuntik Vaksin Covid-19: Saya Jadi Lebih Sehat

Wali Kota Palembang usai Disuntik Vaksin Covid-19: Saya Jadi Lebih Sehat

Regional
Terlibat Penipuan Rp 100 Juta dan Jadi Buronan, Wanita Ini Ditangkap

Terlibat Penipuan Rp 100 Juta dan Jadi Buronan, Wanita Ini Ditangkap

Regional
Mengenang Masa Kecil Bagian I: Nangis Pingin Dibeliin Sepeda dan Domba

Mengenang Masa Kecil Bagian I: Nangis Pingin Dibeliin Sepeda dan Domba

Regional
60.000 Warga Terima BST Rp 300.000 Selama PPKM di Badung

60.000 Warga Terima BST Rp 300.000 Selama PPKM di Badung

Regional
600 Rumah Terendam Banjir, Wali Kota Banjarmasin Tetapkan Status Darurat Bencana

600 Rumah Terendam Banjir, Wali Kota Banjarmasin Tetapkan Status Darurat Bencana

Regional
Namanya Dicatut untuk Menipu, Bupati Purbalingga Lapor Polisi

Namanya Dicatut untuk Menipu, Bupati Purbalingga Lapor Polisi

Regional
Jalan Trans Sulawesi Lumpuh Tertutup Longsor akibat Gempa Majene

Jalan Trans Sulawesi Lumpuh Tertutup Longsor akibat Gempa Majene

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X