Ganjar: Silakan Buang Rp 21 Triliun...

Kompas.com - 14/04/2016, 19:09 WIB
Dialog Musrenbangwil bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Rumah Dinas Bupati Semarang, Selasa (12/4/2016). Kompas.com/ Syahrul MunirDialog Musrenbangwil bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Rumah Dinas Bupati Semarang, Selasa (12/4/2016).
|
EditorErlangga Djumena

SEMARANG, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengingatkan, agar kabupaten/kota di daerah tersebut mengajukan permintaan bantuan berdasarkan skal prioritas. Hal itu karena alokasi bantuan yang disediakan jauh lebih kecil dibanding usulan yang disampaikan.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, saat ini usulan dari kabupaten/kota sebanyak 13.000 proposal dengan total dana mencapai Rp 23,4 triliun.

"Usulan warga itu Rp 23 triliun, tapi Bankeu cuma ada Rp 2 triliun. Silakan buang Rp 21 triliun, tapi dengan yang cara demokratis," kata Ganjar, di sela musrembang di Wonogiri, Kamis (14/4/2016).

Lantaran jumlah bantuan terbatas itulah, dia minta agar skala program priotas diunggulkan untuk mendapat bantuan. Namun demikian, ia tetap ingin agar 35 kabupaten dan kota di Jateng bisa mendapatkan dana bantuan.

"Saya mohon ketika mutuskan yang proporsional. Jangan ada daerah yang dapat banyak, dan daerah kecil. Dana harus merata, atur skala prioritasnya," tambahnya.

Semua usulan yang masuk melalui Musrembang, tambah dia, akan disaring serta dilakukan verifikasi ulang sesuai anggaran yang dimiliki Pemprov Jateng.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Provinsi Jawa Tengah Urip Sihabudin, fokus bantuan keuangan yang hendak disampaikan diarahkan pada pengentasan masalah pangan, energi terbarukan, dan penanggulangan kemiskinan.

Tujuan akhir dari bantuan untuk menjadikan wilayah menjadi mandiri.

Skala prioritas yang diberikan meliputi peningkatan produktivitas kedelai, peningkatan jaringan irigasi, pemberdayaan nelayan, petani, pelaku UMKM, dan infrastruktur pendukung pariwisata.

Jateng sendiri saat ini berusaha mengurangi angka kemiskinan. Dari 33 juta penduduk Jateng, 4,5 juta warga diantaranya kategori miskin, 860.000 warga di antaranya masih pengangguran.

Kemiskinan juga disumbang banyaknya rumah tidak layak huni (RTLH). Di eks wilayah Surakarta saja setidaknya ada 76.165 rumah yang tak layak. Sementara rumah tangga yang belum tersentuh listrik sebanyak 10.736. 

baca juga: Ganjar: Kaki Kartini Kendeng Disemen, Siapa yang Desain Ya?



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penyintas Covid-19, Bupati Lumajang Thoriqul Haq Sumbangkan Plasma Darah

Jadi Penyintas Covid-19, Bupati Lumajang Thoriqul Haq Sumbangkan Plasma Darah

Regional
Petani di Jambi Resah, Terancam Gagal Panen gara-gara Pupuk Oplosan

Petani di Jambi Resah, Terancam Gagal Panen gara-gara Pupuk Oplosan

Regional
Seberangi Sungai Cimanuk dengan Jeriken, Warga Sumedang Hilang Terseret Arus

Seberangi Sungai Cimanuk dengan Jeriken, Warga Sumedang Hilang Terseret Arus

Regional
Balas Dendam Pernah Dianiaya, Pria Asal Cianjur Tebas Tangan Korban hingga Putus

Balas Dendam Pernah Dianiaya, Pria Asal Cianjur Tebas Tangan Korban hingga Putus

Regional
Kapolda Babel Akhirnya Disuntik Vaksin Covid-19, Sempat Batal gara-gara Gula Darah Naik

Kapolda Babel Akhirnya Disuntik Vaksin Covid-19, Sempat Batal gara-gara Gula Darah Naik

Regional
Cerita Nakes Disuntik Vaksin Covid-19, Awalnya Sempat Ragu karena Punya Sakit Jantung

Cerita Nakes Disuntik Vaksin Covid-19, Awalnya Sempat Ragu karena Punya Sakit Jantung

Regional
Untuk Topang Perekonomian, Produksi Migas di Sekitar Jabar Ditingkatkan

Untuk Topang Perekonomian, Produksi Migas di Sekitar Jabar Ditingkatkan

Regional
Wagub Emil Dardak: Kasus Covid-19 di Jatim Melonjak 3 Kali Lipat

Wagub Emil Dardak: Kasus Covid-19 di Jatim Melonjak 3 Kali Lipat

Regional
Puncak Kasus Covid-19 di Maluku Diprediksi Februari, Satgas: Rumah Sakit Masih Aman...

Puncak Kasus Covid-19 di Maluku Diprediksi Februari, Satgas: Rumah Sakit Masih Aman...

Regional
Siswi SMK Negeri di Padang Wajib Pakai Jilbab, Orangtua Protes dan Datangi Sekolah

Siswi SMK Negeri di Padang Wajib Pakai Jilbab, Orangtua Protes dan Datangi Sekolah

Regional
Polisi Tangkap Geng Pelajar Pembacok 3 Orang di Yogyakarta

Polisi Tangkap Geng Pelajar Pembacok 3 Orang di Yogyakarta

Regional
Yani-Aminatun Ditetapkan sebagai Bupati dan Wabup Gresik Terpilih, Qosim-Alif Siap Mendukung

Yani-Aminatun Ditetapkan sebagai Bupati dan Wabup Gresik Terpilih, Qosim-Alif Siap Mendukung

Regional
Update Covid-19 di Gunungsitoli, Total Kasus Mencapai 647

Update Covid-19 di Gunungsitoli, Total Kasus Mencapai 647

Regional
Tiga Klaster Ini Dominasi Penambahan Kasus Positif Covid-18 di Bali

Tiga Klaster Ini Dominasi Penambahan Kasus Positif Covid-18 di Bali

Regional
Polisi Tangkap Ayah yang Pukul Anak Gadisnya hingga Gagang Sapu Patah

Polisi Tangkap Ayah yang Pukul Anak Gadisnya hingga Gagang Sapu Patah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X