Kompas.com - 14/04/2016, 18:52 WIB
|
EditorErlangga Djumena

PONTIANAK, KOMPAS.com - Perkembangan kasus jual beli kunci jawaban Ujian Nasional yang melibatan Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Ngabang, Kabupaten Landak, Sabirin, masih terus didalami Polresta Pontianak.

Selain Sabirin, polisi juga memeriksa tiga guru di sekolah tersebut untuk mendalami dugaan tindak pencurian kunci jawaban yang dilakukan tersangka.

Sebelumnya, polisi telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Tiga diantaranya yaitu Saiman, Yudi Satrio, dan Feby merupakan pelaku yang menjual langsung kunci jawaban tersebut kepada siswa, sedangkan Sabirin merupakan orang yang menjadi sumber bocornya kunci jawaban tersebut dan menjual kepada ketiga pelaku.

(baca: Penjual Kunci Jawaban Ujian Nasional Ditangkap, Uang Rp 8 Juta Disita)

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Andi Yul mengungkapkan, sejauh ini keempat tersangka tersebut dikenakan pasal 322 KUHP tentang membuka rahasia dengan ancaman hukuman sembilan bulan penjara. Meski ditetapkan sebagai tersangka, mereka berempat tidak dapat ditahan dan hanya dikenakan wajib lapor.

Polisi saat ini masih  terus melakukan rangkaian penyidikan untuk mengumpulkan bukti-bukti yang menguatkan terkait pencurian dokumen negara yang dilakukan Kepala MAN Ngabang tersebut, yaitu dengan memanggil tiga orang guru dari sekolah itu untuk diperiksa.

“Beberapa hari lalu kalau tidak salah ada dua atau tiga guru yang sudah diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini,” kata Andi Yul, Kamis (14/4/2016).

Pihaknya hingga saat ini masih terus melakukan pengumpulan bukti dan petunjuk terhadap dugaan tidak pindana pencurian dokumen negara yang dilakukan tersangka, Sabirin.

“Sampai saat ini masih didalami, dan sejauh ini masil pasal 322 yang dikenakan kepadanya dan tidak menutup kemungkinan pasal tersebut dapat berubah dari 322 menjadi 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman pidana penjara lima tahun" katanya.

“Kalau buktinya sudah lengkap, tentu secara otomatis kami akan kenakan pasal 362 kepada tersangka Sabirin,” tambahnya.

Sebelumnya, polisi menetapkan Sabirin sebagai tersangka karena terbukti menjual kunci jawaban Ujian Nasional seharga Rp. 25 juta kepada ketiga pelaku. Terungkapnya keterlibatan Sabirin berawal dari barang bukti berupa slip transfer rekening senilai Rp. 10 juta atas nama Sabirin. (baca: Kepala Sekolah Ditetapkan sebagai Tersangka Kebocoran Soal UN )

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Unjuk Rasa di Pantai Marbo, Nelayan Tallo Protes Pembangunan Rel At Grade

Unjuk Rasa di Pantai Marbo, Nelayan Tallo Protes Pembangunan Rel At Grade

Regional
Bangun Mal Pelayanan Publik, Upaya Pemkab Wonogiri Ciptakan Pelayanan Lebih Bagi bagi Masyarakat

Bangun Mal Pelayanan Publik, Upaya Pemkab Wonogiri Ciptakan Pelayanan Lebih Bagi bagi Masyarakat

Regional
Rayakan HUT Ke-72, Pemprov Jateng Gelar Pertujukan Seni Spektakuler

Rayakan HUT Ke-72, Pemprov Jateng Gelar Pertujukan Seni Spektakuler

Regional
Bandar Lampung Segera Bangun 3 Hotel Baru, Wali Kota Eva: Dampak Positif dari Peningkatan Bisnis Penginapan

Bandar Lampung Segera Bangun 3 Hotel Baru, Wali Kota Eva: Dampak Positif dari Peningkatan Bisnis Penginapan

Regional
Jelang HUT Ke-77 RI, Wali Kota Madiun Bagikan 5.000 Bendera Merah Putih Gratis

Jelang HUT Ke-77 RI, Wali Kota Madiun Bagikan 5.000 Bendera Merah Putih Gratis

Regional
Jaga Keselamatan Petani, Bupati Arief Sepakat Perangi Hama Tikus Tanpa Jebakan Listrik

Jaga Keselamatan Petani, Bupati Arief Sepakat Perangi Hama Tikus Tanpa Jebakan Listrik

Regional
Awalnya Dipenuhi Sampah, Desa Pandean Kini Jadi Salah Satu Desa Wisata Terbaik Se-Indonesia

Awalnya Dipenuhi Sampah, Desa Pandean Kini Jadi Salah Satu Desa Wisata Terbaik Se-Indonesia

Regional
Gubernur Syamsuar Ungkap Dampak Positif Kebijakan Gas dan Rem Penanganan Covid-19 di Riau

Gubernur Syamsuar Ungkap Dampak Positif Kebijakan Gas dan Rem Penanganan Covid-19 di Riau

Regional
Trenggalek Gelar Festival Jaranan Ke-26, Wabup Syah Natanegara Ungkap Harapannya

Trenggalek Gelar Festival Jaranan Ke-26, Wabup Syah Natanegara Ungkap Harapannya

Regional
Resmikan Mall Vaksinasi Covid-19, Gubernur Syamsuar Harap Kesadaran Vaksin Masyarakat Riau Meningkat

Resmikan Mall Vaksinasi Covid-19, Gubernur Syamsuar Harap Kesadaran Vaksin Masyarakat Riau Meningkat

Regional
Kunker ke Unnes, Bupati Arief Ajak Rektor Fathur Diskusi Pembangunan di Blora

Kunker ke Unnes, Bupati Arief Ajak Rektor Fathur Diskusi Pembangunan di Blora

Regional
Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Regional
Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Regional
Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Regional
Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.