"Di Sekeliling Kita Laut, tetapi Nelayan Kesulitan Mendapatkan Garam..."

Kompas.com - 14/04/2016, 17:17 WIB
Seorang petani garam di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan tengah memanen garammnya yang melimpah ruah sebagai imbas dari kemarau panjang yang melanda. Selasa, (25/08/2015). KOMPAS.com / ABDUL HAQSeorang petani garam di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan tengah memanen garammnya yang melimpah ruah sebagai imbas dari kemarau panjang yang melanda. Selasa, (25/08/2015).
|
EditorErlangga Djumena

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com - Tinggal di daerah kepulauan yang dikelilingi laut bukan berarti pasokan garam bisa melimpah. Masyarakat nelayan di Kecamatan Kepulauan Pongok, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, justru mengeluhkan sulitnya mendapat pasokan garam.

Pembina Kelompok Nelayan Desa Celagen, Kecamatan Kepulauan Pongok, Usman, mengatakan, kebutuhan garam untuk satu kelompok nelayan yang beranggotakan 30 orang mencapai 30 ton setiap bulannya. Artinya, untuk satu nelayan dengan satu perahu menghabiskan 1 ton garam.

“Kami hitung baru untuk satu kelompok. Padahal, di kecamatan ini banyak sekali kelompok nelayan yang semua garam didatangkan dari luar, seperti dari Jepara,” kata Usman kepada Kompas.com, Kamis (14/4/2016).

Garam dibutuhkan nelayan untuk membuat ikan asin. Setiap kali pulang melaut, hanya ikan jenis tertentu yang langsung dijual. Sebagian besar ikan hasil tangkapan justru dipersiapkan untuk ikan asin.

“Di sekeliling kita ada laut, tapi nelayan masih saja kesulitan untuk mendapatkan garam. Semuanya harus didatangkan dari luar. Jika cuaca buruk, kapal pembawa garam akan terhambat. Akibatnya, nelayan juga menunda untuk membuat ikan asin,” papar Usman yang mengaku sudah berulang kali menyampaikan persoalan saat rapat desa, tetapi belum ada solusi.

Camat Kepulauan Pongok Muhammad Iqbal mengakui adanya keluhan sulitnya mendapatkan garam. Persoalan ini, kata Iqbal, telah disampaikan pada saat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kabupaten.

“Memang banyak keterbatasan saat ini. Ada yang mau bangun pabrik, tapi sumber energinya belum ada. Listrik belum masuk,” ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut dia, sejumlah peneliti dari perguruan tinggi pernah melakukan survei kualitas air laut di Kepulauan Pongok. Hasilnya, kualitas air laut di Pongok dinyatakan layak untuk membuat garam. Namun, sebutnya, hingga saat ini belum ada tindak lanjutnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.