Disayangkan, Perusahaan Masih Persulit Karyawan Ikuti UN Paket C

Kompas.com - 08/04/2016, 10:05 WIB
KOMPAS.com / RAMDHAN TRIYADI BEMPAH Ardi Yusuf, kakek berusia 61 tahun ini tercatat sebagai peserta ujian nasional Paket C setara SMA tertua di Kota Bogor, Selasa (5/4/2016)

UNGARAN, KOMPAS.com - Pendidikan adalah hak dasar bagi setiap warga negara Indonesia. Namun sayangnya tidak semua warga negara dapat mengenyam pendidikan dengan berbagai alasan, seperti ketiadaan akses, biaya serta kesempatan.

Seperti yang tergambar dari pelaksanaan Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) Paket C tahun 2016 di Kabupaten Semarang. Ternyata masih ada perusahaan yang mempersulit karyawannya untuk mengikuti UN yang berlangsung selama 4 hari, dari 4 hingga 7 April kemarin.

"Anak didik kami yang mengikti UN ini ada 39, tapi ada 3 yang tidak datang. Mereka tidak mendapatkan izin dari pabrik," ungkap Ignatius Suparjan, pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Ngudi Ilmu, saat ditemui di SMPN 3 Ungaran, Kamis (7/4/2016) sore.

Suparjan sangat menyayangkan kondisi tersebut, sebab proses belajar dan mengajar para siswa selama tiga tahun di PKBM akan ditentukan dalam UNPK ini.

Sebenarnya, pihak PKBM juga sudah berupaya melayangkan surat permohonan izin kepada perusahan masing-masing peserta UNPK tersebut.

"Kami sudah usaha memberikan surat izin seminggu sebelumnya. Mudah-mudahan mereka bisa mengikuti UN susulan minggu depan," ujar Suparjan.

Kondisi tersebut diakui oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kabupaten Semarang. Pejabat Penanggung jawab Teknis Kegiatan (PPTK) Paket C, Eni Susilowati mengatakan, tingkat ketidakhadiran para peserta UNPK Paket C di Kabupaten Semarang mencapai 10 persen.

Menurut Eni, ketidakhadiran peserta ini dengan berbagai alasan, seperti sakit dan tidak bisa meninggalkan pekerjaan.

Dinas Pendidikan sebenarnya sangat serius mendorong pendidikan kesetaraan ini. Bahkan Sekretaris Dearah (Sekda) Pemkab Semarang Gunawan Wibisono sendiri secara khusus melayangkan surat ke perusahaan-perusahaan agar memberikan izin kepada karyawannya yang ingin mengikuti UNPK.

"Ada surat permohonan izin dari Sekda ke perusahaan," ujar Eni.

Tahun ini, lanjutnya, jumlah peserta UNPK Paket C di Kabupaten Semarang mencapai 734 siswa yang berasal dari berbagai PKBM dan Pondok Pesantren di Kabupaten Semarang. Pelaksanaan UNPK Paket C dibagi di dua sekolah, yakni di SMPN 1 Ungaran dan SMPN 3 Ungaran, dengan jadwal pelaksanaan pukul 13.30 bergantian dengan kegiatan belajar-mengajar sekolah yang ditempati.

Eni mengakui bahwa latar belakang peserta pendidikan Kesetaraan Paket C di Kabupaten Semarang sebagian besar adalah pekerja pabrik, yang notabene di Kabupaten Semarang banyak terdapat kawasan industri.

Pihaknya berharap para peserta yang tidak bisa mengikuti UNPK Paket C gelombang pertama ini dapat mengikuti UN susulan.

"Kami masih mengonfirmasi peserta yang tidak bisa hadir di UN ini untuk mengikuti ujian susulan," pungkas Eni.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorFarid Assifa
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Kisruh Konfercab PDI-P Surabaya Berakhir, Adi Sutarwijono Dilantik Gantikan Wisnu Sakti Buana

Kisruh Konfercab PDI-P Surabaya Berakhir, Adi Sutarwijono Dilantik Gantikan Wisnu Sakti Buana

Regional
Bus Cadangan Pengantar Calon Jemaah Haji Senggol Pagar, 1 Tewas, 4 Terluka

Bus Cadangan Pengantar Calon Jemaah Haji Senggol Pagar, 1 Tewas, 4 Terluka

Regional
Guguran Lava Gunung Karangetang Mengarah ke Kali Beha Timur, Bupati Sitaro Keluarkan Imbauan

Guguran Lava Gunung Karangetang Mengarah ke Kali Beha Timur, Bupati Sitaro Keluarkan Imbauan

Regional
Buaya 2,5 Meter Ditangkap karena Kerap Muncul di Lokasi Pemandian Anak

Buaya 2,5 Meter Ditangkap karena Kerap Muncul di Lokasi Pemandian Anak

Regional
Di Berlin, Kualitas Manajemen Pemkot Semarang Diakui Dunia

Di Berlin, Kualitas Manajemen Pemkot Semarang Diakui Dunia

Regional
Kembali ke Lapas Sukamiskin, Begini Aktivitas Setya Novanto

Kembali ke Lapas Sukamiskin, Begini Aktivitas Setya Novanto

Regional
Struktur Mirip Fondasi Ditemukan di Situs Peninggalan Majapahit

Struktur Mirip Fondasi Ditemukan di Situs Peninggalan Majapahit

Regional
5 Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Cisinga Tasikmalaya Ditahan

5 Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Cisinga Tasikmalaya Ditahan

Regional
Murid SD Diculik dan Dicabuli di Toilet SPBU di Pekanbaru

Murid SD Diculik dan Dicabuli di Toilet SPBU di Pekanbaru

Regional
Korban Gempa Bali dan Maluku Utara Dapat Bantuan Rp 15 Juta, Rumah Rusak Akan Diperbaiki

Korban Gempa Bali dan Maluku Utara Dapat Bantuan Rp 15 Juta, Rumah Rusak Akan Diperbaiki

Regional
Pengungsi Gempa di Maluku Utara Capai 3.104 Jiwa, Butuh Tikar dan Selimut

Pengungsi Gempa di Maluku Utara Capai 3.104 Jiwa, Butuh Tikar dan Selimut

Regional
Wakil Ketua DPRD Surabaya Jadi Tersangka Korupsi Jasmas

Wakil Ketua DPRD Surabaya Jadi Tersangka Korupsi Jasmas

Regional
Hasil Investigasi: Ambruknya Tiang Penyangga Tol BORR karena 'Human Error'

Hasil Investigasi: Ambruknya Tiang Penyangga Tol BORR karena "Human Error"

Regional
Gerebek Pesta Sabu, Polisi di Palu Dilempari Batu dan Diacungi Senjata Tajam oleh Warga

Gerebek Pesta Sabu, Polisi di Palu Dilempari Batu dan Diacungi Senjata Tajam oleh Warga

Regional
Viral, Video Babi Berkeliaran Setelah Truk Pengangkutnya Terguling

Viral, Video Babi Berkeliaran Setelah Truk Pengangkutnya Terguling

Regional
Close Ads X