Kompas.com - 06/04/2016, 15:12 WIB
Tampak ratusan pemuda memadati halaman Kantor Gubernur Papua di Jayapura pada Rabu (6/4/2016) Fabio M Lopes CostaTampak ratusan pemuda memadati halaman Kantor Gubernur Papua di Jayapura pada Rabu (6/4/2016)
|
EditorCaroline Damanik

JAYAPURA, KOMPAS.com - Sekitar 300 pemuda yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswi Pemuda dan Masyarakat Papua menggelar aksi unjuk rasa menolak peredaran miras di Kantor Gubernur Papua, Kota Jayapura, Rabu (6/4/2016).

Aksi unjuk rasa ini digelar untuk menindaklanjuti penandatanganan pakta integritas oleh Gubernur Papua Lukas Enembe bersama seluruh bupati dan wali kota di Papua pada 30 Maret 2016 lalu.

Aksi demo dimulai dari daerah Waena sejak pukul 11.00 WIT. Sekitar dua jam kemudian para pendemo tiba di kantor gubernur. Aksi baru berakhir sekitar pukul 15.30 WIT.

Para pendemo menyampaikan 10 poin dalam tuntutannya, antara lain mendesak pemerintah merealisasikan pelarangan produksi dan peredaran minuman keras di seluruh Papua, mencabut izin peredaran minuman keras.

Selain itu, para pendemo mengharapkan tindakan tegas berupa sanksi denda sebesar Rp 100 miliar bagi oknum yang terlibat dalam peredaran miras.

Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia Kota Jayapura Benyamin Gurik menyatakan, pihaknya mendukung pemerintah daerah agar memperjuangkan peningkatan taraf hidup dan martabat orang asli Papua.

"Demi keberlangsungan hidup anak Papua di masa mendatang, kami mendesak pemerintah segera menindaklanjuti segala tuntutan ini dalam waktu singkat," kata Benyamin.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Papua Hery Dosinaen yang menemui para demonstran mengakui, telah ada Perda pelarangan miras sejak tahun 2009 lalu. Namun, aksi penjualan miras masih terus berlangsung hingga saat ini.

Oleh karena itu, lanjut Hery, dirinya akan membentuk tim khusus untuk menindaklanjuti masalah peredaran miras di Papua.

"Saya telah memerintahkan Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Pemprov Papua Doren Wakerkwa untuk membentuk tim itu. Saya memberikan waktu tiga hari saja bagi tim ini agar segera beraksi. Kami juga akan melibatkan aparat keamanan dalam upaya penegakan peredaran miras," ujar Hery.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol Patrige Renwarin menyatakan siap mendukung penuh kebijakan dari Pemprov Papua untuk melarang peredaran miras.

"Kebijakan ini sangat menguntungkan kami. Sebab, dampak dari miras telah menyebabkan tingginya nagka kriminalitas seperti kasus kekerasan dalam rumah tangga dan kecelakaan lalu lintas," tutur Patrige.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X