Komisi C DPRK Aceh Tengah Kembali "Sidangkan" PLN dan Rekanannya

Kompas.com - 05/04/2016, 11:22 WIB
Suasana pertemuan antara Komisi A DPRK Aceh Tengah dengan PT PLN (Persero) UPK Ketsum 5 proyek PLTA Peusangan I dan II serta para perwakilan rekanan dalam pembangunan proyek multiyear tersebut, Selasa (5/4/2016). Kompas.com/ Iwan BSuasana pertemuan antara Komisi A DPRK Aceh Tengah dengan PT PLN (Persero) UPK Ketsum 5 proyek PLTA Peusangan I dan II serta para perwakilan rekanan dalam pembangunan proyek multiyear tersebut, Selasa (5/4/2016).
|
EditorFarid Assifa

TAKENGON, KOMPAS.com - Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRK) Aceh Tengah kembali menggelar pertemuan dengan perwakilan PT PLN (Persero) UPK Ketsum 5 proyek PLTA Peusangan I dan II serta para perwakilan rekanan dalam pembangunan proyek multiyear tersebut.

Dalam pertemuan yang berlangsung, Selasa (5/4/2016) itu, anggota komisi C meminta dokumen Analisis Masalah Dampak Lingkungan (Amdal) dari pihak PLN. Selain itu, dewan juga meminta dokumen kontrak kerja sesuai dengan kesepakatan pertamuan pertama beberapa hari yang lalu.

"Amdal sudah kami terima, selanjutnya kami akan pelajari, karena baru diserahkan, jadi sekarang kami belum menerima kontrak dengan pihak ketiga," kata Amiruddin, Ketua Komisi C DPRK Aceh Tengah.

Sementara itu, pejabat Humas PT Hyundai, Syukur Kobat yang hadir saat itu mempertanyakan dokumen kontrak yang diminta oleh dewan.

"Belum jelas apakah permintaan yang dimaksud adalah kontrak PLN dengan sub kontraknya, atau Hyundai dengan rekanannya," ujar Syukur Kobat.

Selanjutnya, anggota Komisi C DPRK Aceh Tengah, Yurmiza Putra menjejelaskan salah satu kontrak yang dimaksud adalah dokumen kontrak antara PLN dengan Hyundai.

"Pekerjaan sipil yang saya maksud adalah segala kegiatan yang menggunakan material dari daerah, jadi perusahaan yang terlibat dalam hal ini harus jelas kontraknya," kata dia.

"Kita meminta pihak PLN mengeluarkan surat bupati terkait izin suplai material. Saya juga tanya, berapa banyak sudah PT Hyundai memakai material, mana dokumen kontraknya, kalau tidak ada dokumen kontrak Hyundai dan PLN, maka rapat diskorsing," tegas Yurmiza Putra.

Hingga berita ini diturunkan, rapat kerja antara DPRK Aceh Tengah dengan PLN dan rekanan serta perwakilan pemerintah daerah masih berlangsung di ruang sidang DPRK Aceh Tengah.

Berdasarkan penelusuran Kompas.com, menguatnya Amdal dan kontrak terkait proyek PLTA Peusangan I dan II karena beberapa masalah. Di antaranya semakin maraknya galian C ilegal di wilayah itu, serta kerugian warga di sekitar pembangunan yang sering menerima debu dari jalan raya akibat arus transportasi yang digunakan untuk membangun proyek tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
Program 'Jangkar', Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Program "Jangkar", Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Regional
Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Regional
Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Regional
Tingkatkan Pendapatan Daerah, Pemprov Jabar Luncurkan 'Bapenda Kapendak'

Tingkatkan Pendapatan Daerah, Pemprov Jabar Luncurkan "Bapenda Kapendak"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.