Kompas.com - 04/04/2016, 20:04 WIB
Warga Desa Karanglo memakamkan seorang warga yang meninggal, Jumat (1/4/2016). Surya/Iksan FauziWarga Desa Karanglo memakamkan seorang warga yang meninggal, Jumat (1/4/2016).
|
EditorErlangga Djumena

GRESIK, KOMPAS.com – Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Timur (Jatim), yang melakukan investigasi terkait  meninggalnya 61 warga Desa Karanglo, Kecamatan Kerek, Tuban, dalam rentang waktu 45 hari, berjanji bakal mengumumkan paparan temuan di lapangan dalam dua atau tiga hari ke depan.

Menurut Direktur Eksekutif Walhi Jatim Ony Mahardika, saat ini pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Termasuk, terus mendapatkan data tambahan otentik di lapangan, dengan cara pendekatan investigasi.

“Saat ini belum bisa kami jabarkan, karena kami masih butuh pendalaman atas data dan fakta yang kami temukan di lapangan. Kami baru akan beberkan ke masyarakat dalam dua atau tiga hari ke depan,” ungkap Ony saat dihubungi Kompas.com, Senin (4/4/2016).

Ia pun mengakui, tim yang ia terjunkan di lapangan sempat menemui kesulitan dalam mengumpulkan data dan fakta. Meski Ony tetap meyakini, tim yang diterjunkan Walhi Jatim di Tuban akan mendapat data riil, sesuai dengan data dan fakta yang ada di lapangan.

“Tim sudah mengunjungi Puskesmas dan tempat-tempat yang bersinggungan dengan fenomena tersebut. Tapi, kami curiga ada yang ditutupi dari fenomena ini, karena ada beberapa data yang kami kira tidak dibeberkan secara jelas. Makanya, kami akan coba menggunakan metode lain,” terangnya.

Untuk menyiasati sulitnya mengumpulkan data di lapangan, pihak Walhi Jatim mendekati orang-orang terkait untuk dapat mengumpulkan informasi.

“Selama ini, kami sudah berhasil menggunakan metode mengorek informasi dari orang-orang dalam dan sekitar yang cukup berkompeten. Sebab kami juga kurang yakin, masak fenomena itu dikatakan karena penyakit pagebluk (wabah penyakit),” ucapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, Oni menyebutkan, tidak menutup kemungkinan, warga yang meninggal dunia tersebut lantaran terkena pencemaran industri semen yang banyak menjamur di Kabupaten Tuban.

Hal tersebut mengacu pada 60 persen korban yang meninggal karena menderita penyakit paru-paru.

Untuk saat ini, selain PT Semen Indonesia dan PT Holcim Indonesia, juga terdapat tiga pabrik baru di Tuban. “Tapi saya lupa nama tiga pabrik baru semen ini. Yang saya ingat, mereka adalah perusahaan semen asal China,” papar Ony.

Sementara itu, jajaran pimpinan PT Semen Indonesia yang mempunyai kantor pusat di Kabupaten Gresik, enggan memberikan komentarnya saat ditemui. Mereka lebih memilih menunggu hasil investigasi yang dilakukan pihak Walhi Jatim, terkait data dan fakta yang ditemukan di lapangan nantinya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.