Kompas.com - 04/04/2016, 12:13 WIB
Para nelayan yang melakukan aksi demo.,membawa keranda mayat. KOMPAS.com/SRI LESTARIPara nelayan yang melakukan aksi demo.,membawa keranda mayat.
|
EditorFarid Assifa

DENPASAR, KOMPAS.com - Paguyuban nelayan berunjuk rasa di Wantilan DPRD Bali menuntut Menteri Kelautan dan perikanan Susi Pudjiastuti untuk mundur dari jabatannya jika tidak merevisi peraturan menteri yang merugikan nelayan.

"Kalau Bu Susi tidak mengubah Permen (peraturan menteri), Bu Susi harus mundur! (Jika) tidak mundur (akan) diturunkan oleh Presiden! Ganti dengan menteri yang pro Nawa Cita! Pro kerakyatan!" kata Ketua Paguyuban Nelayan Bali, Ketut Arsanayasa di Denpasar, Bali, Senin (4/4/2016).

Menurut Ketut Arsanayasa, peraturan yang memberatkan para nelayan adalah Permen KP Nomor 01 /2014 Tentang penangkapan Lobster, Permen KP Nomor 56 dan 57 Tahun 2014 tentang Kapal dan Buruh Nelayan.

"Penghasilan nelayan jangan ditanya, nelayan Bali sudah mati. Nelayan tidak bisa menyambung hidup," tegasnya.

"Pesan kami kepada Presiden Jokowi, kembalikan kedaulatan kami (nelayan). Pro rakyat pro Nawa Cita," tambahnya.

Para nelayan ini datang dari Kota Denpasar, Kabupaten Tabanan, Kabupaten Jembrana dan Kabupaten Badung. Sambil membawa beberapa spanduk ini, pendemo berangkat dengan jalan kaki dari Lapangan Renon, Denpasar, menuju Wantilan DPRD Bali.

Sambil menunggu anggota dewan hadir, mereka melakukan aksi dengan mengusung keranda mayat. Salah seorang pendemo memeragakan orang yang sudah meninggal dan terbujur kaku di tengah Wantilan, sebagai simbol kematian kehidupan para nelayan.

Setelah menunggu lebih dari satu jam, akhirnya para nelayan ditemui oleh Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama dan anggota Komisi II DPRD Bali.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X