Guru Honor Bunuh Bayi Hasil Hubungan Gelap dengan Tetangga

Kompas.com - 04/04/2016, 05:12 WIB
Ilustrasi ReutersIlustrasi
|
EditorFarid Assifa

SOE, KOMPAS.com - Lantaran panik dan takut diketahui oleh banyak orang, MK, seorang guru honorer di salah satu sekolah dasar di Oel'Ekam, Kecamatan Mollo Tengah, Kabupaten Timor Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), nekat membunuh bayi yang baru dilahirkannya.

Kepala Desa Oel'Ekam Ebenhaizer Oematan mengatakan, MK membunuh bayinya pada Minggu (3/4/3016). Bayi tersebut diduga kuat merupakan hasil hubungan gelap dengan tetangganya yang sudah berkeluarga.

Sebelum bayi malang itu dikubur, lanjut Oematan, warga sempat mendengar suara tangisan bayi.

Oematan mengatakan, sebagai kepala desa, ia sudah mengingatkan kepada semua ibu hamil yang sudah bersuami maupun yang belum bersuami agar segera melaporkan kehamilan ke puskesmas terdekat agar mendapat perawatan rutin.

"Namun karena diduga panik dan takut,  guru honor tersebut malah menyembunyikan aib kehamilannya dengan berdalih sedang mengidap penyakit tumor di perut," jelas Oematan.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres TTS, AKP Faria Arista mengatakan, setelah mendapat informasi tentang pembunuhan itu, pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian untuk olah TKP dan memeriksa pelaku serta para saksi.

"Dari hasil olah tempat kejadian perkara, diketahui kronologi tewasnya bayi tersebut akibat benturan keras pada tengkorak kepalanya sehingga bayi perempuan itu meninggal dunia," kata Faria.

Namun, lanjut Faria,  untuk memastikan apakah bayi tersebut digugurkan atau dilahirkan secara prematur, pihaknya masih menunggu diagnosa dokter ahli kandungan.

"Saat ini, pelaku sudah ditahan di sel Mapolres TTS untuk dimintai keterangan," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Upah 7 Bulan Ditunggak 4 Tahun, Ratusan Buruh Samarinda Kirim Karangan Bunga ke Perusahaan

Upah 7 Bulan Ditunggak 4 Tahun, Ratusan Buruh Samarinda Kirim Karangan Bunga ke Perusahaan

Regional
Mulai Ada Penurunan Kasus Covid-19, PPKM Tahap 2 di Salatiga akan Diperketat

Mulai Ada Penurunan Kasus Covid-19, PPKM Tahap 2 di Salatiga akan Diperketat

Regional
Perpanjang PPKM, Bupati Karanganyar Beri Kelonggaran Jam Operasional Pelaku Usaha

Perpanjang PPKM, Bupati Karanganyar Beri Kelonggaran Jam Operasional Pelaku Usaha

Regional
Pro Kontra Aturan Jilbab bagi Siswi Non-Muslim di SMKN 2 Padang, Kepsek: Saya Siap Dipecat, tetapi...

Pro Kontra Aturan Jilbab bagi Siswi Non-Muslim di SMKN 2 Padang, Kepsek: Saya Siap Dipecat, tetapi...

Regional
Cerita Wagub NTT Berjuang Melawan Covid-19, Demam Tinggi hingga Nafsu Makan Hilang

Cerita Wagub NTT Berjuang Melawan Covid-19, Demam Tinggi hingga Nafsu Makan Hilang

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 Januari 2021

Regional
10 Pekerja Tambang di Tanah Bumbu Kalsel Terjebak Longsor, Evakuasi Terkendala Cuaca

10 Pekerja Tambang di Tanah Bumbu Kalsel Terjebak Longsor, Evakuasi Terkendala Cuaca

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 25 Januari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 25 Januari 2021

Regional
10 Hari Setelah Divaksin Covid-19, Gubernur Gorontalo Merasa Lebih Kuat

10 Hari Setelah Divaksin Covid-19, Gubernur Gorontalo Merasa Lebih Kuat

Regional
Guru Privat Penculik Anak 9 Tahun di Bandung Tertangkap di Medan

Guru Privat Penculik Anak 9 Tahun di Bandung Tertangkap di Medan

Regional
Ridwan Kamil: Kabupaten Pangandaran dan Kota Tasikmalaya Paling Tidak Patuh Pakai Masker dan Jaga Jarak

Ridwan Kamil: Kabupaten Pangandaran dan Kota Tasikmalaya Paling Tidak Patuh Pakai Masker dan Jaga Jarak

Regional
Wali Kota Magelang Batal Divaksin Covid-19 karena Tak Penuhi Syarat

Wali Kota Magelang Batal Divaksin Covid-19 karena Tak Penuhi Syarat

Regional
Sedang Mancing, Seorang Pemuda Diterkam Buaya Laut dan Diseret Masuk Air di Depan Temannya

Sedang Mancing, Seorang Pemuda Diterkam Buaya Laut dan Diseret Masuk Air di Depan Temannya

Regional
10 Pekerja Tambang di Tanah Bumbu Kalsel Terjebak Longsor

10 Pekerja Tambang di Tanah Bumbu Kalsel Terjebak Longsor

Regional
Sopir Perusahaan Otak Perampokan Uang Setengah Miliar di Semarang Pura-pura Kejar Para Pelaku

Sopir Perusahaan Otak Perampokan Uang Setengah Miliar di Semarang Pura-pura Kejar Para Pelaku

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X