Kompas.com - 03/04/2016, 18:13 WIB
Hingga Sabtu (2/4/2016) malam, aliran listrik di rumah-rumah warga di Kepulauan Nias, Sumatera Utara, padam. Listrik padam sejak Jumat (1/4/2015) pada pukul 00.00 WIB karena PT PLN belum melunasi tunggakan kepada APR Energy selaku pemasok listrik. KOMPAS.com/HENDRIK YANTO HALAWAHingga Sabtu (2/4/2016) malam, aliran listrik di rumah-rumah warga di Kepulauan Nias, Sumatera Utara, padam. Listrik padam sejak Jumat (1/4/2015) pada pukul 00.00 WIB karena PT PLN belum melunasi tunggakan kepada APR Energy selaku pemasok listrik.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com - PT PLN Area Nias menyediakan 17 genset dengan total kapasitas 1,25 MVA untuk mengatasi padamnya listrik di Kabupaten Nias, Sumatera Utara. PLN menyatakan tidak memiliki tunggakan tagihan sewa terkait pasokan listrik tersebut.

Manajer Senior Public Relations PT PLN Persero Agung Murdifi mengatakan, semua tagihan sewa pembangkit listrik tenaga diesel Nias yang telah masuk ke PLN dan telah verifikasi oleh PLN semua telah terbayar.

"Kalaupun ada tagihan belum terbayar karena belum menagih dan atau kalau sudah masuk tagihannya, adminisitrasi belum terverifikasi atau belum lengkap," kata Agung kepada Kompas.com, Minggu (3/4/2016).

(Baca PLN Masih "Nunggak", Listrik di Nias Padam Dua Hari)

Menurut Agung, pemadaman listrik yang terjadi di Nias terjadi akibat dua PLTD sewa masing-masing berkapasitas 10 MegaWatt berhenti beroperasi. Kedua mesin PLTD itu terletak di Moawo dan Idanoi.

Akibat masalah tersebut, Nias mengalami kekurangan pasokan listrik sebanyak 74 persen atau sebesar 20 MW dari total beban puncak sebesar 24 MW.

Untuk memasok listrik di daerah tersebut, PLN tengah melakukan sejumlah upaya, antara lain mengirimkan genset-genset dari seluruh wilayah Sumut. PLN juga meminjam genset dari wilayah Sumatera Barat.

Saat ini pengiriman genset gelombang pertama sebanyak 10 genset dengan dengan total kapasitas 650 kVA telah tiba di Nias. Tujuh genset dengan total kapasitas 600 kVA akan dikirim hari ini.

"Kami mohon maaf atas pemadaman yang terjadi dan memohon kepada semua pihak agar turut mendukung PLN Wilayah Sumut untuk dapat segera mengatasi krisis listrik yang terjadi," kata Agung.

Sebelum terjadi pemadaman, PLN telah melakukan pertemuan dengan Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Plus dan pemilik PLTD sewa.

Hasil pertemuan itu, disepakati adanya perpanjangan sewa selama 1 tahun. Namun, kata Agung, pemilik PLTD menghentikan operasi mesin pada Jumat (1/4/2016) malam.

Pertemuan dengan muspida dan tokoh agama serta tokoh masyarakat setempat digelar kembali pada Sabtu malam kemarin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.