Busyro: Otopsi Ulang Siyono Hanya untuk Mencari Keadilan dan Kebenaran

Kompas.com - 03/04/2016, 16:48 WIB
Pengamanan di sekitar makam saat otopsi Siyono di Klaten, Minggu (3/4/2016). KOMPAS.COM/ M WismabrataPengamanan di sekitar makam saat otopsi Siyono di Klaten, Minggu (3/4/2016).
|
EditorFarid Assifa

KLATEN, KOMPAS.com - Ketua PP Muhammadiyah, Busyro Muqqodas, menjelaskan bahwa proses otopsi jenazah terduga teroris, Siyono, di Klaten, Jawa Tengah, murni untuk mendapatkan keadilan dan kebenaran.

Selain Busyro, anggota Komnas HAM juga turut datang ke tempat otopsi jenazah Siyono digelar, Minggu (3/4/2016). Warga di sekitar Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Desa Pogung, Kecamatan Cawas, berdatangan ke lokasi pemakaman untuk menyaksikan proses otopsi ulang jenazah Siyono.

Ketatnya penjagaan dari Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam), membuat warga hanya bisa menonton di luar tembok makam.

Pada hari tersebut, tampak Ketua PP Muhammadiyah Busyro Muqodas datang mengikuti proses otopsi. Selain Busryo, anggota Komnas HAM Divisi Pemantauan, Hafidz Abbas, juga hadir.

Dalam kesempatan tersebut, Busyro menegaskan bahwa otopsi hanya semata-mata untuk mencari keadilan dan kebenaran.

"Semangat mencari keadilan di Indonesia ini sulit dan berat, tapi semoga bisa tercapai sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Maksudnya hanya itu saja, tidak ada yang lain," kata Busyro kepada wartawan, Minggu (3/4/2016).

Sementara itu, Komnas HAM mengaku meminta otopsi jenazah Siyono untuk penyelidikan lebih jauh penyebab kematiannya setelah ditangkap Densus 88 Anti Teror beberapa waktu lalu.

"Kita menggandeng Muhammadiyah karena memiliki infrastrukur dan jaringan yang luas, untuk memfasilitasi terlaksananya otopsi. Muhmmadiyah sendiri hanya membantu keluarga Siyono, yaitu istrinya," kata Hafid.

Hafid juga menambahkan, proses otopsi dari pukul 09.00 WIB berjalan lancar.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Eks TKI Alami Gangguan Jiwa, Hidup dengan 4 Anaknya yang Kurang Gizi, Popok Sampai Berulat

Eks TKI Alami Gangguan Jiwa, Hidup dengan 4 Anaknya yang Kurang Gizi, Popok Sampai Berulat

Regional
Perahu Wisata Terbalik di Bendungan Cikoncang, Banten, 3 Orang Tewas

Perahu Wisata Terbalik di Bendungan Cikoncang, Banten, 3 Orang Tewas

Regional
Oknum Polisi yang Todongkan Pistol ke Pengunjung Saat Ribut di Warung Tuak Diperiksa Propam

Oknum Polisi yang Todongkan Pistol ke Pengunjung Saat Ribut di Warung Tuak Diperiksa Propam

Regional
Perwira Polisi Bawa 16 Kg Sabu, Kapolda: Kita Harap Hakim Beri Hukuman Layak ke Pengkhianat Bangsa Ini

Perwira Polisi Bawa 16 Kg Sabu, Kapolda: Kita Harap Hakim Beri Hukuman Layak ke Pengkhianat Bangsa Ini

Regional
'Fun Bike' Diwarnai Joget, Ada Peserta Tak Bermasker, Polisi: Acara Tak Berizin, Kami Minta Bubarkan Diri

"Fun Bike" Diwarnai Joget, Ada Peserta Tak Bermasker, Polisi: Acara Tak Berizin, Kami Minta Bubarkan Diri

Regional
Adu Jotos di Warung Tuak, Polisi Todongkan Pistol ke Pengunjung, Ini Kronologinya

Adu Jotos di Warung Tuak, Polisi Todongkan Pistol ke Pengunjung, Ini Kronologinya

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 Oktober 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Oktober 2020

Regional
Kronologi 2 Satpam Divonis Bersalah atas Kasus Pembunuhan, Gegara Membela Diri Saat Diserang dengan Sajam

Kronologi 2 Satpam Divonis Bersalah atas Kasus Pembunuhan, Gegara Membela Diri Saat Diserang dengan Sajam

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 25 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 25 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 Oktober 2020

Regional
Terlibat Perjudian, Oknum Kades di Grobogan Terancam 10 Tahun Penjara

Terlibat Perjudian, Oknum Kades di Grobogan Terancam 10 Tahun Penjara

Regional
Gerakan 'Rakyat Bantu Rakyat' di Yogyakarta, Siapkan Makanan untuk Buruh Gendong di Masa Pandemi

Gerakan "Rakyat Bantu Rakyat" di Yogyakarta, Siapkan Makanan untuk Buruh Gendong di Masa Pandemi

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 25 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 25 Oktober 2020

Regional
Dampak Gempa Pangandaran, 15 Rumah di Ciamis dan Garut Rusak

Dampak Gempa Pangandaran, 15 Rumah di Ciamis dan Garut Rusak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X