PLN Masih "Nunggak", Listrik di Nias Padam Dua Hari - Kompas.com

PLN Masih "Nunggak", Listrik di Nias Padam Dua Hari

Kompas.com - 03/04/2016, 07:33 WIB
KOMPAS.com/HENDRIK YANTO HALAWA Hingga Sabtu (2/4/2016) malam, aliran listrik di rumah-rumah warga di Kepulauan Nias, Sumatera Utara, padam. Listrik padam sejak Jumat (1/4/2015) pada pukul 00.00 WIB karena PT PLN belum melunasi tunggakan kepada APR Energy selaku pemasok listrik.

GUNUNGSITOLI, KOMPAS.com – Warga Kepulauan Nias, Sumatera Utara, terpaksa beraktivitas tanpa listrik sejak Jumat (1/4/2015) pukul 00.00 WIB. Pemadaman listrik terjadi karena PT PLN (Persero) belum melunasi tunggakan pembayaran kepada APR Energy selaku pemasok listrik.

Hingga Sabtu (2/4/2016) malam, warga terpaksa menggunakan lilin untuk penerangan di dalam rumah.

Pemadaman listrik juga berdampak pada pasokan air bersih dari perusahaan air minum setempat.

Kelurahan Ilir, Kota Gunungsitoli, warga kesulitan mendapatkan air bersih. Tetty, salah seorang ibu rumah tangga di Jalan Kelapa, mengatakan sulit mencuci atau memasak karena aliran air bersih juga mati.

"Bagaimana bisa padam lampu, padahal kami selalu membayarnya setiap bulan," kata dia.

Di Gang Setia, Kota Gunungsitoli, Rainal mengaku harus mengangkut air dari sumur tetangga akibat pemadaman listrik.

Ia mengatakan, selama ini listrik di daerahnya sering padam secara bergilir tanpa ada pemberitahuan. Hal itu mengakibat peralatan elektronik milik warga mengalami kerusakan.

"Saya tidak sanggup membeli genset. Kami pelanggan tidak tahu menahu permasalahan pemadaman, kenapa kami yang jadi sasaran," kata Rainal.

Terkait pemadaman listrik ini, sejumlah pimpinan daerah di Kepulauan Nias menggelar rapat membahas solusi dari pemadaman tersebut, Sabtu malam.

Pertemuan yang digelar di Pendopo Bupati Nias itu dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Nias Firman Yanus Larosa.

"Pemadaman listrik ini harus disampaikan PT PLN Area Nias ke publik, terkait permasalahan yang ada," kata Firman.

Dalam pertemuan itu, para pimpinan daerah sepakat untuk mendesak PT PLN Area Nias dan pihak terkait untuk segera mengaktifkan kembali aliran listrik di Kepulauan Nias.

Manajer Area PT PLN Area nias Krisantus Hendro mengakui bahwa pemadaman terjadi sejak pukul Jumat dini hari.

"Pemadaman terjadi akibat PLN masih belum melunasi seluruh tunggakan kepada penyedia. PLN sudah membayar tunggakan sebesar Rp 25 miliar. Tinggal Rp 8 miliar yang belum karena masih belum lengkap berkasnya," kata dia.

Dari dua lokasi pembangkit listrik di Nias, yakni di Desa Moawo dan Dahana Idanoi, PT PLN Area Nias menggunakan mesin yang disewa dari APR Energy.

Sementara itu, Kepala Polres Nias Ajun Komisaris Besar Polisi Bazawato Zebua meminta warga untuk tetap sabar dan tenang serta tidak terprovokasi untuk melakukan tindakan anarkistis.

Aparat keamanan disiagakan untuk mengantisipasi keamanan akibat pemadaman listrik tersebut.

Catatan redaksi:

Pada Minggu (3/4/2016), PT PLN menyatakan bahwa seluruh tagihan kepada PLN dan telah diverifikasi telah dibayar. (Baca Tagihan Telah Dibayar, PLN Sediakan 17 Genset untuk Pasok Listrik di Nias)


EditorLaksono Hari Wiwoho
Komentar

Terkini Lainnya

Korban Racun Saraf Novichok di Inggris Keluar dari Rumah Sakit

Korban Racun Saraf Novichok di Inggris Keluar dari Rumah Sakit

Internasional
Kebijakan Libur Sekolah Saat Asian Games Tunggu Hasil Evaluasi Simulasi Lalu Lintas

Kebijakan Libur Sekolah Saat Asian Games Tunggu Hasil Evaluasi Simulasi Lalu Lintas

Megapolitan
Alat untuk Kurangi Bau Kali Item Akan Dievaluasi Sebelum Dipakai ke Lokasi Lain

Alat untuk Kurangi Bau Kali Item Akan Dievaluasi Sebelum Dipakai ke Lokasi Lain

Megapolitan
KPK Segel Sel di Lapas Sukamiskin karena Tak Ada Penghuninya

KPK Segel Sel di Lapas Sukamiskin karena Tak Ada Penghuninya

Nasional
Roy Suryo: Banyak Anggota DPR Artis Tak Bisa Lepaskan Keartisannya

Roy Suryo: Banyak Anggota DPR Artis Tak Bisa Lepaskan Keartisannya

Nasional
Korban Penipuan Modus Raja Minyak Lapor Polisi, Bawa Bukti 3 CCTV

Korban Penipuan Modus Raja Minyak Lapor Polisi, Bawa Bukti 3 CCTV

Megapolitan
Perludem Ungkap Sejumlah Alasan Perpindahan Kader Partai Jelang Pemilu

Perludem Ungkap Sejumlah Alasan Perpindahan Kader Partai Jelang Pemilu

Nasional
Kalapas Sukamiskin Diamankan KPK, Kakanwil Jabar Bakal Tunjuk Plh

Kalapas Sukamiskin Diamankan KPK, Kakanwil Jabar Bakal Tunjuk Plh

Regional
Penyintas Suku Amazon Ini Hidup Sendirian di Hutan Selama 22 Tahun

Penyintas Suku Amazon Ini Hidup Sendirian di Hutan Selama 22 Tahun

Internasional
Sudirman Said Prihatin Mendengar Kalapas Sukamiskin Terjerat OTT KPK

Sudirman Said Prihatin Mendengar Kalapas Sukamiskin Terjerat OTT KPK

Nasional
Jatuh ke Kolam Penuh Limbah, Seorang Karyawan di Sunter Tewas

Jatuh ke Kolam Penuh Limbah, Seorang Karyawan di Sunter Tewas

Megapolitan
Sudirman Said Yakin Jusuf Kalla Tak Ambisius untuk Bisa Jadi Cawapres

Sudirman Said Yakin Jusuf Kalla Tak Ambisius untuk Bisa Jadi Cawapres

Nasional
OTT di Lapas Sukamiskin, KPK Amankan Penyelenggara Negara dan PNS

OTT di Lapas Sukamiskin, KPK Amankan Penyelenggara Negara dan PNS

Nasional
Video Antrean Pendaki di Puncak Gunung Prau Viral, Ini Kata Pengelola

Video Antrean Pendaki di Puncak Gunung Prau Viral, Ini Kata Pengelola

Regional
Pengajuan JK Jadi Pihak Terkait Uji Materi Syarat Cawapres Dipertanyakan

Pengajuan JK Jadi Pihak Terkait Uji Materi Syarat Cawapres Dipertanyakan

Nasional

Close Ads X