Pemkab Aceh Tengah Belum Terima Salinan Amdal Proyek PLTA Peusangan

Kompas.com - 30/03/2016, 23:43 WIB
Asisten II Setdakab Aceh Tengah Amir Hamzah (Tengah), saat rapat kerja dan dengar pendapat bersama DPRK Aceh Tengah membahas PLTA Peusangan I dan II di ruan sidang DPRK setempat, Rabu (30/3/2016). Kompas.com/ Iwan BAsisten II Setdakab Aceh Tengah Amir Hamzah (Tengah), saat rapat kerja dan dengar pendapat bersama DPRK Aceh Tengah membahas PLTA Peusangan I dan II di ruan sidang DPRK setempat, Rabu (30/3/2016).
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

TAKENGON, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah hingga saat ini belum menerima salinan dokumen analisis mengenai dampak lingkungan dari PT PLN (Persero) terkait proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan I dan II.

Hal itu disampaikan oleh Asisten II Setdakab Aceh Tengah Amir Hamzah saat rapat kerja dan dengar pendapat membahas PLTA Peusangan I dan II di ruang sidang Dewan perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah, Rabu (30/3/2016).

Menurut Amir, sejak ditugaskan menjadi Asisten Setdakab pada akhir 2015, ia belum pernah menerima salinan dokumen amdal yang dimiliki oleh PLN untuk pekerjaan proyek tahun jamak itu.

"Sampai dengan saat ini, salinan amdal belum kami terima. Apakah sudah diserahkan PLN kepada pemerintah Aceh Tengah, kami belum menemukan, sekarang sedang kami cari," kata dia.

Dari dokumen amdal tersebut, pemerintah daerah bisa mengetahui konsekuensi dari pembangunan PLTA Peusangan I dan II di Aceh Tengah. Selain itu, masyarakat juga dapat pula mengetahui manfaat pembangunan proyek tersebut.

"Tapi (pembahasan) itu kita pending dulu, nanti kita lihat dulu amdal-nya. Di sesi lain akan kita bahas lagi," kata dia.

Selanjutnya, Amir memaparkan inti dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 bahwa kewenangan perizinan dalam penggunaan air permukaan merupakan kewenangan pemerintah provinsi.

Hal itu berbeda dari peraturan sebelumnya, di mana yang berwenang memberi izin adalah kewenangan pemerintah setempat.

"Jadi kalau kita mengacu pada undang-undang itu, khusus untuk penggunaan air permukaan. Berarti nanti akan ada kompensasi yang diberikan oleh PLTA Peusangan I dan II kepada pemerintah provinsi," kata dia.

"Kita sebagai pemilik hulu air mungkin akan mendapatkan bagian dari kompensasi dari pemerintah provinsi tersebut. Itu yang perlu kita tindak lanjuti, tetapi itu setelah PLTA beroperasi," tambahnya.

Ia berharap agar pemerintah dan DPRK dapat mengusulkan bagian tersebut kepada provinsi.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.