Bupati Puncak: Pembangunan Jalan Trans Papua di Sinak Masih Terhenti

Kompas.com - 30/03/2016, 16:59 WIB
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAYAPURA, KOMPAS.com - Bupati Puncak Wilem Wandik mengatakan, pembangunan Jalan Trans Papua yang menghubungkan daerah Sinak ke Mulia di Puncak Jaya, Papua, masih terhenti pasca penembakan empat karyawan PT Modern pada 15 Maret lalu.

Hal ini disampaikan Wilem di sela kegiatan Rapat Kerja Daerah di Kantor Gubernur Papua di Jayapura, Rabu (30/3/2016).

Wilem menuturkan, terhentinya proyek pengerjaan jalan dari Sinak ke Mulia menyebabkan warga setempat sangat sedih. Sebab, pengerjaan jalan dinilai berperan penting membuka akses dari Puncak ke daerah lain.

"Warga mengharapkan agar proyek ini kembali berjalan. Mereka sama sekali tak menyangka akan terjadi aksi penyerangan terhadap pekerja PT Modern," kata Wilem.

Ia akan berkoordinasi dengan PT Modern agar pembangunan jalan Sinak ke Mulia dapat dilanjutkan lagi.

"Kemungkinan besar PT Modern akan melanjutkan proyek ini dalam tiga bulan mendatang," ujarnya.

Belum lama ini, Pejabat Pelaksana Kegiatan Balai Jalan Nasional X Wilayah Papua dan Papua Barat Vinsensius Sihotang mengatakan bahwa seluruh pekerja dan alat telah dievakuasi ke kamp.

"Mereka belum berani melanjutkan pengerjaan jalan karena masih trauma dengan kejadian penyerangan di PT Modern," ujarnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Avanza Terbakar di Tol Bawen, Polisi Kejar Truk yang Diduga Kabur

Kronologi Avanza Terbakar di Tol Bawen, Polisi Kejar Truk yang Diduga Kabur

Regional
Kisah Agus, Penyandang Tunanetra Dirikan Rumah Belajar Gratis Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Kisah Agus, Penyandang Tunanetra Dirikan Rumah Belajar Gratis Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Regional
Kasus Pembubaran Paksa Acara Midodareni di Solo, Kapolda Jateng: Kita Kejar Pelaku Lainnya

Kasus Pembubaran Paksa Acara Midodareni di Solo, Kapolda Jateng: Kita Kejar Pelaku Lainnya

Regional
2 Staf Sekwan DPRD Kabupaten Bogor Dinyatakan Positif Covid-19

2 Staf Sekwan DPRD Kabupaten Bogor Dinyatakan Positif Covid-19

Regional
Polisi Mulai Selidiki Kasus Kebakaran Lahan di Ogan Ilir

Polisi Mulai Selidiki Kasus Kebakaran Lahan di Ogan Ilir

Regional
'Pak Ganjar, Saya Ingin Kaki Saya Sembuh, Saya Ingin Sekolah...'

"Pak Ganjar, Saya Ingin Kaki Saya Sembuh, Saya Ingin Sekolah..."

Regional
Polemik Potret Nyonya Meneer di Kemasan Minyak Telon, Ini Kata Saksi Ahli dalam Sidang

Polemik Potret Nyonya Meneer di Kemasan Minyak Telon, Ini Kata Saksi Ahli dalam Sidang

Regional
Fakta Gedung Telkom di Pekanbaru Terbakar, Toko Kartu Perdana Laris Manis hingga Keluhan Warga

Fakta Gedung Telkom di Pekanbaru Terbakar, Toko Kartu Perdana Laris Manis hingga Keluhan Warga

Regional
[POPULER NUSANTARA] Anak Gugat Ibu agar Harta Warisan Dibagikan | Kesaksian Warga Melihat Awan Tsunami

[POPULER NUSANTARA] Anak Gugat Ibu agar Harta Warisan Dibagikan | Kesaksian Warga Melihat Awan Tsunami

Regional
Anggota DPRD Ketapang Positif Corona Usai Kembali dari Kunker ke Jakarta

Anggota DPRD Ketapang Positif Corona Usai Kembali dari Kunker ke Jakarta

Regional
Kisah Efi Lahirkan Bayi Kembar 3, Sang Suami Menghilang dan Asuh 6 Anak Seorang Diri

Kisah Efi Lahirkan Bayi Kembar 3, Sang Suami Menghilang dan Asuh 6 Anak Seorang Diri

Regional
Dilindungi Ibu, Bayi 40 Hari Itu Tewas di Tangan Ayah

Dilindungi Ibu, Bayi 40 Hari Itu Tewas di Tangan Ayah

Regional
Kisah Pilu Balita Akhmad, Bermain Bola dan Terseret Ombak, Ditemukan Nelayan 5 Hari Kemudian

Kisah Pilu Balita Akhmad, Bermain Bola dan Terseret Ombak, Ditemukan Nelayan 5 Hari Kemudian

Regional
Usut Kasus Penganiayaan dan Pembubaran Acara Midodareni di Solo, Polisi: Tak Ada Ruang Bagi Kelompok Intoleran

Usut Kasus Penganiayaan dan Pembubaran Acara Midodareni di Solo, Polisi: Tak Ada Ruang Bagi Kelompok Intoleran

Regional
Dua WN Filipina Masuk Daftar Pemilih di Pilkada Sulut, Kantongi KK dan KTP

Dua WN Filipina Masuk Daftar Pemilih di Pilkada Sulut, Kantongi KK dan KTP

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X