UN Rawan Diretas, Sekolah Minta Jaminan Keamanan Server

Kompas.com - 30/03/2016, 16:01 WIB
Murid mengikuti jalannya Ujian Nasional Sekolah Dasar di SDN Palmerah 07 Pagi, Jalan Palmerah Utara, Jakarta, Senin (18/5/2015). Pelaksanaan UN akan berlangsung hingga 20 Mei mendatang dengan mata pelajaran yang diujikan Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam. KOMPAS IMAGES / RODERICK ADRIAN MOZESMurid mengikuti jalannya Ujian Nasional Sekolah Dasar di SDN Palmerah 07 Pagi, Jalan Palmerah Utara, Jakarta, Senin (18/5/2015). Pelaksanaan UN akan berlangsung hingga 20 Mei mendatang dengan mata pelajaran yang diujikan Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam.
|
EditorCaroline Damanik

UNGARAN, KOMPAS.com - Penanggung jawab IT SMKN 1 Bawen, Andi Wisnu Ariyanto mengatakan, pihaknya berharap berharap adanya jaminan sistem keamanan server pusat selama pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Hal ini penting agar server utama tersebut benar-benar aman dari upaya peretasan.

Andi mengakui keamanan jaringan untuk antivirus, seperti malware, yang dipakai dalam UNBK ini justru tidak diaktifkan.

"Dari sisi keamanan saya kira rawan sekali untuk bisa ditembus peretas. Sekolah penyelenggara UNBK berharap ada jaminan keamanan server," kata Andi di sela simulasi pelaksanaan UNBK di SMKN 1 Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (30/3/2016).

Menurut Andi, persoalan keamanan program ini sangat bergantung dari sistem keamanan program dari server di pusat. Pasalnya, berbagai ketentuan di dalam proses penyelenggaran UNBK di Kabupaten Semarang telah dijalankan sesuai dengan ketentuan dari pusat.

Pihak sekolah penyelenggara, lanjutnya, hanya mengikuti standar operasional dan prosedur (SOP) untuk perangkat lunak maupun perangkat keras yang harus dipersiapkan. Ia mengakui dalam beberapa kali pertemuan untuk persiapan penyelenggaraan UNBK kali ini sama sekali tidak pernah membahas persoalan keamanan server dari upaya- upaya peretasan.

"Sejauh ini untuk urusan keamanan sistem memang belum sampai dibahas. Sehingga apakah program ini anti peretasan atau tidak kami tidak bisa memastikan," ucapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pihaknya menilai penting untuk mengupayakan tingkat keamanan yang lebih baik agar kemungkinan tersebut sangat kecil. Sebab kemungkinan dibajak atau diretas masih dimungkinkan. Di kalangan peretas, ada semacam kebanggaan jika bisa membobol atau meretas suatu sistem.

"Peretasan perlu diwaspadai karena akan mengganggu kelancaran dan keamanan UNBK. Bisa mengacaukan atau memperlambat akses. Atau bahkan bisa melakukan kecurangan, dengan merubah data hasil UNBK misalnya," tandas Andi.

Pada pelaksanaan UN tahun 2016 di Kabupaten Semarang setidaknya ada 2 SMA dan 9 SMK yang siap melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Ke-11 SMA/SMK tersebut adalah, SMA Negeri 1 Ungaran dan SMA Negeri 1 Bergas, SMK Negeri 1 Bawen, SMK Negeri 1 Tengaran, SMK Negeri 1 Kaliwungu, SMK Widya Praja Ungaran, SMK NU Ungaran, SMK Islam Sudirman 1 Ambarawa, SMK DR Cipto Ambarawa, SMK Telekomunikasi Tunas Harapan Tengaran, dan SMK Wikrama Susukan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.