Risma: Kota Modern Harus Berorientasi pada Ketahanan Pangan Warganya

Kompas.com - 30/03/2016, 12:48 WIB
|
EditorErlangga Djumena

SURABAYA,  KOMPAS.com - Walikota Surabaya Tri Rismaharini akan membawa isu ketahanan pangan dalam konferensi lingkungan tingkat dunia atau Preparatory Committee (PrepCom) III UN Habitat di Surabaya, Juli mendatang.

Isu ketahanan pangan kata Risma menjadi relevan untuk dibahas sebagai dampak semakin banyaknya sebaran warga yang hidup di perkotaan daripada di pedesaan.

"Jadi jangan hanya membahas isu lingkungan dan tata kota saja, isu ketahanan pangan saat ini juga sudah menjadi isu dunia yang banyak dibahas di forum-forum lingkungan tingkat dunia," kata Risma, Rabu (30/3/2016).

Suatu kota menurut Risma tidak dapat bertahan hidup sendiri. Kota harus terintegrasi dengan daerah-daerah lain di sekitarnya. Hal ini dikarenakan semakin lama semakin banyak orang yang tinggal di kota dibanding di desa.

"Kota yang modern, sebenarnya harus berorientasi pada faktor ketahanan pangan bagi warganya," ujar Risma.

Selain soal ketahanan pangan, walikota perempuan pertama Surabaya itu juga mengusulkan pentingnya prinsip kearifan lokal dalam tata kehidupan perkotaan. 

"Dalam hal ini, bagaimana warga kota bisa turut berpartisipasi dalam pembangunan perkotaan melalui cara dan kebudayaannya sendiri," tutur Risma.

Dia mencontohkan, jumlah sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) Surabaya menurun. Padahal, jumlah penduduk terus naik. Ternyata penyebabnya adalah tingkat partisipasi masyarakat, baik melalui kader lingkungan maupun kesadaran mengolah sampah di tingkat kampung, sehingga sampah yang ke TPA berkurang. 

“Kearifan lokal berupa kekompakan warga mengolah sampah ini bisa dikembangkan untuk menyelesaikan masalah perkotaan saat ini,” terangnya. 

Dua usulan tersebut sudah disampaikan Risma dalam rapat persiapan materi konferensi bersama beberapa pakar lingkungan dan Kementerian PU di Surabaya beberapa waktu lalu. 

Kota Surabaya ditunjuk menjadi tuan rumah PrepCom III UN Habitat, sebuah konferensi internasional 20 tahunan yang membahas isu lingkungan dan tata kota. Konferensi akan dihadiri perwakilan dari 139 negara-negara di dunia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.