Kompas.com - 30/03/2016, 05:41 WIB
Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi. KOMPAS.com/Reni SusantiBupati Purwakarta, Dedi Mulyadi.
EditorErlangga Djumena

PURWAKARTA, KOMPAS.com - Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengancam akan menahan gaji kepala desa hingga Ketua Rukun Tetangga yang tidak merawat lingkungan serta tidak melayani masyarakat dengan baik.

"Gaji mereka (kepala desa, Ketua RT dan RW) tidak akan saya berikan, jika masih ada persoalan pelayanan dan lingkungan. Untuk apa ada gaji tinggi, tapi kinerja buruk," katanya, di sela Kegiatan Arisan Gotong Royong di Desa Margasari, Kecamatan Pasawahan, Purwakarta, Selasa (29/3/2016).

Dedi menyampaikan hal itu, karena masih ada laporan masyarakat terkait buruknya pelayanan dan lingkungan yang kurang terawat. Laporan masyarakat itu diterima melalui SMS Center serta akun media sosial pribadi.

Hal-hal yang sering menjadi bahan laporan masyarakat itu berkaitan dengan masalah kebersihan, keamanan dan ketertiban lingkungan.

"Awal April ini gaji aparat desa termasuk Ketua RT dan RW akan cair, tetapi jika dalam evaluasi akhir bulan ini masih ada persoalan pelayanan dan lingkungan, maka gajinya tidak akan saya berikan," kata dia.

Dedi mengatakan, sudah meminta para camat agar mengevaluasi secara total kinerja aparat desa hingga Ketua RT dan RW di daerahnya masing-masing.

"Laporan audit kinerja (evaluasi) itu harus dimasukkan ke Bagian Pemerintahan Desa, lalu dilampirkan pada lembar pencairan gaji. Kalau memenuhi standar kerja minimal, bisa cair, dan jika tidak mohon bersabar," katanya.

Menurut dia, tugas kemasyarakatan bukan hanya tugas seorang kepala daerah. Tugas kepala daerah sampai Ketua RT dan RW harus sejalan bekerja untuk rakyat.

"Kalau saya (bupati) sendirian, maka orientasi untuk kesejahteraan masyarakat tidak akan tercapai, karena itu perlu bekerja bersama-sama," kata Dedi.

Sebagai informasi, kepala desa di Purwakarta mendapat rapel gaji Rp 16 juta setiap pencairan, karena gajinya Rp 4 juta per bulan.

Sedangkan setiap pencairan, Ketua RW mendapatkan Rp 2,8 juta karena gajinya Rp 700.000 per bulan. Kemudian Ketua RT masing-masing mendapatkan Rp 2,4 juta setiap pencairan, karena gajinya Rp 600.000 per bulan.

baca juga: Pelajar Purwakarta Boleh Bawa Bantal dan Tidur Siang di Kelas

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber ANTARA
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
Program 'Jangkar', Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Program "Jangkar", Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.