Kompas.com - 29/03/2016, 22:10 WIB
Puluhan kaum tuna  netra Kota Kupang, NTT saat bertemu dan berdialog dengan Ketua Komisi V DPR RI Fari Djemi Francis terkait disahkan undang-undang disabilitas pada 17 Maret 2016 lalu. Usai berdialog, mereka pun berdoa bersama Kompas.com/Sigiranus Marutho BerePuluhan kaum tuna netra Kota Kupang, NTT saat bertemu dan berdialog dengan Ketua Komisi V DPR RI Fari Djemi Francis terkait disahkan undang-undang disabilitas pada 17 Maret 2016 lalu. Usai berdialog, mereka pun berdoa bersama
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

KUPANG, KOMPAS.com - Puluhan warga penyandang tunanetra di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, bersyukur atas pengesahan rancangan undang-undang tentang penyandang disabilitas. Rasa syukur itu diwujudkan dengan ibadah bersama Ketua Komisi V DPR RI Fari Djemi Francis, Selasa (29/3/2016).

Sebelum dilakukan ibadah dimulai di rumah pribadi Fari, Penfui, Kota Kupang, para penyandang tunanetra sempat berdialog dengan politisi Partai Gerinda tersebut.

Dalam dialog tersebut, mereka mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada DPR dan pemerintah pusat yang telah memperhatikan dengan serius apa yang menjadi kebutuhan mereka. UU tersebut menggantikan UU Nomor 4 Tahun 1997.

"Undang-undang baru ini yang kami tahu dengan isi yang lebih lengkap dan cukup padat sehingga kami mohon kepada Bapak Fari Djemi Francis agar tetap memberikan dorongan dan motivasi agar undang-undang ini bisa dilaksanakan di Provinsi NTT," kata Baltasar, penyandang disabilitas senior Kota Kupang.

Baltasar menuturkan, pada 2011, dia bersama pejabat Dinas Sosial Kota Kupang dan sejumlah pejabat lain sempat membahas tentang konsep undang-undang penyandang disabilitas di Yogyakarta. Hasil pembahasan itu kemudian dituangkan dalam RUU dan kini telah disahkan.

Fari mengatakan, UU Penyandang Disabilitas itu telah disahkan dan ditetapkan pada 17 Maret 2016 oleh pemerintah dan DPR RI.

UU itu memuat 153 pasal dan 13 bab yang berkaitan dengan ketentuan penutup Komite Nasional Disabilitas dan dibentuk paling lambat tiga tahun. Komnas ini akan bertanggung jawab langsung kepada presiden.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Peraturan pelaksanaan dalam undang-undang ini dibentuk paling lama dua tahun terhitung sejak undang-undang disahkan dan ditandatangani oleh presiden.

"Kita kawal undang undang ini agar hak dan juga kesempatan dari penyandang disabilitas bisa dipenuhi mulai hak hidup, pekerjaan, pendidikan hingga akses ke mana-mana. Undang-undang ini juga berkaitan dengan hak tambahan pada penyandang disabilitas perempuan dan yang kedua tentang hak tambahan pada anak penyandang disabilitas," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Regional
Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Regional
Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Regional
Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Regional
Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Regional
Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Regional
Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.