2 Tersangka Korupsi Pembangunan Jembatan Aceh Utara Ditahan  

Kompas.com - 29/03/2016, 19:21 WIB
Kompas.com Ilustrasi tahanan

LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com - Tim penyidik Kejaksaan Negeri Lhoksukon, Aceh Utara, Selasa (39/3/2016), menahan dua tersangka kasus korupsi jembatan Rayeuk Pange, Aceh Utara.

Keduanya yaitu pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) proyek Edi Sudirman dan Direktur PT Putra Aroensa, Ibrahim H, selaku rekanan pembangunan jembatan tersebut.

Sebelumnya, mereka menjalani pemeriksaan di unit pidana khusus Kajari Lhoksukon. Setelah dua jam menjalani pemeriksaan, keduanya langsung mengenakan rompi tahanan dan dibawa ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Lhoksulon. Keduanya ditahan selama 20 hari ke depan.

Kajari Lhoksukon Teuku Rahmatsyah kepada Kompas.com menjelaskan, kedua tersangka ditahan karena khawatir menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatan pidana.


"Tadi keduanya datang tanpa didampingi pengacara," sebut Teuku Rahmatsyah didampingi Kasi Pidana Khusus, Muhammad Rizza.

Selain itu, sambung Kajari, keduanya sudah dicekal berpergian ke luar negeri sejak tahun lalu.

"Untuk audit kerugian negara, kami sudah berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh. Menurut BPKP, hasil auditnya akan dirampung dalam waktu dekat ini," ungkap Teuku Rahmatsyah.

Dia menyebutkan, berkas kasus tersebut sedang dilengkapi untuk segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Banda Aceh.

Sekadar diketahui, proyek pembangunan jembatan rangka baja modifikasi itu menghabiskan biaya Rp 2 ,8 miliar yang bersumber dari APBK Aceh Utara tahun 2010.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorFarid Assifa
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Begini Cara Petugas Memadamkan Kebakaran Lahan Gambut di Pekanbaru

Begini Cara Petugas Memadamkan Kebakaran Lahan Gambut di Pekanbaru

Regional
Densus 88 Tangkap Terduga Teroris yang Berprofesi sebagai Pedagang Garam di Padang

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris yang Berprofesi sebagai Pedagang Garam di Padang

Regional
Begal Masuk Kampus Unand, 'Kalau Kau Teriak, Mati Kau'

Begal Masuk Kampus Unand, "Kalau Kau Teriak, Mati Kau"

Regional
PPP Pasrahkan soal Jatah Menteri ke Presiden Jokowi

PPP Pasrahkan soal Jatah Menteri ke Presiden Jokowi

Regional
Material Longsor Disingkirkan, Akses Jalan di Agam Bisa Dilewati

Material Longsor Disingkirkan, Akses Jalan di Agam Bisa Dilewati

Regional
Saat Diplomat Afganistan Belajar Penyelesaian Konflik dari Maluku...

Saat Diplomat Afganistan Belajar Penyelesaian Konflik dari Maluku...

Regional
Forum Komunikasi SMK Sepakat dengan Ridwan Kamil Evaluasi Sistem Pendidikan

Forum Komunikasi SMK Sepakat dengan Ridwan Kamil Evaluasi Sistem Pendidikan

Regional
Pengamat: Pejabat Daerah Tidak Perlu ke Luar Negeri kalau Tidak Ada Manfaat

Pengamat: Pejabat Daerah Tidak Perlu ke Luar Negeri kalau Tidak Ada Manfaat

Regional
PPP Buka Peluang Ketua Umum Diisi dari Luar Partai

PPP Buka Peluang Ketua Umum Diisi dari Luar Partai

Regional
6 Hari Tak Sadarkan Diri, WJ Korban Penganiayaan Siswa SMA Taruna Meninggal Dunia

6 Hari Tak Sadarkan Diri, WJ Korban Penganiayaan Siswa SMA Taruna Meninggal Dunia

Regional
Kebakaran Lahan di Pekanbaru Meluas, Pemadaman Sulit Dilakukan

Kebakaran Lahan di Pekanbaru Meluas, Pemadaman Sulit Dilakukan

Regional
Kata Warga Puncak Bogor soal Suhu yang Semakin Dingin, Lidah Terasa Pahit hingga Penjualan Sayur Menurun

Kata Warga Puncak Bogor soal Suhu yang Semakin Dingin, Lidah Terasa Pahit hingga Penjualan Sayur Menurun

Regional
Selain Lumpuhkan Jalan, Longsor di Agam Hancurkan Ladang dan Irigasi Warga

Selain Lumpuhkan Jalan, Longsor di Agam Hancurkan Ladang dan Irigasi Warga

Regional
Labrak Kepala Dinas Karena Tak Digaji, TKS Ini Ditangkap Polisi

Labrak Kepala Dinas Karena Tak Digaji, TKS Ini Ditangkap Polisi

Regional
Belum Beroperasi, Masjid Ikon Wisata Halal di Padang Terancam Abrasi

Belum Beroperasi, Masjid Ikon Wisata Halal di Padang Terancam Abrasi

Regional
Close Ads X