Kompas.com - 26/03/2016, 11:26 WIB
ILUSTRASI:  KOMPAS.com/M. LatiefILUSTRASI:
|
EditorCaroline Damanik

AMBON,KOMPAS.com - Alasan pemecatan guru honorer SD Negeri 2 Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Miftah Sabban, oleh pihak sekolah akhirnya terkuak. Pemecatan itu dilakukan lantaran Miftah membeberkan masalah pendidikan di Pulau Banda kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Kepala Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) Pendidikan Kecamatan Banda, Fakola Masaraja Ekoran mengaku, pemecatan itu atas perintahnya. Dia mengaku memerintahkan Kepala Sekolah untuk mengistirahatkan Miftah.

“Bukan pemecatan tapi mengistirahatkan. Saya memerintahkan begitu karena saya tidak puas dengan caranya mengritik dunia pendidikan di sini, apalagi itu dilakukan dihadapan Wapres, rombongan Gubernur dan Bupati,” ungkap Ekoran, Sabtu (26/3/2016).

(Baca juga: Curhat ke Wapres soal Pendidikan, Guru Honorer Dipecat)

Dia menjelaskan, seharusnya sebelum menyampaikan masukannya itu ke Wapres, Miftah berkonsultasi terlebih dahulu dengannya. Menurut dia, jika masukan itu disampaikan secara pribadi kepadanya mungkin tidak ada tindakan yang akan diambil trhadap Miftah, namun itu dilakukan di depan umum.

“Itu bukan masukan tapi mengkritik, saya tidak suka itu apalagi di depan umum, kalau secara pribadi mungkin saya bisa terima, jadi saya tidak puas dengan kritikan itu, saya merasa tidak nyaman,” ujarnya.

Dia mengaku merasa tersinggung, sebab kondisi pendidikan di Pulau Pisang dan Pulau Syahrir yang dikeluhkan Miftah telah diperjuangkannya selama ini.

”Saya sudah alihkan para siswa di Pulau Pisang 3 bulan laluke SD Salamun, saya sendiri memberikan gaji para guru dengan uang sandiri. Saya pikul kursi meja bolak-balik pantai ke sekolah jadi saya sudah cukup berkorban selama ini, jadi jangan main kritik,” ungkapnya.

Dia juga mengaku jika pemecatan terhadap Miftah tidak atas perintah Bupati maupun DInas Pendidikan namun langsung dari dia.

”Saya sendiri yang perintahkan bukan atasan saya,” ujarnya.

(Baca juga: Kepala Sekolah Mengaku Hentikan Guru Honorer karena Permintaan Atasan)

 Terkait masalah itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tengah, Usman Jamsa yang dikonfirmasi berulang kali tidak bersedia menjawab Kompas.com.

Miftah Sabban dipecat dari sekolahnya beberapa hari, setelah ia membeberkan kondisi pendidikan di Banda yang memprihatinkan kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Mini Kamis pekan kemarin. Usai berdialog dengan Wapres, empat harinya dia lalu dipanggil Kepala Sekolah dan diberhentikan dengan alasan telah mempermalukan dunia pendidikan di Banda.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Regional
Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan 'Sentra Padi Subang'

Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan "Sentra Padi Subang"

Regional
Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.