Terdakwa Tembak Penyerang Gereja di Aceh Singkil dengan Senapan Angin

Kompas.com - 23/03/2016, 19:13 WIB
Terdakwa perkara penembakan terhadap massa perusakan gereja di Singkil, Aceh, bersama barang bukti tombak dan berbagai senjata tajam yang digunakan massa waktu itu, Rabu (23/3/2016). KOMPAS.com/MEI LEANDHATerdakwa perkara penembakan terhadap massa perusakan gereja di Singkil, Aceh, bersama barang bukti tombak dan berbagai senjata tajam yang digunakan massa waktu itu, Rabu (23/3/2016).
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

SINGKIL, KOMPAS.com - Suatu malam pada 12 Oktober 2015, muncul sebuah pesan singkat berisi pemberitahuan bahwa Gereja Kristen Protestan Pakpak Dairi (GKPPDN) Dangguran, Sumatera Utara, akan diserang.

Kaum laki-laki desa berjaga-jaga di dalam gereja yang mereka bangun pada 2013 itu. Sebagian perempuan dan anak-anak mengungsi ke rumah sanak dan saudara, yang bertahan menangis histeris dan ketakutan.

"Bakar, serang. Bakar, serang, itulah yang kami dengar, Pak Hakim. Tapi kepala desa suruh kami bertahan," kata Hotma Uli Natanael Tumangger alias Wahed Bin STL (29), warga Dusun Dangguran Lorong III, Desa Kuta Kerangan, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Aceh Singkil, Rabu (23/3/2016).

Keesokan harinya, 13 Oktober 2015 sekitar pukul 10.00 WIB, Gereja Huria Kristen Indonesia di Desa Suka Makmur sudah berselimut api.

Massa bergerak menuju Desa Wahed. Polisi dan TNI sudah berjaga di pintu masuk desa. Satu pohon karet ditumbangkan untuk dijadikan benteng.

Wahed bersama kawan-kawannya dengan senapan angin yang biasa mereka gunakan untuk berburu babi pun ikut berjaga-jaga.

Ratusan orang yang beringas terus memaksa masuk ke desa. Mereka tidak memedulikan tembakan peringatan aparat keamanan.

Orang-orang tak dikenal itu berteriak, merusak, dan melemparkan batu hingga seorang warga kritis terkena lemparan.

Waled yang ketakutan melepaskan satu tembakan dari jarak 40-an meter ke arah kaki seorang massa.

"Niatku menembak cuma mau melukai kaki biar mundur, bukan membunuh. Aku masih melihat massa dan orang yang kutembak mundur begitu mendengar ada suara tembakan," kata dia.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masjid di Kota Bengkulu Kembali Gelar Shalat Berjemaah

Masjid di Kota Bengkulu Kembali Gelar Shalat Berjemaah

Regional
Diduga Salah Tembak, 2 Petani di Poso Tewas Saat Panen Kopi, Ini Penjelasan Polisi

Diduga Salah Tembak, 2 Petani di Poso Tewas Saat Panen Kopi, Ini Penjelasan Polisi

Regional
50.000 Ribu Butir Obat Batuk Disalahgunakan untuk Mabuk

50.000 Ribu Butir Obat Batuk Disalahgunakan untuk Mabuk

Regional
Ibu Hamil 9 Bulan yang Ditinggal dan Bergantung Tetangga: 'Tolong Jangan Cari Suami Saya'

Ibu Hamil 9 Bulan yang Ditinggal dan Bergantung Tetangga: "Tolong Jangan Cari Suami Saya"

Regional
Ingin Awet Muda dan Cepat Kaya, Oknum Karyawan Tambang Nekat Curi Celana Dalam, Ini Ceritanya

Ingin Awet Muda dan Cepat Kaya, Oknum Karyawan Tambang Nekat Curi Celana Dalam, Ini Ceritanya

Regional
Saat Polisi Kaget Dipergoki Rekan Seprofesinya, Ketahuan Isap Sabu-sabu

Saat Polisi Kaget Dipergoki Rekan Seprofesinya, Ketahuan Isap Sabu-sabu

Regional
Kadis Pariwisata NTB: Konsep New Normal, Hotel Harus Siapkan Klinik

Kadis Pariwisata NTB: Konsep New Normal, Hotel Harus Siapkan Klinik

Regional
Warga Pasuruan Tewas Dilempar Bom Ikan, Pelaku Diduga Masuk dari Jendela

Warga Pasuruan Tewas Dilempar Bom Ikan, Pelaku Diduga Masuk dari Jendela

Regional
Keluarga Ambil Paksa Jenazah Pasien Positif Covid-19 dari Rumah Sakit di Surabaya

Keluarga Ambil Paksa Jenazah Pasien Positif Covid-19 dari Rumah Sakit di Surabaya

Regional
Pasien Covid-19 Tertua dan Bocah 3 Tahun di Sorong Dinyatakan Sembuh

Pasien Covid-19 Tertua dan Bocah 3 Tahun di Sorong Dinyatakan Sembuh

Regional
Penularan Covid-19 Disoroti Presiden Jokowi, Pemprov Kalsel: Kasus Turun di Akhir Juli

Penularan Covid-19 Disoroti Presiden Jokowi, Pemprov Kalsel: Kasus Turun di Akhir Juli

Regional
Berpacaran dengan Orang yang Sama, 3 Oknum TNI Aniaya Pelajar SMA di Depan Rumah si Gadis

Berpacaran dengan Orang yang Sama, 3 Oknum TNI Aniaya Pelajar SMA di Depan Rumah si Gadis

Regional
519 Pasien Covid-19 di Surabaya Sembuh Dalam 5 Hari, Ini Rahasia Risma

519 Pasien Covid-19 di Surabaya Sembuh Dalam 5 Hari, Ini Rahasia Risma

Regional
Viral, Nenek 67 Tahun di Minahasa Menolak BLT, Alasannya Bikin Terharu

Viral, Nenek 67 Tahun di Minahasa Menolak BLT, Alasannya Bikin Terharu

Regional
Filosofi dan Janji Ridwan Kamil Soal Pandemi di Balik Sebuah Rompi..

Filosofi dan Janji Ridwan Kamil Soal Pandemi di Balik Sebuah Rompi..

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X