Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 21/03/2016, 17:32 WIB
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

MAGELANG, KOMPAS.com — Balai Konservasi Borobudur (BKB) menyesalkan pengambilan video iklan Red Bull tanpa seizin Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Akibatnya, BKB tidak dapat mengawasi konten dari video tersebut.

"Ke depan, kami akan memperketat pengawasan terhadap berbagai kegiatan dalam menjaga kelestarian Candi Borobudur, baik dalam aspek fisik maupun spiritual," kata Kepala BKB Marsis Sutopo dalam keterangan tertulis, Senin (21/3/2016).

Pengawasan itu antara lain dilakukan dengan mengatur lebih lanjut tata tertib pengunjung Candi Borobudur, terutama pengunjung yang membawa alat-alat fotografi maupun alat rekam visual.

"Tentunya, kami akan bekerja sama dengan pihak PT Taman Wisata Candi Borobudur agar pengunjung tidak membuat rekaman sembarangan," kata dia.

BKB juga akan meningkatkan deteksi dini terhadap kemungkinan tindakan pengunjung yang berpotensi membahayakan candi dan tidak sesuai dengan etika pelestarian situs warisan dunia.

BKB juga berencana menambah alat pemantau (CCTV) untuk memantau perilaku pengunjung.

Menurut Marsis, aksi parkour (free running) di Candi Borobudur yang dipertontonkan dalam video iklan Red Bull sangat tidak disarankan. Tindakan itu dapat merusak susunan batu struktur candi dan tidak mencerminkan penghargaan terhadap bangunan suci agama Buddha.

"Aksi tersebut juga dapat mendorong pengunjung lainnya untuk melakukan aksi yang sama, padahal itu dapat membahayakan struktur cagar budaya dunia ini," kata dia.

Video yang diduga iklan minuman berenergi Red Bull itu ramai dibicarakan netizen dan warga Borobudur karena mempertontonkan aksi-aksi yang dinilai merendahkan situs seindah dan sesakral Candi Borobudur.

(Baca Red Bull Akui Bikin Video "Kontroversial" di Borobudur Tanpa Izin)

Video yang diunggah akun Facebook Red Bull itu sempat dilihat oleh lebih dari 18.000 viewers. Hanya, setelah menuai kecaman netizen, video berdurasi 1 menit 23 detik itu dihapus dari laman Facebook Red Bull Internasional.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pendaftaran SMKN Jateng dan 15 SMK Semi Boarding Dibuka, Catat Tanggalnya!

Pendaftaran SMKN Jateng dan 15 SMK Semi Boarding Dibuka, Catat Tanggalnya!

Regional
Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

Regional
Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Regional
Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Regional
Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Regional
Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Regional
Rahasia Satu Abad NU

Rahasia Satu Abad NU

Regional
Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Regional
Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Regional
Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Regional
Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Regional
Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Regional
Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Regional
Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Regional
Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.