PT KAI Luncurkan Lori Wisata Lintas Jember-Banyuwangi

Kompas.com - 20/03/2016, 20:44 WIB
Lori wisata yang diluncurkan oleh PT Kereta Api Indonesia melewati terowongan Mrawan di perbatasan Jember - Banyuwangi, Minggu (20/3/2016). KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATILori wisata yang diluncurkan oleh PT Kereta Api Indonesia melewati terowongan Mrawan di perbatasan Jember - Banyuwangi, Minggu (20/3/2016).
|
EditorErlangga Djumena
BANYUWANGI, KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia meluncurkan lori wisata yang melintasi perbatasan Banyuwangi Jember Minggu (20/3/2016). Selain melintasi perkebunan kopi, lori tersebut melewati terowongan kereta api sepanjang 690 meter yang dibangun pada tahun 1901.

Lori wisata ini resmi diluncurkan oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan Dirut Keuangan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Didik Hatantyo.

Kepada Kompas.com Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, dengan adanya lori wisata tersebut diharapkan bisa meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung di Banyuwangi khususnya di Banyuwangi bagian barat.

"Nanti akan kita kembangkan destinasi wisata perkebunan khususnya di Banyuwangi bagian barat. Di sini kan kawasan perkebunan kopi dan juga coklat. Bisa jadi alternatif wisata selain pantai dan gunung," kata dia.


Walaupun melintasi dua kabupaten yaitu Banyuwangi dan Jember, Bupati Anas berharap bisa bekerja sama dan saling mendukung. "Sudah bukan saatnya lagi mengkotak-kotakkan dan harus berkolaborasi," ujarnya.

Anas juga menambahkan, Banyuwangi sudah siap menerima wisatawan karena tempat pemberangkatan dan juga finish lori wisata yaitu di stasiun Kalibaru bersebelahan dengan beberapa hotel.

"Nanti lori wisata bisa dijadikan paketan wisata dari hotel," sebut dia.

Sementara itu Direktur Keuangan PT KAI Didik Hartantyo kepada Kompas.com mengatakan, peluncuran lori wisata ini merupakan inovasi PT KAI yang berkolaborasi dengan daerah maupun BUMN lain untuk menghidupkan destinasi-destinasi wisata di daerah.

"Ini sebagai contoh nantinya kedepannya ada beberapa jalur kereta api lama yang akan dibuka kembali seperti yang ada di Bondowoso dan Jember sebagai jalur pariwisata," jelasnya.

Satu trip lori wisata bisa mengangkut 16 orang dengan harga paket Rp 1,2 juta. Para wisatawan berangkat dari stasiun Kalibaru - Stasiun Mrawan pulang pergi dengan estimasi waktu sekitar 50 menit.

Mereka nanti diperkenankan berhenti di dalam terowongan untuk foto dan selfie. Lori wisata akan dibuka pada akhir pekan, sabtu dan minggu. Namun jika ada yang memesan pada hari kerja tetep akan dilayani.

Wisatawan yang menaiki lori wisata akan melintasi perkebunan kopi di atas ketinggian 400 meter di atas permukaan laut. Dikelilingi sejumlah gunung seperti Gunung Raung dan Gunung Gumitir menjadikan udara sepanjang rute sangat sejuk dengan suhu 20-25 derajat celcius. Selain itu wisatawan juga akan mendapatkan informasi tentang sejarah perkeretapian Indonesia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi 10 Gerbong Semen Terguling di Blora, Angkut 1.1360 Ton Semen hingga Tak Ada Korban Jiwa

Kronologi 10 Gerbong Semen Terguling di Blora, Angkut 1.1360 Ton Semen hingga Tak Ada Korban Jiwa

Regional
Antisipasi Kecelakaan, Bus di Terminal Surodakan Jalani Uji Kelaikan

Antisipasi Kecelakaan, Bus di Terminal Surodakan Jalani Uji Kelaikan

Regional
Hujan Angin Landa Sukabumi, Puluhan Rumah dan Pohon Bertumbangan

Hujan Angin Landa Sukabumi, Puluhan Rumah dan Pohon Bertumbangan

Regional
Dua Pria di Gresik Mengaku Polisi dan Memeras Warga

Dua Pria di Gresik Mengaku Polisi dan Memeras Warga

Regional
Gibran: Hari Ini Akan Saya Catat sebagai Utang Pertama kepada Bapak Ibu

Gibran: Hari Ini Akan Saya Catat sebagai Utang Pertama kepada Bapak Ibu

Regional
Kapal yang Angkut 42.000 Zak Semen Tenggelam di Lembata NTT

Kapal yang Angkut 42.000 Zak Semen Tenggelam di Lembata NTT

Regional
Penjualan Pernak-pernik Natal Mulai Ramai di Denpasar

Penjualan Pernak-pernik Natal Mulai Ramai di Denpasar

Regional
Armada Pariwisata yang Gunakan Izin Trayek Palsu Diburu Petugas

Armada Pariwisata yang Gunakan Izin Trayek Palsu Diburu Petugas

Regional
Jokowi Minta Riset Berikan Solusi Masalah Bangsa dan Cegah Duplikasi

Jokowi Minta Riset Berikan Solusi Masalah Bangsa dan Cegah Duplikasi

Regional
Pada 2020, BPOM Akan Diperkuat Fungsinya, Mirip BPOM Amerika Serikat

Pada 2020, BPOM Akan Diperkuat Fungsinya, Mirip BPOM Amerika Serikat

Regional
Sempat Bersitegang, Satpol PP Akhirnya Robohkan Rumah di Tamansari Bandung

Sempat Bersitegang, Satpol PP Akhirnya Robohkan Rumah di Tamansari Bandung

Regional
Mahasiswi Bengkulu Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Kos, Polisi Tetapkan 1 Tersangka

Mahasiswi Bengkulu Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Kos, Polisi Tetapkan 1 Tersangka

Regional
3 Ton Solar Subsidi Ditimbun di Bengkel Mobil di Batam, Satu Penjaga Diamankan

3 Ton Solar Subsidi Ditimbun di Bengkel Mobil di Batam, Satu Penjaga Diamankan

Regional
Anggota DPR Ini Ingin BPOM Didesain Mirip Lembaga Serupa di AS

Anggota DPR Ini Ingin BPOM Didesain Mirip Lembaga Serupa di AS

Regional
Dengan Program 'Bangga Papua', Warga Pedalaman Punya NIK, Bisa Beternak, dan Perbaiki Gizi Anak

Dengan Program "Bangga Papua", Warga Pedalaman Punya NIK, Bisa Beternak, dan Perbaiki Gizi Anak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X