Kompas.com - 19/03/2016, 22:03 WIB
Warga mengikuti peringatan Earth Hour #PadangKalam di kawasan Tugu Gempa Padang, Sumatera Barat, Sabtu (19/3/2016) malam. KOMPAS/ISMAIL ZAKARIAWarga mengikuti peringatan Earth Hour #PadangKalam di kawasan Tugu Gempa Padang, Sumatera Barat, Sabtu (19/3/2016) malam.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

PADANG, KOMPAS.com — Kota Padang, Sumatera Barat, menggelar puncak peringatan Earth Hour #PadangKalam di kawasan Tugu Gempa Padang, Sabtu (19/3/2016) malam.

Mengusung tema "Padang Bisa Mengubah Dunia", berbagai acara digelar pada kegiatan yang dilaksanakan sebagai gerakan penghematan energi tersebut.

Koordinator Earth Hour Padang, Rizky Sekar, Sabtu malam, mengatakan, Padang menjadi satu dari 37 kota yang telah terdaftar di Earth Hour Indonesia.

Adapun Earth Hour 2016 menjadi tahun ketiga bagi Kota Padang mengambil bagian dari gerakan di bawah naungan World Wild Foundation (WWF) tersebut.

Rizky mengatakan, berbagai aksi digelar sebelum sampai pada acara puncak pada Sabtu malam ini.

Aksi tersebut meliputi pembersihan kali, pengumpulan kertas tidak terpakai di sekolah atau instansi untuk program bank sampah, serta pembuatan tas dari baju bekas untuk mendukung gerakan kantong plastik berbayar.

"Pada acara puncak malam ini, selain talkshow interaktif dengan pemerintah provinsi dan kota, kami juga menggelar doa bersama untuk korban gempa bumi 2009, pertunjukan oleh rekan-rekan komunitas, dan pemadaman lampu secara serentak di sejumlah titik," kata Rizky.

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno yang menyempatkan hadir dalam acara ini mengatakan sangat mendukung kegiatan tersebut.

Dia berjanji untuk mendorong agar pada tahun berikutnya, kegiatan tersebut digelar tidak hanya di Padang, tetapi juga kabupaten dan kota lain di Sumatera Barat.

Wali Kota Padang Mahyeldi Ansyarullah mengatakan, gerakan ini sangat penting untuk mengingatkan warga Padang dan Indonesia tentang pentingnya kepedulian terhadap penghematan energi.

"Indonesia, termasuk Padang, masih kekurangan energi sehingga harus melakukan penghemantan. Saya berharap, gerakan seperti ini berlanjut dan semakin banyak warga yang terlibat," kata Mahyeldi.

Founder Earth Hour Padang, Andahayani Yoseph, mengatakan, meskipun ini upaya kecil, kalau bisa dilakukan serentak, efeknya akan sangat besar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X