Kapolres Takalar AKBP Darwis Rincing menyebutkan, aksi tersebut merupakan buntut dari tewasnya Prawira Daeng Nanrang karena dikeroyok warga.
Prawira bersama dua orang temannya tertangkap basah memasuki kandang ayam milik Pata Daeng Muda (40) dan Daeng Ngabu (50) di Dusun Lamangkia, Desa Topejawa, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar sekitar pukul 03.00 wita Kamis (17/03/2016) dini hari,.
"Hendak balas dendam atas kasus pembunuhan karena diduga hendak melakukan pencurian," kata Darwis.
Saat kejadian, korban bersama dua rekan lainnya berupaya melarikan diri namun minibus yang dibawa korban sudah terkepung oleh warga. Polisi yang tiba di lokasi langsung membawa jasad korban sementara dua rekannya kabur menggunakan sepeda motor.
Prawira merupakan anak Kepala Desa Bategulung, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa.
Keluarga korban yang tidak puas, memblokade jalan dan menggelar sweeping kartu tanda penduduk (KTP). Akibatnya jalur trans Sulawesi tersebut menjadi macet total.
Ratusan aparat gabungan dari Kepolisian Resor (Polres) Takalar dan Gowa serta Brimob Polda Sulselbar diturunkan untuk membubarkan aksi kerabat korban.
"Kerabat korban sudah membubarkan diri setelah diberikan penjelasan dan kasus ini akan kami usut sampai tuntas," kata Darwis.
Polisi meminta kerabat korban untuk menghadirkan dua rekan Prawira yang lolos dari amukan warga.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.