Kompas.com - 16/03/2016, 20:27 WIB
Penjabat Wali Kota Jumsadi Damanik saat berbelanja di salah satu ritel, dengan pembungkus tanpa plastik, Rabu (16/3/2016). KOMPAS.com/Tigor MunthePenjabat Wali Kota Jumsadi Damanik saat berbelanja di salah satu ritel, dengan pembungkus tanpa plastik, Rabu (16/3/2016).
|
EditorErlangga Djumena
PEMATANGSIANTAR, KOMPAS.com - Penerapan kantong plastik berbayar secara resmi mulai diterapkan di Pematangsiantar melalui surat edaran Wali Kota No.660/1809/III/2016 tanggal 14 Maret 2016.

Penjabat Wali Kota  Pematangsiantar Jumsadi Damanik meluncurkan penggunaan kantong plastik berbayar di Pasar Swalayan Suzuya, Rabu (16/3/2016).

“Target program ini adalah merubah perilaku warga Pematangsiantar agar peduli lingkungan dengan mengurangi penggunaan sampah plastik," kata Jumsadi.

Dia menyebut, dampak negatif sampah plastik dapat dikurangi seminimal mungkin, mengingat sampah plastik membutuhkan waktu ratusan tahun baru bisa terurai di media lingkungan.

"Mari berbelanja dengan cara cantik tanpa plastik,” katanya di depan para pejabat Pemko Pematangsiantar, para pengusaha ritel modern maupun para kepala sekolah.

Untuk saat ini, penerapannya secara serentak masih terbatas pada pasar-pasar moderen atau swalayan. Setelah dievaluasi, nantinya juga akan diterapkan secara bertahap di pusat-pusat perbelanjaan lainnya dan pasar tradisional.

“Meski kita bukan salah satu daerah yang menjadi kuota penerapan secara nasional, tetapi kita harus peduli dan mendukung program pemerintah pusat untuk menekan penggunaan plastik,” ujarnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada kegiatan yang digelar Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pematangsiantar ini juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama seluruh perwakilan ritel moderen di Pematangsiantar, yakni Suzuya, Indomaret, Ramayana, Hypermart, Metro Siantar Plaza, Alfa Mart, Alfa Midi, dan Siantar Swalayan dengan Pj Wali Kota, disaksikan Kepala BLH, Jekson Hasan Gultom.


“Kami sudah menerapkan program plastik berbayar ini sejak 21 Februari lalu dan hasilnya, 50-70 persen konsumen berkurang menggunakan plastik. Sekarang, kantong plastik kami yang biasanya dikirim tiap minggu sekarang hanya sekali dua minggu,” ujar Area Manager Indomaret, Edwin Ady Setyanto.

Sedangkan Corporate Comunication Alfa Mart Jalan Gereja Pematangsiantar, Eris Estrada mengatakan, sejak diterapkan secara serentak di seluruh Alfa Mart, pihaknya baru akhir Maret ini melakukan evaluasi.

Pihaknya juga telah mensosialisasikan kantongan berbelanja go green yang dapat dipakai berulang-ulang, namun untuk sementara belum dijual kepada konsumen.

“Pengamatan kami sehari-hari, sejak diterapkan 21 Februari lalu, konsumen kami sudah banyak yang enggan menggunakan kantong plastik. Artinya masyarakat sudah mulai sadar tentang pentingnya pengurangan penggunaan kantong plastik,” ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X