Investasi Bodong di Gorontalo, Dana Warga Rp 60 Miliar Tidak Jelas

Kompas.com - 15/03/2016, 20:50 WIB
Warga yang menjadi korban investasi mendatangi Mapolres Kota Gorontalo. Mereka melaporkan pengelola yang tidak mau mengembalikan dana yang dikumpulkan dari masyarakat meskipun sudah jatuh tempo Warga yang menjadi korban investasi mendatangi Mapolres Kota Gorontalo. Mereka melaporkan pengelola yang tidak mau mengembalikan dana yang dikumpulkan dari masyarakat meskipun sudah jatuh tempo
|
EditorErlangga Djumena

GORONTALO, KOMPAS.com – Puluhan warga dari berbagai kabupaten dan Kota di Provinsi Gorontalo berunjuk rasa menuntut kejelasan uang mereka di kantor investor, Perum Civika Kelurahan Wumialo, kota Gorontalo, Selasa (15/3/2016).

Kantor yang berstatus rumah kontrakan ini dihuni oleh Dian Bone yang juga pengelola bisnis investasi ini.

Para pengunjuk rasa menuntut pencairan dana investasi yang sudah jatuh tempo, namun belum ada pembayaran. Padahal seperti yang dijanjikan Dian, para anggota yang menginvestasikan dananya akan mendapat bunga 9-15 persen dari jumlah investasinya hanya dalam waktu 9-30 hari kerja.

Dengan dalih akan mendapat bunga tinggi, yang terjadi justru bunga tidak didapat dana investasi mereka juga tidak dikembalikan. Mereka kemudian melaporkan ini ke Mapolres Kota Gorontalo.

Diduga total uang masyarakat yang sudah dihimpun oleh pengelola mencapai Rp 60 miliar. Uang sebanyak ini dikumpulkan dari para 10 agen dan 100 sub-agen yang tersebar di seluruh Provinsi Gorontalo.

“Pengelola dana investasi tidak mampu membayar sekaligus karena saldo tidak cukup, ia meminta waktu 1 bulan,” kata AKBP Bagus Santoso, Kabid Humas Polda Gorontalo.

Para agen yang dibentuk pengelola tidak mendapat gaji, namun setiap merekrut orang ia dapat uang Rp 30.000.

Salah seorang agen investasi dana ini, Susanti Akuba mengatakan uang yang disetor peserta diinvestasikan di bisnis pertanian oleh pengelola. Investasi ini sudah berjalan 7 bulan.

“Tersangka saat ini sudah diamankan di Mapolres Kota Gorontalo, untuk mencegah tindakan main hakim sendiri dari para anggota. Kami juga melakukan penyelidikan untuk mengetahui ada tidanya unsur melawan hukum, seperti penipuan dan penggelapan” kata Bagus Santoso.

baca juga: Ini Cara Mendeteksi Investasi Bodong



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Regional
Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Regional
Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Regional
Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Regional
KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X