Kompas.com - 14/03/2016, 21:44 WIB
Warga melintasi Jalan Raya Dayeuhkolot- Banjaran, Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang terendam banjir, Minggu (13/3/2016). Selain merendam ribuan rumah warga di sejumlah kecamatan, banjir akibat luapan Sungai Citarum ini melumpuhkan memutus akses Dayuehkolot-Banjaran sehingga perekonomian warga pun terganggu. Warga mengatakan jika banjir kali ini lebih besar dari banjir yang biasa melanda.



Kompas/Rony Ariyanto Nugroho (RON)

13-03-2016 KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHOWarga melintasi Jalan Raya Dayeuhkolot- Banjaran, Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang terendam banjir, Minggu (13/3/2016). Selain merendam ribuan rumah warga di sejumlah kecamatan, banjir akibat luapan Sungai Citarum ini melumpuhkan memutus akses Dayuehkolot-Banjaran sehingga perekonomian warga pun terganggu. Warga mengatakan jika banjir kali ini lebih besar dari banjir yang biasa melanda. Kompas/Rony Ariyanto Nugroho (RON) 13-03-2016
|
EditorErlangga Djumena
BANDUNG, KOMPAS.com – Epul (18 tahun) warga Baleendah Bandung tersenyum riang di tengah banjir yang melanda daerahnya. Ia dengan sigap membantu masyarakat sekitar yang membutuhkan.

“Sudah biasa banjir teh, jadi buat apa sedih,” ucapnya sambil menceritakan kemampuannya memainkan berbagai alat musik, terutama rebana.

Epul bercerita, sehari-hari dia aktif di perkumpulan pemuda kampungnya. Ia mengajarkan anak-anak rebana dan bernyanyi. Ketika perayaan keagamaan, biasanya mereka tampil dan mendapat honor.

Namun ketika musim hujan dan banjir, otomatis kegiatan Epul terhenti. Maka ia pun menjadi relawan dan menolong orang-orang yang membutuhkan bantuannya.

“Di rumah juga percuma. Rumah Epul mah dari bilik, kalau banjir sudah pasti atap pun tidak terlihat. Mending jadi relawan, bisa bantu orang dan dapat makan gratis,” ucapnya sambil tertawa.

Wajahnya mendadak mendung ketika bercerita tentang keluarganya. Setelah ibunya meninggal beberapa tahun lalu, ia tinggal bersama sang kakak yang menjadi tukang bangunan. Ayahnya sendiri pergi dan menikah lagi di Bogor.

“Makanya kalau banjir gini, saya suka inget ibu saya, kalau ada ibu mungkin tidak seperti ini,” tuturnya sambil memalingkan wajah mengusap air mata yang turun di pipinya.

Lelaki yang bercita-cita jadi artis ini pun terlihat mencoba tegar. Ia lalu mendorong perahu dan membantu tim SAR membagikan logistik pada daerah yang sulit dijangkau.

Baleendah merupakan salah satu daerah di Kabupaten Bandung yang langganan terendam banjir. Kali ini, banjir tahunan tersebut merupakan yang terparah dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Tata Irawan mengatakan, banjir di Bandung Selatan memang kerap terjadi.

Untuk menanggulanginya diperlukan kolam retensi dan embung-embung. Untuk membangun kolam retensi, sambung Tata, dibutuhkan lahan 7 hektar. Namun sampai sekarang, lahan yang dibebaskan baru 1 hektar.  (baca: Bupati Bandung: Memang Bupati yang Bikin Banjir?)

Ia mengaku tidak tahu menahu kapan pembebasan 6 ha lahan di Cieunteung, karena penganggarannya ada di provinsi.

“Nanti kalau ada kolam retensi, air dari Citarum akan masuk ke Cieunteung sehingga mengurangi dampak banjir atau tidak ada lagi banjir ke masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengaku optimis keberadaan kolam retensi Cieunteung mampu mengatasi banjir di Kabupaten Bandung. Rencananya, luas kolam retensi tersebut di atas 5 hektar.

“Pembebasan lahannya oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui BBWS Citarum,” katanya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Regional
Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Regional
Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan 'Sentra Padi Subang'

Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan "Sentra Padi Subang"

Regional
Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.