Kompas.com - 14/03/2016, 17:17 WIB
|
EditorErlangga Djumena
SALATIGA, KOMPAS.com - Keberadaan sampah plastik saat ini tengah menjadi keprihatinan bersama dan muncul sejumlah gerakan untuk mengurangi sampah platik di Indonesia, salah satunya penerapan kebijakan kantong plastik berbayar disejumlah tempat perbelanjaan di Indonesia.

Sejalan dengan semangat mengurangi sampah plastik ini, sejumlah siswa-siswi SD Negeri 03 Tegalwaton Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang berhasil menyulap sampah plastik menjadi bahan dasar pembuatan batu bata.  Mereka menyebutnya batu bata sampah (Batasam).

"Berangkat dari keprihatinan para guru karena banyak sampah disekitar Sendang Senjoyo dari sisa aktivitas mandi dan mencuci warga," ungkap Sri Listiyanti, salah seorang guru pembimbing siswa disela-sela kunjungan kerja Wakil Bupati Semarang pada acara pembukaan lomba program unggulan/inovasi SD/MI di desa In Matra di Bergas, Kabupaten Semarang, Senin (14/3/2016) siang.

Menurut Listiyanti, kegiatan pembuatan batu bata berbahan dasar sampah plastik dari sekitar lingkungan Sendang Senjoyo sudah berjalan sejak pertengahan tahun 2015 lalu.

Lokasi sendang Senjoyo sendiri memang sangat dekat dengan SDN 03 Tegalwaton. Warga yang mandi dan mencuci di Sendang Senjoyo selalu meninggalkan sampah plastik.

"Kami lalu berdiskusi dengan para siswa, akhirnya diputuskan untuk membuat batasam ini," ujarnya.

Proses pembuatan Batasam oleh para siswa SD ini ternyata tidak mudah. Setelah melewati serangkaian uji coba, akhirnya diperoleh komposisi campuran yang pas untuk membuat batasam berkualitas.

Pembuatan batasam membutuhkan abu hasil pembakaran sampah plastik, lalu dicampur pasir dan semen dengan perbandingan campuran yakni 3:2:1. Yakni, tiga bagian abu sampah plastik dicampur dua bagian pasir dan satu bagian semen.

Campuran itu lalu ditambahkan air dan diaduk hingga rata. Setelah itu siap untuk dituangkan dalam cetakan ukuran 21 cm x 11 cm x 4 cm.

Pembuatan batasam dilakukan siswa kelas IV sampai kelas VI sebagai mata pelajaran muatan lokal di sekolah. Setiap minggu rata-rata bisa dihasilkan kurang lebih 80 batasam. Batasam itu digunakan untuk membuat taman di depan masing- masing kelas.

"Dengan batasam produksi anak-anak ini, kami bisa berhemat karena tidak perlu lagi beli batu bata," kata Listiyani.

Kreativitas para guru dan siswa SD Negeri 03 Tegalwaton itu ternyata menarik perhatian Wakil Bupati Ngesti Nugraha. Dia menyempatkan diri berbincang langsung dengan para siswa dan guru pendamping untuk membuktikan mutu batasam.

“Cukup bagus dan bisa menjadi pembelajaran bagi para siswa untuk menjaga kebersihan lingkungan," kata Ngesti.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Regional
Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Regional
Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Regional
Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Regional
Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Regional
Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Regional
Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Regional
Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Regional
Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Regional
Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

Regional
Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

Regional
Jatim Distribusikan 1.000 Vaksin PMK Hewan Ternak, Khofifah Pantau Penyuntikannya di Sidoarjo

Jatim Distribusikan 1.000 Vaksin PMK Hewan Ternak, Khofifah Pantau Penyuntikannya di Sidoarjo

Regional
Gubernur Riau Minta Tenaga Honorer Diprioritaskan Jadi CPNS dan PPPK

Gubernur Riau Minta Tenaga Honorer Diprioritaskan Jadi CPNS dan PPPK

Regional
Pelantikan Menteri Baru, Gubernur Syamsuar: Alhamdulillah Putra Riau Terpilih Jadi Wamen ATR/BPN

Pelantikan Menteri Baru, Gubernur Syamsuar: Alhamdulillah Putra Riau Terpilih Jadi Wamen ATR/BPN

Regional
Akselerasi Penyelesaian PTSL di Jatim, Gubernur Khofifah Minta BPN Gelar Kembali Rakor dan Sinkronisasi GTRA

Akselerasi Penyelesaian PTSL di Jatim, Gubernur Khofifah Minta BPN Gelar Kembali Rakor dan Sinkronisasi GTRA

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.