Kompas.com - 14/03/2016, 15:10 WIB
Bangunan Candi Prambanan di Sleman, Yogyakarta, difoto dari udara, Jumat (27/6/2014). Candi Prambanan dibangun pada abad ke-10 pada masa pemerintahan dua raja, Rakai Pikatan dan Rakai Balitung. Kristianto Purnomo-Fikria HidayatBangunan Candi Prambanan di Sleman, Yogyakarta, difoto dari udara, Jumat (27/6/2014). Candi Prambanan dibangun pada abad ke-10 pada masa pemerintahan dua raja, Rakai Pikatan dan Rakai Balitung.
|
EditorCaroline Damanik
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Mulai pertengahan Maret 2016, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta melakukan pemugaran di beberapa peninggalan sejarah. Salah satunya, Tamansari.

"Tamansari memang kita pugar. Yang dipugar lokasi Garjitowati," ujar Kepala Seksi Perlindungan Pengembangan dan Pemanfaatan BPCB Yogyakarta Wahyu Astuti saat dihubungi, Senin (15/3/2016).

Wahyu mengungkapkan, Garjitowati merupakan salah satu bagian dari Kompleks Tamansari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Kondisinya memang sudah tidak nampak, karenanya dilakukan pemugaran untuk memunculkan kembali.

"Kita tampakkan lagi, tapi tidak sampai utuh. Sebab tidak mungkin lagi dipugar seperti semula," tegasnya.

Dia menjelaskan, tujuan dari dimunculkan kembali ini agar lokasi Garjitowati tetap steril. Sebab bisa saja di atas lokasi tersebut akan didirikan berbagai bangunan.

"Kalau dibiarkan dan tidak dimunculkan, nanti disitu didirikan rumah. Jadi kita pugar untuk memunculkan agar tahu kalau di situ merupakan lokasi Garjitowati," tandasnya.

Selain Garjitowati, lanjutnya, BPCB Yogyakarta juga akan melakukan pemugaran di beberapa peninggalan sejarah, seperti Situs Warungboto, Candi Prambanan, Candi Boko, dan Candi Palgading.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sampai kapannya macam-macam, ada yang 8 bulan, ada yang 6 bulan. Prambanan itu 8 bulan, situ Warungboto 6 bulan," ucapnya.

Dia mengakui, proses pemugaran membutuhkan waktu lama karena mengembalikan bentuk asli sebuah peninggalan sejarah.

Untuk pemugaran ini, BPCB melibatkan lebih dari 100 orang, mulai dari arkeolog, juru ukur, juru gambar, fotografer dan masyarakat sekitar.

"Yang pasti arkeolog. Untuk arkeolog di pemugaran ini juga melibatkan dari luar," ujarnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.