Siyono, Terduga Teroris Asal Klaten Dikabarkan Meninggal di Jakarta

Kompas.com - 12/03/2016, 23:20 WIB
BBC Ilustrasi jenazah

KLATEN, KOMPAS.com - Terduga teroris Siyono (34), warga Dukuh Brengkungan, Desa Pogung, Kabupaten Klaten, yang ditangkap oleh Densus 88 Mabes Polri, dikabarkan meninggal dunia di Jakarta.

Berdasarkan pantauan di rumah Siyono di Dukuh Brengkungan, Desa Pogiong, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah Sabtu (12/3/2016) malam, sejumlah warga setempat telah menyiapkan tenda di depan rumahnya untuk acara pemakaman Siyono.

Menurut Sekretaris Desa Pogung Hartana, pihaknya mendapatkan kabar dari orang yang ikut menjenguk ke Jakarta bahwa Siyono meninggal dunia.

"Siyono benar dikabarkan meninggal. Saya mendapat informasi dari orang yang ikut ke Jakarta," katanya.

Warga setempat sejak Sabtu siang telah menyiapkan pemakaman, tetapi pihaknya belum mengetahui secara pasti kapan jenazah Siyono dibawa pulang ke Klaten.

Pihak perwakilan dari keluarga Siyono, kata dia, telah pergi ke Jakarta untuk mengurus dan membawa pulang jenazahnya.

Menurut Marso, orangtua Siyono, pihak keluarga pada Jumat (11/3/2016) sekitar pukul 14.30 WIB diminta untuk membesuk ke Jakarta, tetapi tidak diberitahu jika dia sudah meninggal.

Marso mendapatkan kabar bahwa anaknya meninggal justru dari orang lain yang sedang telepon, di dekat rumahnya pada Jumat (11/3/2016) sekitar pukul 18.30 WIB.

Namun, dirinya belum mengetahui penyebab kematian anaknya, karena Siyono meninggal di Jakarta.

Menurut dia, acara pemakaman rencananya setiba jenazah Siyono di rumah di Klaten. Dia akan langsung dimakamkan di tempat pemakaman desa setempat, Sabtu malam ini.

Siyono terduga teroris itu ditangkap oleh pasukan Densus Antiteror Mabes Polri di rumahnya di Dukuh Brengkungan, Desa Pogung, Kecamatan Cawas Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu (9/3/2016).

Pasukan Densus 88 yang didukung anggota Polres Klaten kemudian melakukan penggeledahan di rumah Siyono pada Kamis (10/3/2016) siang.

Kepala Desa Pogung Joko Widoyo mengaku dipanggil oleh polisi sebagai saksi saat dilakukan penggeledahan di rumah Siyono itu.

Namun, Joko Widoyo tidak mengetahui barang-barang apa yang ditemukan di rumah Siyono tersebut. Polisi membawa barang dalam bungkusan plastik untuk dibawa pergi dari rumah itu.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorFarid Assifa
SumberANTARA

Terkini Lainnya


Close Ads X