Ditolak Jadi Pengemudi Ojek "Online", Triyono Bikin Ojek Kaum Difabel

Kompas.com - 11/03/2016, 06:30 WIB
Triyono pencetus Difa saat berada di Ekspo Wirausaha Muda Mandiri GSP UGM KOMPAS.com / Wijaya KusumaTriyono pencetus Difa saat berada di Ekspo Wirausaha Muda Mandiri GSP UGM
|
EditorCaroline Damanik
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Seiring dengan tren transportasi umum berbasis online, di Yogyakarta, muncul ojek roda tiga dengan nama "Difa City Tour and Transport". Uniknya, pengemudi dari ojek roda tiga ini adalah penyandang disabilitas.

Terbentuknya Difa tak lepas dari peran Triyono (34), warga Krajan, Godean Sleman. Triyono bercerita, ide ini berawal dari keinginan para penyandang disabilitas di Yogyakarta untuk menjadi pengemudi salah satu ojek berbasis online.

Namun, saat dia menghubungi, pihak manajemen tidak menerima. Pasalnya, keterbatasan mereka dinilai tidak sesuai dengan standar pengemudi yang dicari.

"Awalnya mereka ingin masuk ke ojek online, saat saya hubungi manajemen bilang tidak bisa. Alasannya mereka tidak memenuhi standar driver ya kan difabel," ucap Triyono kepada Kompas.com di acara Ekspo Wirausaha Muda Mandiri di Graha Sabha Pramana UGM, Kamis (10/3/2016).

Namun, jawaban tersebut tak lantas membuat Triyono menyerah. Dia lalu mencoba mencari solusi dengan membuat sistem ojek sendiri.

Untuk membiayai sistem tersebut, dia pun harus berkeliling ke sejumlah perusahaan untuk meminta bantuan corporate social responsibility (CSR).

"Saya muter kanan kiri, keluar masuk perusahaan untuk mencari CSR. Saya ingin bantuan yang berikan bukan untuk sesaat, tetapi berguna untuk mencari pendapatan," tegasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah mendapat bantuan dana, dia lantas mengambar model ojek roda tiga yang nyaman dan aman bagi penumpang maupun pengemudinya. Akhirnya, dia mendapat rekanan bengkel yang mampu mengaplikasikan ide ojek roda tiganya.

"Kita buat 20 ojek roda tiga. Semuanya gratis untuk mereka (difabel) yang ingin menjadi driver ojek," ungkapnya.

Dia mengaku, sampai saat ini, pihaknya masih mencari sponsor untuk menambah armada.

"Yang sudah ada sekarang 20 armada, masih banyak yang antri menunggu. Saya masih mencari lagi, baik CSR atau sponsor iklan, jadi nanti logo perusahaan bisa dipasang di Ojek dan jaket," tambahnya.

Menurut dia, 20 armada ojek roda tiga ini sudah mulai beroprasi di Yogyakarta sejak tahun 2015. Tarif Ojek Difa ditentukan oleh jauh atau dekat jarak yang ditempuh.

"Kita menggunakan sistem jauh dekat, nego. Jadi ada komunikasi aktif antara driver dengan penumpang. Intinya bisa buat bensin dan tidak rugi lah," urainya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
Gelar Tes Rapid Antigen Gratis, Pemkot Madiun Targetkan PPKM Level 1

Gelar Tes Rapid Antigen Gratis, Pemkot Madiun Targetkan PPKM Level 1

Regional
Dapat Kejutan, Ganjar Pranowo Terima Baju Adat dari Masyarakat Tobelo

Dapat Kejutan, Ganjar Pranowo Terima Baju Adat dari Masyarakat Tobelo

Regional
Antusiasme Warga Pulau Parang Sambut Ganjar Pranowo

Antusiasme Warga Pulau Parang Sambut Ganjar Pranowo

Regional
Persiapan Matang, Kontingen Papua Optimistis Bisa Masuk 5 Besar PON XX

Persiapan Matang, Kontingen Papua Optimistis Bisa Masuk 5 Besar PON XX

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.