Ajeng, Perempuan Pendobrak Diskriminasi Penyandang Tunarungu

Kompas.com - 08/03/2016, 21:00 WIB
Nia penyandang tunarungu yang memperagakan pantomin di tengah acara sosialisasi pemilihan kepala daerah bagi penyandang cacat pada November 2015 lalu. Nia adalah binaan Ajeng dalam mengembangkan potensi diri. KOMPAS.com/ENI MUSLIMAHNia penyandang tunarungu yang memperagakan pantomin di tengah acara sosialisasi pemilihan kepala daerah bagi penyandang cacat pada November 2015 lalu. Nia adalah binaan Ajeng dalam mengembangkan potensi diri.
|
EditorErlangga Djumena

Ajeng dengan jaringan yang dia miliki menghubungkan antara komunitas penyandang tunarungu itu dan rekan-rekannya yang memiliki keahlian di bidang tersebut.

"Karena jarang sekali yang mengerti bahasa isyarat tunarungu, saya jadi sering mendampingi mereka, sampai sudah seperti pacarnya saja," tuturnya sambil tertawa.

Paling banyak, kata Ajeng, penyandang tunarungu di Lampung memiliki keahlian dalam pantomim.

"Ketika teman-teman rungu tampil menunjukkan keahliannya, saya selalu ajak orangtua mereka," katanya lagi.

Keluarga mereka terkejut, ternyata di balik kekurangannya, anak penyandang tunarungu memiliki potensi yang lebih dari manusia pada umumnya.

"Saya dengan kemampuan seadanya coba menyampaikan kepada orangtua mereka supaya tidak terlena dengan kekurangan," tambahnya.

Di Provinsi Lampung tercatat terdapat sekitar 120 penyandang tunarungu. Sebanyak 50 di antaranya berada di Kota Bandar Lampung.

Ajeng mengatakan, sebagian besar keluarga memaksakan penyandang tunarungu berkomunikasi secara oral. Kalaupun menggunakan bahasa isyarat, komunikasi itu masih alami sekali.

Selain memberi pemahaman tentang potensi kepada orangtua yang anaknya merupakan seorang tunarungu, Ajeng juga mengajarkan perbendaharaan isyarat kepada mereka.

"Saya ingin mereka hidup sejajar dengan yang lainnya karena mereka sebenarnya punya potensi lebih," tutupnya.

Memperingati Hari Perempuan Internasional setiap tanggal 8 Maret, redaksi Kompas.com menayangkan beberapa artikel yang mengangkat kisah-kisah inspiratif perempuan dari berbagai wilayah Indonesia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banjir Rendam 8 Desa di Nunukan, Kalimantan Utara, 2.752 Jiwa Terdampak

Banjir Rendam 8 Desa di Nunukan, Kalimantan Utara, 2.752 Jiwa Terdampak

Regional
'Makanan Belum Habis, Tenda Terpal Kami Beterbangan'

"Makanan Belum Habis, Tenda Terpal Kami Beterbangan"

Regional
Galon hingga Tabung Gas di Rumah Korban Sriwijaya Air Digondol Maling, Ini Ceritanya

Galon hingga Tabung Gas di Rumah Korban Sriwijaya Air Digondol Maling, Ini Ceritanya

Regional
Putri Wahyuni Jadi Korban Sriwijaya Air, Keluarga: Dia Segala-galanya bagi Kami

Putri Wahyuni Jadi Korban Sriwijaya Air, Keluarga: Dia Segala-galanya bagi Kami

Regional
Tahanan di Lapas Indramayu Tewas Diduga Dikeroyok Sesama Warga Binaan

Tahanan di Lapas Indramayu Tewas Diduga Dikeroyok Sesama Warga Binaan

Regional
Ayah dan Ibu Tak Berhenti Menangis Sambil Peluk Peti Jenazah Putri, Korban Sriwijaya Air SJ 182

Ayah dan Ibu Tak Berhenti Menangis Sambil Peluk Peti Jenazah Putri, Korban Sriwijaya Air SJ 182

Regional
Hoaks Soal Gempa Besar Mamuju, Kepala BMKG: Seandainya Benar, Aku Sudah Lari Duluan

Hoaks Soal Gempa Besar Mamuju, Kepala BMKG: Seandainya Benar, Aku Sudah Lari Duluan

Regional
Polres HSU Kalsel Kebanjiran, 11 Tahanan Dititipkan ke Lapas Amuntai

Polres HSU Kalsel Kebanjiran, 11 Tahanan Dititipkan ke Lapas Amuntai

Regional
Viral Video CCTV Rekam Tabrakan Antar-Sepeda Motor, Pengendara Terpental

Viral Video CCTV Rekam Tabrakan Antar-Sepeda Motor, Pengendara Terpental

Regional
Beredar Prediksi Gempa Lebih Besar dan Warga Harus Tinggalkan Mamuju, BMKG: Hoaks

Beredar Prediksi Gempa Lebih Besar dan Warga Harus Tinggalkan Mamuju, BMKG: Hoaks

Regional
Pemuda Ini Bunuh Pamannya Gegara Harta Warisan, Ditembak Polisi Saat Hendak Kabur dan Terancam Hukuman Mati

Pemuda Ini Bunuh Pamannya Gegara Harta Warisan, Ditembak Polisi Saat Hendak Kabur dan Terancam Hukuman Mati

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 17 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 17 Januari 2021

Regional
Melanggar PTKM, Satgas Covid-19 Gunungkidul Bubarkan Acara Hajatan

Melanggar PTKM, Satgas Covid-19 Gunungkidul Bubarkan Acara Hajatan

Regional
Banjir dan Longsor Manado, 6 Orang Tewas, Salah Satunya Polisi Berpangkat Aiptu

Banjir dan Longsor Manado, 6 Orang Tewas, Salah Satunya Polisi Berpangkat Aiptu

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 17 Januari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 17 Januari 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X