Gizi Buruk, Bocah 5 Tahun Ini Tinggal Kulit Pembungkus Tulang...

Kompas.com - 03/03/2016, 09:03 WIB
Satrio (5) sudah sekitar dua tahun menderita mengalami gizi buruk di rumahnyadi Kecamatan Binongko, Kabupaten Wakatobi. Ia harus mendapatkan perawatan di RSUD Kota Baubau KOMPAS.com/DEFRIATNO NEKESatrio (5) sudah sekitar dua tahun menderita mengalami gizi buruk di rumahnyadi Kecamatan Binongko, Kabupaten Wakatobi. Ia harus mendapatkan perawatan di RSUD Kota Baubau
|
EditorErlangga Djumena
BAUBAU, KOMPAS.com - Kondisi seorang bocah Satrio (5) asal Kabupaten Wakatobi memprihatinkan. Sudah tiga hari, ia harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Baubau karena menderita gizi buruk.

"Dia sudah tiga hari di rawat di rumah sakit ini. Saya bingung bayar biaya pengobatannya, saya tidak punya pekerjaan tetap, hanya gali tanah wc saja kalau ada orang yang ajak," kata Ismail (49), orangtua Satrio, Rabu (2/3/2016).

Saat ini kondisi anaknya belum ada perkembangan. Ia hanya terbaring lemah dengan balutan infus di kaki kirinya. Terlihat kulitnya hanya membungkus tulangnya saja.

Ismail yang tinggal di Kelurahan Taipabu, Kecamatan Binongko, Kabupaten Wakatobi, menambahkan anaknya sudah tiga tahun menderita gizi buruk.

"Tapi selama ini tidak ada perhatian dari pemerintah di sana. Tiga tahun ini berat badannya mulai menurun dan minggu lalu dia sakit panas," tuturnya.

Setelah lima hari dirawat di rumahnya, Ismail dan istrinya, Nursia (39) langsung dibawa ke puskesmas. Setelah mendapatkan perawatan, rupanya ia disarankan untuk rujuk di RSUD Kota Baubau.

"Kata dokter di rumah sakit ini, anak saya menderita gizi buruk. Baru kata dokter, musti dirawat sekitar sebulan lamanya agar bisa melihat perkembangan kondisi anak saya. Tapi kalau sebulan sudah sangat lama, saya mau bayar pengobatan pakai apa," ucap Ismail.

Nursia menambahkan, saat ini ia bersama suaminya belum mempunyai BPJS. Sehingga untuk menebus biaya obat di apotek, keluarganya saling membantu, patungan membayar obat.

"Sampai suami saya bilang kita pulang saja, karena kita bingung biaya di rumah sakit bagaimana, apalagi sampai sebulan. Semalam kita beli obat ada sampai Rp 1 juta, keluarga mulai patungan Rp 200.000 bayar obat," ungkap Nursia.

Ia berharap agar pemerintah daerah bisa membantu atau meringankan biaya pengobatan terhadap anaknya.

Secara terpisah, Humas RSUD Kota Baubau, Arsan, mengatakan, penanganan medis terhadap penderita gizi buruk tetap dilakukan tanpa melihat kondisi keluarga pasien.

"Yang kami utamakan dahulu adalah penanganan medis terhadap pasien. Mengenai biaya nanti belakangan. Kalau BPJS kita belum tahu, mungkin keluarga pasien harus segera mengurusnya. Tapi yang kami utamakan adalah penanganan medisnya," ujar Arsan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
Program 'Jangkar', Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Program "Jangkar", Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Regional
Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Regional
Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Regional
Tingkatkan Pendapatan Daerah, Pemprov Jabar Luncurkan 'Bapenda Kapendak'

Tingkatkan Pendapatan Daerah, Pemprov Jabar Luncurkan "Bapenda Kapendak"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.