Kasus Banjarmasin Kriminal Murni, Tokoh Masyarakat Berdamai

Kompas.com - 01/03/2016, 15:02 WIB
EditorLaksono Hari Wiwoho

BANJARMASIN, KOMPAS — Dua tokoh masyarakat, yakni dari Dewan Adat Dayak dan Ikatan Kerukunan Keluarga Madura, sepakat berdamai. Kedua tokoh masyarakat tersebut akan meredam konflik horizontal di masyarakat hingga ke tingkat akar rumput karena masalah itu kriminal murni.

Kesepakatan bersama antara Dewan Adat Dayak (DAD) dan Ikatan Kerukunan Keluarga Madura (Ikama) dibuat di Aula Bhayangkara, Markas Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Kalsel) di Banjarmasin, Senin (29/2/2016).

Kesepakatan tersebut disaksikan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, Kepala Polda Kalsel Brigadir Jenderal (Pol) Agung Budi Maryoto, Komandan Korem 101/Antasari Kolonel Kav Yanuar Adil, beserta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah lainnya, Ketua DAD Kota Banjarmasin Robby Mahajaya Ngaki, dan Ketua Ikama H Asmad.

Kedua belah pihak bersepakat menyerahkan kasus kriminal itu kepada pihak yang berwajib. Kedua tokoh ini juga meminta kepolisian mengungkap dan mengamankan pelaku yang masih belum tertangkap.

Kedua pihak menyesalkan perbuatan yang dilakukan pelaku terhadap korban sehingga mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain. Tindakan pelaku juga mengganggu suasana damai yang selama ini terjaga di Kalsel.

"Kami menyelesaikan persoalan dengan penuh persaudaraan untuk meredam situasi di tengah masyarakat. Ini adalah kasus kriminal biasa. Namun, kasus itu kemudian ditunggangi pihak ketiga. Mereka itu bukan dari pihak Dayak ataupun Madura," kata Robby Mahajaya Ngaki.

Sudah berdamai

Wakil Ketua Ikama Kota Banjarmasin Junaidi HM Noor mengatakan, pada dasarnya suku Madura dan Dayak sudah berdamai dan tidak bermasalah lagi.

Sementara itu, Budi Maryoto mengatakan, tidak ada unsur suku, agama, ras, dan antargolongan dalam kasus ini. "Kami tegaskan ini adalah tindak pidana kriminal murni, bisa terjadi di mana saja dan oleh siapa saja. Saat ini, proses hukumnya sedang ditangani jajaran Polresta Banjarmasin," ujarnya.

Kasus yang melibatkan kedua belah pihak berawal dari tewasnya seorang pemuda Dayak di Kelurahan Pekapuran Raya, Kecamatan Banjarmasin Timur, 20 Februari lalu.

Kejadian bermula saat korban sedang duduk-duduk dengan temannya di sebuah gang. Pelaku lewat dengan mengendarai sepeda motor yang mengebut. Saat ditegur, pelaku tidak terima dan terjadi cekcok mulut.

Pelaku kemudian pulang dan menyerang korban dengan senjata tajam. Korban dirawat di rumah sakit selama tiga hari sebelum meninggal.

Seorang pelaku sudah menyerahkan diri dan satu lagi masih buron. Pelaku, selain akan diproses dengan hukum positif, juga akan diproses dengan hukum adat oleh pihak DAD. (jum)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 1 Maret 2016, di halaman 15 dengan judul "Kasus Banjarmasin Kriminal Murni".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Regional
Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Regional
Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Regional
Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Regional
Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Regional
Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Regional
Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Regional
Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Regional
Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.