Kompas.com - 27/02/2016, 10:18 WIB
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat ditemui di Hotel Grand Royal Panghegar, Jalan Merdeka, Selasa (15/12/2015). Dia meminta agar para pengusaha hiburan di Bandung selalu taat aturan. KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIWali Kota Bandung Ridwan Kamil saat ditemui di Hotel Grand Royal Panghegar, Jalan Merdeka, Selasa (15/12/2015). Dia meminta agar para pengusaha hiburan di Bandung selalu taat aturan.
|
EditorCaroline Damanik
BANDUNG, KOMPAS.com — Kicauan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil di Twitter soal insiden penolakan wakilnya untuk studi banding oleh Pemkot Surabaya sempat membuat heboh.

Cara pria yang kerap disapa Emil itu dalam menyampaikan protes dinilai kekanak-kanakan. Ia pun dinilai cengeng.

Menanggapi hal itu, Emil menekankan bahwa cara yang dilakukannya sudah benar. Dia berpendapat, setiap pemimpin daerah punya gaya yang berbeda.

"Kalau yang dipermasalahkan caranya, saya kira karena saya menganggap menyampaikan aspirasi itu sama saja mau saya press release, doorstop, wawancara di radio, di TV, di koran, sama saja dalam pandangan saya karena isi tweet atau Facebook itu kutipable," tutur Emil, Jumat (26/2/2016) sore.

Dia mengatakan, seharusnya masyarakat bisa memahami substansi masalah, bukan sekadar menilai cara dia dalam mengungkapkan persoalan.

"Sekarang begini, I speak my mind. Mau pejabat yang bahasanya diatur atau pejabat yang ngomong apa adanya? Masyarakat harus paham juga tiap pemimpin gayanya beda-beda," ucap Emil.

Dia keberatan jika disebut sebagai wali kota yang cengeng. Menurut dia, semua isi kicauannya soal insiden penolakan studi banding tak mencerminkan sikap mengadu atau mencari simpati.

"Cengeng itu gimana, ada enggak kalimat saya yang mewek. Sederhana saya, pilih kalimat yang baik, saya menyesalkan bla-bla-bla," kata dia.

Dia menjelaskan, pada zaman serba modern saat ini, penggunaan media sosial oleh para pejabat sah dilakukan.

"Bagi mereka yang menganggap pejabat jangan nge-tweet untuk hal kayak begini (insiden penolakan studi banding), saya pertanyakan karena itu paradigma lama, karena, zaman sekarang, sumber informasi itu bisa didapat dengan berbagai cara. Mohon lihat substansinya, jangan lihat caranya," ungkap Emil.

Dia melanjutkan, kicauannya di Twitter merupakan bentuk aspirasinya yang juga sering dilakukan oleh masyarakat.

"Pejabat yang meyampaikan informasi itu jangan dipermasalahkan, kenapa orang seolah menganggap kalau pejabat nge-tweet itu dianggap kurang kerja, tidak nge-tweet disebut tidak produktif, kata siapa?" ungkapnya.

Terkait polemik dengan Pemkot Surabaya, Emil mengaku enggan memperpanjang masalah. Menurut dia, persoalan tersebut hanya kesalahpahaman.

"Enggak akan studi banding dulu ke Surabaya, ditahan dulu. Mudah-mudahan jadi hikmah bersama karena saya juga mencintai Surabaya," ungkapnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
Program 'Jangkar', Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Program "Jangkar", Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.